16 September 2019

MENGENAL LEBIH JAUH DITJEN AHU KEMENKUMHAM



Hai, teman-teman.. kali ini kita ngomongin tentang layanan Ditjen AHU, yuks.
Mungkin masih ada yang belum tahu tentang apa saja layanan yang ada di Direktorat  Jenderal Administrasi Hukum. Tak kenal maka tak sayang, kan..

Sebagai warga negara yang baik, sudah semestinya kita tau, apa-apa aja yang harus dimiliki oleh setiap warga negara. Keberadaan kita di negeri ini, haruslah benar-benar sah sebagai warga negara Indonesia. Nggak masalah sih, kalau kita terlahir dari orang tua yang memang asli orang Indonesia. Tapi, kalau salah satunya adalah warga negara asing, tentunya masalah kewarganegaraan bukanlah hal sepele.

Belum lama ini ada beberapa kejadian yang sempat menjadi sorotan. Masih ingat nggak, cerita tentang Gloria Natapraja Hamel? Terlahir dari pasangan Prancis dan Indonesia, gadis manis ini batal bertugas dalam pengibaran bendera pada HUT ke 71 RI  karena masalah status kewarganegaraannya yang bukan WNI.

Dari dunia olahraga pun demikian. Ada juga atlet-atlet asing yang karena lamanya mengabdi di Indonesia, memilih untuk naturalisasi menjadi WNI. Yang terbaru adalah Otavio Dutra, pesepakbola Persebaya berdarah Brazil. Atau, yang sempat ramai, Bebby Wenda. Karena diduga merupakan tokoh separatis Papua, kewarganegaraannya dicabut karena sudah tinggal lebih dari 5 tahun di negara lain tanpa melapor.

Bila melihat kasus di atas, masalah kewarganegaraan ini bisa menimbulkan kekacauan ya..
Itulah sebabnya penting banget memastikan bahwa urusan administrasi hukum sudah diurus sebagaimana mestinya.

Apalagi bila menyimak kisah Gloria, memiliki orang tua yang berbeda kewarganegaraan tentu membuatnya harus memilih kewarganegaraan di usia 18 tahun. Untuk mendapatkan hal itu, banyak persyaratan administrasi hukum yang harus dilalui.

Btw, mungkin di antara kita ada yang mikir kewarganegaraan itu ngurusnya di Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Ternyata enggak lho..
Urus dokumen kewarganegaraan itu adanya di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum (Ditjen AHU) Sesama unit eselon I Kemenkumham yang sudah dibentuk sejak tahun 2000 lalu, pemekaran dari Direktorat Hukum dan Perundang-undangan.

Direktorat Hukum dan Perundang-undangan ini tidak hanya dimekarkan menjadi Ditjen AHU, melainkan menjadi dua. Rekan sesama pemekaran adalah Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan yang fokus pada penyusunan peraturan perundangan-undangan.
Sedang Ditjen AHU lebih ke tugas pelayanan hukum pada masyarakat, mencakup hampir semua bidang hukum secara umum.



Dengan luasnya pelayanan hukum yang Ditjen AHU, sang pemimpin saat ini, Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Cahyo Rahadian Muzhar, dibantu tugas oleh satu orang Sekretaris Jenderal dan lima orang Direktur. Para direktur tersebut mengurusi pelayanan untuk bidang Pidana, Perdata, Tata Negara (urusan kewarganegaraan tadi), Otoritas Pusat Hukum Internasional, dan tentunya Teknologi Informasi. Mereka semuanya ini bersinergi mewujudkan visi “masyarakat memperoleh kepastian hukum"

Nah, kalau menurut teman-teman, selain administrasi kewarganegaraan, apa saja administrasi hukum yang biasanya kita butuhkan?

Coba deh cek ricek di situsnya ahu.go.id, ada beberapa pelayanan administrasi hukum yang sudah bisa diakses semakin mudah oleh masyarakat, di antaranya:




1. Aneka administrasi Penunjang Kemudahan Berusaha Beberapa tahun belakangan, pemerintah menggenjot kinerja kemudahan berusaha (ease of doing business). Salah satu kontribusi AHU dengan mempercepat pembentukan badan usaha. Dengan layanan AHU Online, pendirian dan pengintegrasian CV (Comanditaire Venootschap) dan Perseroan Terbatas bisa secara digital. Tidak hanya mendaftarkan badan usahanya, kalau mau pesan nama perseroannya juga bisa melalui AHU Online.

 2. Membangun Organisasi atau Perkumpulan Tak hanya membuat CV atau PT, kita-kita yang mau membangun organisasi baik tujuan profit maupun non-profit bisa mendaftarkannya secara online. Semua jenis perkumpulan, di antaranya bentuk Yayasan, Koperasi, dan Partai Politik (Parpol). Seperti badan usaha, boleh banget kalau mau pesan nama melalui AHU Online.

 3. Pengurusan Wasiat Kalau punya aset atau harta yang ke depannya bisa bermanfaat buat keturunan kita, atau justru bisa disalahgunakan pihak lain, atau punya potensi konflik, ada baiknya membuat wasiat dan mendaftarkan ke Ditjen AHU. Bikinwasiatnya tetap di depan Notaris tetapi sebaiknya dilengkapi dengan pelaporan melalui AHU Online.



 4. Fidusia Pernah ndak sih teman-teman beli kendaraan bermotor, atau barang elektronik melalui mekanisme utang piutang? Kalau ada rencana untuk beli barang melalui mekanisme utang piutang ini, ada baiknya teman-teman mempelajari cara mendapatkan jaminan fidusia. Jangan sampai sudah susah-susah bayar lalu dengan mudah ditarik barangnya.

 5. Pelayanan Notaris Masing – masing layanan di atas mungkin saja butuh pelayanan dari notaris.
 Nah, Ditjen AHU juga yang berkaitan dengan para notaris. Mulai dari pendaftaran notaris dan pendaftaran ujian pengangkatan notaris.

Secara total ada 93 jenis layanan hukum yang dilayani oleh Ditjen AHU. Sebanyak 47 di antaranya sudah bisa dilayani melalui aplikasi AHU Online atau bisa diakses melalui ahu.go.id, dengan layanan berbasis online. Sementara 43 layanan sisanya masih manual.

Jadi, ternyata layanannya ada banyak banget, ya. Nggak cuma masalah kewarganegaraan aja,

Semoga ini bisa menjadi informasi yang berguna buat teman- teman.









14 September 2019

PESONA KERAJINAN INDONESIA DI PAMERAN KRIYA NUSA 2019


Suatu siang di sebuah acara di Kembang Goela Resto,

"Seberapa Indonesia, kah, kamu?" Suara Yosh Aditya sang pemandu acara, menyapa seluruh tamu undangan yang hadir pada 9 September 2019 lalu. 
Mendengar pertanyaannya, semua menjawab dengan spontan. "Indonesia banget laah.."

Sudah pasti dong, ya. Siapa yang nggak cinta sama tanah airnya sendiri.




Tapi masalahnya, bukan soal cinta tanah air yang ditanyakan Yosh. Tapi, sejauh mana, kita sebagai warga negara Indonesia, mencintai produk-produk hasil buatan tangan bangsa sendiri. Mulai dari ujung kaki, sampai ujung kepala. Nah, lho!

Makanya, waktu itu, Yosh bikin games tentang seberapa Indonesianya kamu. Pesertanya adalah, siapa yang berani maju dan nunjukin apa aja produk Indonesia yang dipakai saat itu. Yang terbanyak pakai produk dalam negeri, dialah yang menang.

Seru deh..




Teman-teman ada yang pakai batik, tas kulit, bros, jilbab, lurik dan baju tradisional suku Asmat. Mereka semua berhak memenangkan hadiah yang disiapkan panitia.

Saya nggak pakai buatan Indonesia? Hehehe, pakai dong. Waktu itu saya cuma pakai dua item yang terlihat Indonesia banget. Yaitu sepatu batik dan gelang batu souvenir dari Candi Borobudur. Baju sih bikin sendiri. Tapi  udah yakin aja gak bakal menang, jadi gak maju.

Teman-teman suka pake produk dalam negeri?

Hayoo, coba diingat-ingat lagi. Kalau masih banyak menggunakan produk luar, mungkin itu karena kita belum mengenal produk Indonesia yang nggak kalah kerennya dengan produk luar. Bahkan, karena keindahannya, banyak turis yang rela berburu kain-kain tradisional di daerah yang terpencil. Mereka begitu menghargai setiap proses yang dilalui para pengrajin. 

Bagaimana dengan kita?

Di acara Temu Netizen #Kriyanusa2019 yang saya hadiri bersama teman-teman dari Blogger Crony Community kemarin, senang sekali bisa mengikuti bincang-bincang bersama narasumber Bapak Widodo Muktiyo (Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo RI), Ibu Euis Saedah (Sekretaris Jenderal Dekranas), Ibu Triana Rudiantara (Ketua Bidang Humas, Promosi, dan Publikasi KriyaNusa), dan Ibu Septriana Tangkary (Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman Kemkominfo RI). 




Turut hadir juga Kak Yosi Project Pop yang akan sharing tentang kecintaannya pada produk Indonesia.

Bincang-bincang hari itu adalah tentang kemajuan yang dialami pelaku UKM di Indonesia. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, UKM di daerah-daerah dari seluruh Indonesia siap untuk mengambil peran melalui dunia digital, ikut serta meramaikan e-Commerce dengan produk yang berkualitas.

Ibu Septriana Tangkary bahkan memamerkan outfit yang dipakainya hari itu. Tas yang dibuat oleh korban bencana Tsunami Banten, dan juga baju yang dibuat dari kain perca yang cantik. Melihat penampilannya yang keren, rasanya ikut bangga.


Dengan  makin mudahnya masyarakat Indonesia mengakses internet, maka semakin terbuka lebar jalan bagi para pelaku UKM untuk mengenalkan produknya secara luas. 

Wah, seneng banget ya.. berarti sekarang akan lebih mudah bagi kita, untuk mendapatkan berbagai kerajinan Indonesia. Nggak perlu datang langsung ke tempatnya.



PAMERAN KERAJINAN KRIYA NUSA 2019



Kita patut bersyukur karena keragaman budaya yang ada, membuat kerajinan yang dibuat setiap daerah  jadi memiliki  ciri khas masing-masing. Mulai dari motif tenun, songket, bahkan batik pun muncul dengan keragamannya masing-masing. Jenis produknya pun berkembang pesat. Mulai dari souvenir, aksesories dan pelengkap penampilan seperti topi, ikat pinggang, syal, tas dan juga sepatu.

Pengen tau nggak, gimana beragamnya produk kerajinan Indonesia?

Buat teman-teman yang ingin mengenal lebih jauh betapa cantiknya produk kerajinan Indonesia, ada pameran yang sayang banget kalau dilewatkan. Mulai tanggal 11 sampai 15 September 2019, akan ada Pameran Kerajinan Kriya Nusa 2019 yang diselenggarakan oleh DEKRANAS yang akan menampilkan berbagai macam kerajinan dari berbagai daerah di Balai Kartini, Jl. Gatot Soebroto kav. 37, Jakarta Selatan 12950.

Mengambil tema "Peningkatan Daya Saing Produk Kerajinan Melalui Pengembangan Kreativitas dan Kewirausahaan" Dekranas mengukuhkan bahwa produk kerajinan Indonesia memiliki kualitas yang patut dibanggakan dan dapat diterima di mata dunia. 

Peserta pamerannya sendiri melibatkan 246 stand yang terdiri dari :

  • KEMENTERIAN dan BUMN yang akan menampilkan 37 stand
  • DEKRANASDA menampilkan 170 stand yang terdiri dari 34 propinsi
  • INDIVIDU 25 stand
  • MITRA 8 stand
  • ASOSIASI 6 stand   

Produk yang dipamerkan terdiri dari berbagai kategori. Yaitu :

  • Tekstil
  • Keramik
  • Serat Alam
  • Batu-batuan
  • Logam
  • Kayu
  • Bahan Baku Alam
  • Bahan Baku Alam Olahan
  • Lukisan

Banyak banget ya, kategori produknya..
Coba lihat foto-foto di bawah ini. Semua bikin lapar mata ^^

(Foto Dok : Daffana)

(Foto Dok : Daffana)


(Foto Dok : Daffana)

Dengan kerajinan yang berkualitas dan beragam seperti ini, bisa banget jadi modal Indonesia untuk sukses di pasar internasional. Tahun lalu aja, ekspor produk kerajinan nasional menghasilkan 1,2 juta dolar AS bagi devisa Indonesia. Semoga di tahun ini dan yang akan datang, semakin meningkat, ya.

Yuk, sama-sama kita dukung supaya produk Indonesia semakin disukai masyarakat dunia.Tanamkan kecintaan untuk 100% mencintai produk-produk Indonesia dan bangga menggunakannya. Kalau bukan kita, siapa lagi, kan?




Jadi, gimana, sudah siap berkunjung ke pamerannya? 













27 August 2019

Mau Liburan Sehari di Blitar dengan Bujet Terbatas? Yuk, Coba Itinerary Ini


Punya rencana liburan dalam waktu dekat? Nggak usah jauh-jauh, ada banyak tempat liburan menarik yang bisa dijangkau dengan mudah. 

Meski tidak terlalu jauh, tetap saja ada beberapa hal yang harus dipikirkan saat merencanakan liburan ke sebuah daerah, mulai dari transportasi, akomodasi, tempat wisata, dan makan. 
Namun, sepertinya memikirkan semua hal tersebut belumlah cukup, ya.. tanpa dana dan waktu yang cukup, rencana perjalanan tidak akan terlaksana. Seringkali, karena keterbatasan akan dua hal tersebut, sering membuat orang mengurungkan niat liburan.

Tapi, meski dengan waktu dan dana terbatas, liburan bisa tetap terlaksana, kok. Asal pandai-pandai aja atur strategi agar liburan terlaksana dengan baik dan menyenangkan.
Nah, bagaimana kalau liburannya ke Blitar aja.. nggak perlu jauh-jauh, kan.


(Sumber : jejakpiknik.com)


Jika berencana berlibur ke Blitar dengan bujet terbatas dan hanya punya satu hari, Kita bisa ke mana saja, ya?
Ok, berikut ini, adalah rencana perjalanan hemat yang bisa dicoba jika berkunjung ke Blitar.


1. Pecel Mbok Bari 6

 Memulai hari dengan sarapan di kedai Pecel Mbok Bari 6. Tempat makan satu ini terbilang cukup legendaris di Blitar. Pasalnya, Pecel Mbok Bari 6 sudah ada sejak tahun 1964. Angka 6 di belakang nama Pecel Mbok Bari merupakan pertanda nomor cabang. Itu artinya setidaknya sudah ada enam cabang kedai pecel ini di Kota Proklamator. Dengan harga murah, teman-teman sudah bisa mendapatkan seporsi nasi pecel. Sayuran yang disiram sambal pecel dari kacang tanah sungguh begitu nikmat. Belum lagi, tambahan tempe sekaligus iwak peyek membuat kuliner sederhana ini semakin menggugah selera. Kita pun bisa menambahkan lauk sesuai keinginan. Selain nasi pecel, tersedia beberapa pilihan menu yang bisa dicoba, seperti rawon atau urap. 


 2. Makam Bung Karno 

Setelah kenyang, teman-teman bisa berkunjung ke objek wisata andalan Blitar, yaitu Makam Bung Karno. Tempat peristirahatan terakhir Sang Proklamator ini berada di sebuah area khusus di bawah naungan bangunan joglo. Tak hanya berziarah ke makam presiden pertama Indonesia, Teman-teman juga bisa berkunjung ke museum yang ada di kompleks Makam Bung Karno. Di sini, terdapat lukisan, foto, dan berbagai barang peninggalan Bung Karno. Selain itu, ada pula sebuah perpustakaan yang menyimpan berbagai buku karangan Soekarno, termasuk buku-buku karya pengarang lain. Peta, atlas, lukisan, foto, relief, sampai referensi berbentuk CD/VCD juga tersimpan dengan baik di kompleks Makam Bung Karno.

3. Candi Penataran

 Objek wisata sejarah peninggalan Kerajaan Kediri—tetapi sempat digunakan oleh Kerajaan Majapahit—ini berada di Penataran, Nglegok. Candi Penataran merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Jawa Timur dengan luas mencapai 12.946 m2. Kompleks di lereng Gunung Kelud ini terbagi menjadi beberapa area, di antaranya halaman depan, tengah, dan belakang. Di masing-masing halaman, terdapat candi yang berbeda, mulai Candi Candra Sengkala, Candi Naga, dan candi utama yang sering disebut Candi Palah (Penataran). Selain candi-candi besar, Teman-teman juga dapat menyaksikan candi-candi perwara, beragam patung dan relief, dan artefak kuno lainnya.


4. Pantai Tambakrejo

Rasanya kurang lengkap berwisata ke suatu daerah tanpa mampir ke pantainya. Saat di Blitar, Teman-teman dapat bertandang ke Pantai Tambakrejo. Objek wisata ini memiliki garis pantai yang cukup panjang, yakni sekitar 10 km. Pantai Tambakrejo memiliki hamparan pasir putih yang sempurna untuk  duduk santai sembari menikmati pemandangan alam. Ombak Pantai Tambakrejo tergolong cukup besar dengan perairan berwarna kebiruan. Besarnya ombak tersebut membuat larangan berenang di pantai ini. Namun, jangan kuatir, masih ada alternatif kegiatan lain, yaitu menikmati pemandangan senja memikat di Pantai Tambakrejo. 


 Bagaimana? Sudah siap menjelajah Blitar dengan itinerary hemat di atas? Atau, teman-teman sudah punya rencana perjalanan yang lebih beragam? Ayo, segera siapkan segala sesuatu sebelum teman-teman berlibur ke Blitar, termasuk masalah akomodasi. Pilih salah satu hotel di Blitar untuk memanjakan waktu istirahat selama berada di kota ini. Saatnya booking hotel tanpa ribet melalui Airy. Dengan begitu, teman-teman bisa semakin menghemat pengeluaran. Selamat berlibur.

08 August 2019

Mencoba Facial Blue Light Acne di Kusuma Beauty Clinic




"Cewek sekarang kenapa deh, ribet banget
ama skincare!"

Hehehe, akhir-akhir ini saya sering memerhatikan timeline twitter yang beberapa di antaranya membahas masalah perempuan yang rela mengeluarkan uang lebih untuk melakukan perawatan wajah.

Kayaknya, menurut sebagian cowok, nggak perlu lah sampe gitu-gitu amat.
Wah, opini kayak gini tentu saja membangkitkan amarah para cewek, ya.. Uang ya uang sendiri, kenapa juga pada ribut. Cewek kan merawat diri untuk kebahagiaannya sendiri. Ya, nggak..

Yap, bener banget. Sebagai wanita dewasa yang usianya sudah 40+, saya seneng banget melihat mereka mau merawat kulit dengan baik. Saya aja nyesel, kenapa dulu males menyediakan waktu untuk facial. Kenapa dulu nggak aware dengan panasnya matahari di siang yang menyengat. Selow aja nggak pake sunblock. Padahal, sinar ultraviolet bisa membawa dampak buruk bagi kulit. Ditambah lagi dengan bertambahnya usia, perubahan seperti kerutan halus nggak bisa ditolak, di sekitar mata, di garis senyum, di jidat. Uuuuh, betapa deh rasanya :D padahal, tuh ya, masalah kayak gini bisa dicegah supaya datangnya agak lama'an dikit.

Yah begitulah. Penyesalan memang selalu datang terlambat. :(

Jadinya malah saya yang belajar dari anak-anak muda yang care banget sama kulitnya itu.

So, setelah memerhatikan kondisi wajah di depan cermin, saya memutuskan untuk mulai peduli. Please deh, nggak akan cukup hanya dengan cleansing milk, facial wash dan toner. Apalagi masker yang hanya seingatnya! Nggak cukup, Way!

Saya buka box tempat menyimpan kosmetik. Masih lengkap sih. Day cream, night cream, essence dan lain-lain masih ada. Tapi, OMG, semua expired antara bulan Juli dan Agustus. Whuaaaaaa!
Seketika rasa penyesalan datang lagi. Nyesek liat isinya cuma berkurang secuil. Huuft.

Akhirnya, ya sudahlah. Ikhlasin aja. Toh waktu juga gak akan kembali. Saya mulai dari nol aja lagi.^^


Mulai merawat kulit dengan Facial Blue Light Acne





Atas saran beberapa teman yang pernah mencoba, sebagai langkah awal saya mencoba facial di Kusuma Beauty Clinic. Sebuah klinik kecantikan yang sudah berdiri selama 20 tahun. Udah lama banget, ya.

Terletak di jalan metro pondok Indah - Jakarta Selatan, Kusuma Beauty Clinic sangat mudah ditemukan, karena posisinya berada persis di pinggir jalan. Selain itu, tulisannya juga cukup besar terlihat dari jalan raya.


Pukul 13.00 wib, saya sampai di lokasi, sesuai dengan jam kunjungan yang telah saya infokan sebelumnya kepada resepsionis.
Kedatangan saya disambut dengan senyum ramah. Setelah diminta menunggu beberapa saat, akhirnya saya dipanggil untuk memasuki ruangan perawatan.

Kusuma Beauty Clinic memiliki beberapa macam treatment. Jadi ada beberapa ruang perawatan, sesuai dengan fungsinya. Saya pun nantinya akan pindah ruangan juga.

Pada tahap pertama, wajah saya dibersihkan dulu dengan lembut. Seneng deh, rasanya kayak dimanjain gitu. Abis itu diuap. Supaya nantinya lebih mudah mengeluarkan komedo ataupun jerawat. Sayangnya, saya datang sendiri, jadi nggak ada yang fotoin. :D

Sampai pada saat pembersihan komedo, saya sudah bisa menebak apa yang akan terjadi. Mbaknya panen komedo 😂
Hahaha, entahlah, saya nggak bisa mengingat kapan terakhir kali saya facial. Selama ini, untuk menumpas komedo, saya selalu pake perekat untuk mengangkat komedo bandel. Ternyata nggak boleh sering-sering juga. Komedo nggak seutuhnya nempel di perekat. Seringkali sebagian malah tertinggal. Jadi, yang bersih hanya di permukaan. Begitu kata mbaknya. Oke, catet!

Untungnya tahap pemencetan komedonya nggak terlalu sakit. Jadi, saya merasa nyaman.

Setelah tahap pembersihan komedo, selanjutnya dioleskan obat anti radang. Supaya bekas jerawat dan komedo yang tadinya diangkat, nggak meradang.

Setelah itu ada beberapa tahap lagi, sayangnya saya lupa. Mungkin karena suasananya nyaman saya jadi ngantuk dan ketiduran. Pas sadar, ketika
Samar-samar mbaknya ngasih tau kalau saya harus pindah ruangan.

Saya pindah ke ruangan yang ada alatnya. Bellalux adalah alat untuk melakukan perawatan blue light acne.
Cara penggunaannya, kedua mata dikasih penutup dulu, setelah itu wajah akan disinari dengan cahaya biru selama beberapa menit.
Agak degdegan sih. Soalnya baru kali ini saya melakukan perawatan dengan menggunakan alat seperti ini.




Setelah beberapa menit, blue light acne selesai. Tanpa terasa, semua tahap tuntas sudah.
Di sesi terakhir, saya akan berkonsultasi dengan dokter.

Sambil mengenakan jilbab, saya melihat ke cermin. MasyaAllah, muka saya bersih banget. Kayak sulap aja. Wajah berseri seketika. Hahaha.. *norak yaaa 😂




Konsultasi dengan dokter 



Akhirnya sampai juga saya di tahap terakhir. Yaitu konsultasi dengan dokter. Kulit wajah saya diperhatikan dengan seksama. Katanya, cara saya membersihkan salah. Saya nggak bisa ngeless lagi, karena, bekas tarikan kapas saat memakai cleansing meninggalkan bekas tarikan yang cukup jelas. Selama ini, saya menarik kapas ke samping arah luar pipi. Padahal caranya gak gitu. Seka aja perlahan ke arah atas. Jangan ke samping.
Huhuhuu, nyesel lagi, deh.

Selain itu, masalah kulit wajah saya yang dulunya berminyak, sekarang malah jadi cenderung kering. Ya, jadi butuh perhatian ekstra.




Usai konsultasi, dokter menyarankan untuk mencoba serum dan krim malam untuk saya pakai. Oh ya, ada pesan juga dari dokter, jangan lupa setiap hari pakai sunblock untuk menghindari efek buruk sinar matahari.
Oke, dok. InsyaAllah gak kan saya lupakan. :)

Setelah mencoba facial dengan blue light acne, saya merasakan kulit menjadi lebih bersih dan bercahaya. Next, saya mau cobain facial oxy juga. Kata teman-teman sih, bagus dan bikin fresh gitu. Jadi pengen juga.



Kalau teman-teman tertarik untuk mencoba, bisa langsung kepoin IGnya ya. Datengin aja klinik yang paling dekat. Karena Kusuma Beauty Clinic ada di Puri Indah, Modernland dan Pondok Indah. Jangan lupa juga, ada promo di waktu-waktu tertentu. Lumayan kan, sisanya bisa buat yang lain-lain.











09 June 2019

Ramadan Sehat dan Cantik Bersama Marcks' Venus dan HIJUP






Hai, teman-teman.. 
Selamat lebaran, ya.. Minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin :) 

Setelah menjalankan puasa selama sebulan penuh, pasti banyak banget pengalaman mengesankan selama menjalankan ibadah puasa kemarin. Alhamdulillah bila semua berjalan lancar. Semoga di tahun depan, kita masih dipertemukan lagi dengan indahnya bulan ramadan. Aamiin. 

Oh ya, di bulan ramadan kemaren juga, saya bersama teman-teman dari Blogger Crony Community mendapat kesempatan untuk menghadiri acara yang diadakan  HIJUP dan Marcks Venus di Madame Delima, Menteng, pada tanggal 26 Mei 2019. Dalam acara "Iftar & Beauty Soiree" bersama beauty influencer Linda Kayhz, yang akan berbagi tips menjalani ramadan yang sehat dan cantik. Acara dihadiri juga oleh Ibu Tri Tunggal dan Ibu Tanti Meliantina dari Marcks Venus. 





Selain itu juga ada workshop menghias