10 April 2019

KE BELANDA LEWAT KOMPETISI FARMER2FARMER FRISIAN FLAG INDONESIA


Jumat, 5 April lalu, saya terharu sekali ketika menyaksikan wajah-wajah bahagia para peternak sapi perah, di acara pengumuman pemenang program Farmer2Farmer 2019. Seisi ruangan Aula Pyramid di Kementan, Ragunan, diliputi kegembiraan. Sorak sorai dan ucapan selamat terdengar riuh. Akhirnya, jerih payah para peternak sapi perah yang selama ini telaten merawat peternakannya mendapat apresiasi. 4 peternak akan diberangkatkan ke Belanda.



Yes, program Farmer2Farmer dengan hadiah kunjungan ke peternakan modern di Belanda, diselenggarakan oleh frisian flag Indonesia. Program ini dibuat untuk mengapresiasi para peternak sapi perah yang melakukan pekerjaannya dengan penuh dedikasi. Menerapkan good dairy farming practice (GDFP) secara konsisten.

Acara pengumuman sekaligus penutupan Farmer2Farmer 2019 ini dihadiri oleh Coorporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia, Andrew F, Saputro, Kementerian Pertanian, Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), Bapak Dedi Setiadi dan Konselor Agrikultur Kedutaan Besar Belanda di Indonesia, Louis Beijer.



Farmer2Farmer yang telah menjangkau sekitar 1000 lebih peternak sejak pertama kali diselenggarakan di tahun 2013, dan mendapatkan dukungan penuh dari Direktorat Jeneral Peternakan dan kesehatan Hewan Kementeerian Pertanian Republik Indonesia, bertujuan untuk mendorong peternak sapi perah lokal agar memiliki  produk yang berkualitas, baik dari segi pemeliharaan maupun produk yang dihasilkan. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan susu masyarakat.

Karena, menurut data kementrian Pertanian, produksi susu sapi lokal hanya dapat memenuhi sekitar 20% dari permintaan susu sapi nasional. Nah, dengan adanya kompetisi Farmer2Farmer, diharapkan peternak sapi perah dapat menjawab permintaan itu.


Kompetisi Farmer2Farmer merupakan program berkelanjutan yang bernaung di bawah Dairy Development Program (DDP) oleh perusahaan induk FrieslandCampina. Salah satu usaha FrieslandCampina adalah untuk mewujudkan Nourishing by Nature ke dalam kehidupan sehari-hari dalam mencapai tujuan jangka panjang perusahaan, yaitu memberikan nutrisi yang lebih baik kepada dunia, meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah lokal di setiap negara tempat FrieslandCampina beroperasi dan membangun dunia yang lebih baik untuk generasi sekarang mau pun generasi yang akan datang.



PROSES PENJURIAN YANG KETAT



Beberapa tim juri berbagi cerita saat proses penilaian


Proses penjurian dimulai sejak awal tahun dengan memperhatikan berbagai aspek. Melalui proses seleksi secara intens dan melibatkan 110 peternak sapi lokal yang berasal dari empat koperasi peternak sapi perah dari Jawa Barat dan Jawa Timur.

Dari Jawa Barat diwakili oleh Koperasi Peternakan Sapi Bandung selatan Pengalengan (KPBS Pengalengan) dan Koperasi Peternakan Sapi Bandung Utara Lembang (KPSBU Lembang), sedangkan dari Jawa Timur, ada peternak sapi perah dari Koperasi Usaha Tani Ternak Suka Makmur (KUTT Suka Makmur) dan Koperasi Bangun Lestari.

Proses penilaian dilakukan oleh juri dari peternak Belanda binaan FrieslandCampina, perwakilan FFI, perwakilan media serta tenaga ahli peternakan perwakilan dari kementerian Pertanian, dilakukan pada Februari 2019. Di mana, seluruh peserta program Farmer2Farmer akan dilihat keterampilannya secara teknis atau pun non teknis dalam menjalankan seluruh aktivitas peternakannya. Baik itu cara dalam mengelola pakan ternak, kebersihan kandang, bagaimana  memerah susu yang baik, serta memperlakukan ternaknya agar dapat terus produktif.

Nggak cuma itu aja, peserta juga ditantang untuk bisa menyusun esai mengenai visi, misi dan pengembangan bisnis ternak sapi perah mereka. Memang nggak main-main sih, karena melalui program ini, diharapkan dapat menarik minat anak muda untuk dapat terjun dalam bisnis peternakan sapi perah. Sehingga, permasalahan kurangnya peternak sapi perah dapat di atasi.



HADIAH KUNJUNGAN KE PETERNAKAN MODERN DI BELANDA




Rasanya, membayangkan pergi ke Belanda, trus bisa melihat peternakan di sana secara langsung, selama dua minggu, bagi peternak, pasti sesuatu yang sulit d9ilukiskan dengan kata-kata, ya. Seperti mimpi yang terwujud jadi nyata. Padahal semua hanya berawal dari kesungguhan merawat hewan ternak.

Saya aja yang bukan peternak, mau bangeeet! :D

Nah, dari 110 peserta terpilihlah empat peternak terbaik yang akan mendapatkan hadiah istimewa tersebut. Hadiah utama berupa perjalanan gratis untuk berkunjung ke peternakan modern di Belanda. Mereka akan mengikuti pelatihan dan belajar segala hal tentang pengembangan bisnis peternakan.

Bagaimana cara meningkatkan kualitas dan produktivitas hewan ternak. Perjalanan selama dua pekan tersebut pastinya akan menempa mereka menjadi peternak-peternak yang hebat, yang nantinya akan membagikan ilmunya kepada rekan peternak sapi perah di tanah air.

Dengan semakin berkembangnya peternakan sapi perah di Indonesia, tentunya akan semakin meningkat juga kesejahteraan peternaknya. Maju bersama, sukses bersama.

Selain hadiah utama, dibagikan juga hadiah untuk berbagai kategori berupa peralatan kandang ternak yang pastinya akan sangat bermanfaat.




Menyaksikan pengumuman pemenang Farmer2Farmer 2019 ini, membuat saya terharu. Mimpi memang nggak boleh tanggung-tanggung ya.. kesuksesan bisa menghampiri siapa saja yang bersungguh-sungguh. Para pemenang Farmer2Farmer ini contohnya. Mereka akan terus menjadi inspirasi.

Terima kasih kepada Frisian Flag Indonesia yang terus konsisten mengadakan program ini. Sukses terus untuk Farmer2Farmer di tahun berikutnya.







































06 April 2019

MERIAHNYA EARTH HOUR 2019 DI ASTON PRIORITY HOTEL SIMATUPANG & CONFERENCE CENTER



Pernah kesal nggak, dengan tagihan listrik yang membengkak?
Padahal rasanya  udah bawel banget mengingatkan orang-orang di rumah untuk menggunakan listrik seperlunya. Tapi, tetap saja ada yang lupa. Lupa matikan lampu teras ketika sudah pagi, atau lupa matikan lampu kamar mandi ketika tidak lagi digunakan.

Soal mematikan lampu, saya juga nggak pernah bosan mengingatkan anak-anak. Tiap hari diingatkan juga kadang lupa. Tapi, nggak apa-apa sih, memang harus ekstra sabar membimbing mereka supaya terbiasa menghemat pemakaian listrik. 

Menerapkan gerakan hemat pemakaian listrik dalam kehidupan sehari-hari, memang menjadi PR saya. Soalnya, kalau nggak dihemat, ya itu tadi, tagihan bisa membengkak. Males banget kalau harus bayar listrik mahal hanya karena cara pakai kita yang boros. 

Tapi, sebenarnya bukan karena itu aja sih. Ada yang lebih penting dari itu. 
Pemakaian listrik yang boros akan menghasilkan semakin besarnya emisi karbon dari pembangkit listrik. Emisi karbon akan menyebabkan meningkatnya suhu bumi. Pemanasan global yang bikin hidup kita nggak nyaman.


EARTH HOUR 2019, ASTON PRIORITY SIMATUPANG HOTEL & CONFERENCE CENTER MATIKAN LAMPU SELAMA 1 JAM





Kesadaran untuk menyelamatkan bumi dari pemanasan global juga dilakukan oleh penduduk dari berbagai negara. Bermula dari gerakan yang diprakarsai oleh WWF, setiap tahun, Earth Hour yang tahun ini jatuh pada tanggal 30 Maret 2019, diikuti oleh banyak negara. Di Indonesia pun, semakin banyak yang ikut berpartisipasi. 
Rasanya senang bisa melakukan gerakan secara bersama-sama untuk melawan perubahan iklim akibat pemanasan global.

Beruntungnya saya, di acara Earth Hour tahun 2019 ini, bisa ikut serta melakukan prosesinya di Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center, bersama teman-teman dari Blogger Crony.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Aston Simatupang selalu berpartisipasi dalam mensukseskan program Earth Hour. Untuk tahun ini,  Aston Priority Simatupang Hotel  mengundang seorang maestro seni lukis Betawi, Sanardi Adam yang telah berhasil menembus galeri nasional maupun internasional. Hasil karyanya juga sudah menembus istana negara, loh.
Selain mengundang maestro seni lukis Betawi, Aston juga melibatkan murid-murid dari SDN Kebagusan 01 Pagi. Mereka akan menunjukkan bakat-bakat terbaiknya. 

Acara dimulai pukul 19.00 WIB, yang diisi dengan tarian pembuka dari SDN Kebagusan 01 Pagi. Disusul dengan persembahan Paduan suara yang menggunakan peralatan musik dari barang bekas. Penampilannya bagus banget. Kompak dan penuh semangat. Kemudian dilanjutkan pencak silat dan  baca puisi.








Wah, luar biasa deh. Penampilan murid-murid SDN Kebagusan 01 Pagi, bagus-bagus dan  memang patut diacungi jempol. 

  
Sementara pertunjukan berlangsung, Sang Maestro, Bapak Sanardi Adam melukis di atas kanvasnya.



Untuk momen Earth Hour 2019 ini, media yang digunakan untuk melukis bukan menggunakan cat biasa. Tapi menggunakan cat fosfor yang dapat berpendar dalam gelap. Sesuai dengan tema yang diusung Aston Priority Simatupang Hotel, yaitu "Bersinar dalam Gelap sebagai Terang atas Aksi Perubahan Iklim" lukisan Bapak Sanardi Adam, nantinya akan tetap bercahaya meski lampu dimatikan.

Jelang waktu yang telah ditentukan, seluruh pendukung acara bersiap-siap menyalakan lilin yang telah disiapkan,.Lukisan Bapak Sanardi juga sudah selesai. Ketika lampu dimatikan, lukisannya mengeluarkan cahaya yang indah. Rasanya betah menghabiskan waktu 1 jam dalam gelap, Sambil menikmati makan malam yang nikmat, memandangi lukisan dan cahaya lilin dari Momiji Cafe yang terletak di lantai atas. 



Terlintas di pikiran saya, di waktu yang sama, seluruh penduduk dunia juga melakukan hal yang sama. Menyelamatkan bumi dari pemanasan global.

Ya, kalau dipikir-pikir, 1 jam memang waktu yang singkat ya. Tapi, bayangkan kalau semua orang melakukan hal yang sama. Dimulai dari rumah masing-masing. Pasti akan membawa dampak positif. 

Terima kasih kepada Aston Priority Hotel & Conference Center yang setiap tahun ikut berpartisipasi dalam memeriahkan Earth Hour dengan tema yang berbeda, Rasanya senang bisa ikut serta.



Semoga tahun depan makin banyak lagi yang berpartisipasi melakukan gerakan yang sama. Melakukan langkah kecil yang bisa berdampak besar demi keselamatan bumi yang kita tinggali bersama. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Sampai jumpa tahun depan ya..