30 March 2020

CARA MUDAH BEBAS GERAH DENGAN MANDI PARFUM VITALIS






Selama sekolah diliburkan dan pemerintah menetapkan masyarakat untuk melaksanakan social distancing, anak-anak menjalani aktivitas belajar secara online. Mulai isi absen dan belajar sejak pagi, mengerjakan soal, berdiskusi, hingga siang hari. Selanjutnya, mengerjakan PR yang akan dikumpulkan esok hari.
Sebagai orang tua, saya seneng sih, karena mereka tetap berinteraksi dengan guru dan teman-temannya. Tetap belajar walau sambil rebahan. 

Saya sendiri, selama menjalani masa "di rumah aja" ini, melakukan banyak kegiatan untuk mengisi waktu luang. Memasak, membersihkan rumah dan belakangan kegiatan makin bertambah dengan menjahit. Kebutuhan masker kain di masa merebaknya penyebaran virus Covid 19, membuat saya tergerak untuk memudahkan orang-orang untuk mendapatkan masker dengan harga terjangkau.



Kalau melakukan tugas seperti memasak dan pekerjaan rumah sehari-hari sih, sudah biasa, ya. Tapi saya nggak nyangka kalau menjahit dalam jumlah banyak, benar-benar membuat saya lelah. Badan jadi terasa lengket karena keringetan terus. Ganti baju juga nggak banyak membantu. Karena nggak lama jadi keringetan lagi. Karena nggak nyaman, saya jadi sering mengeluh. 

"Duh, kenapa badan jadi nggak enak gini, ya.. gerah banget!" keluh saya sambil mengikat rambut. Padahal cuaca hari itu tidak terlalu panas.

"Mama udah mandi, belum?' sambar si Kakak. Anak gadis saya ini, paling rajin merawat diri. 

"Udah, lah. tadi mama mandi, kok. malah udah ganti baju" 

"Mandi jangan buru-buru, Ma.. harus dinikmati biar badan rileks. Apalagi mama menjahit terus. Coba dilamain mandinya" 

kata-katanya membuat saya pengen ketawa. Time flies. Anak saya sudah gede, Sudah bisa kasih masukan sama mamanya. Menurutnya, mandi saya kurang lama. Hihiii, iya sih. Sejujurnya memang iya. 


SEGARNYA MANDI DENGAN VITALIS PERFUMED MOISTURIZING BODY WASH 





Nggak nyaman dengan rasa gerah yang muncul, akhirnya saya menuruti saran si kakak. Mencoba mandi dengan tidak terburu-buru. Memang sih, saya jarang banget mandi lama-lama. Apalagi kalau banyak rencana yang mau dilakukan. Mandi cukuplah sebatas membersihkan diri aja. Keramas, sikat gigi, sabunan, dan bersihin muka. Abis itu, udah. 

Padahal, kalau dipikir-pikir, badan butuh juga disayang-sayang dan dimanjakan. Saat mandi, badan akan lebih segar. Pori-pori akan terbuka dan kotoran akan luruh. Belum lagi kalau mandinya juga pakai sabun yang wangi. 

Hm. iya.. seperti sabun si kakak yang saya pakai. Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash bikin mandi jadi lebih menyenangkan. Wanginya berasa mandi parfum. Mewah banget!
Selain wanginya yang mewah, saya suka kandungan moisturizernya. Kulitkan gampang banget jadi kering. Nah, Vitalis ini bikin kulit lembab. 

Ada tiga varian Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash yang bisa dipilih sesuai mood. Kadang, suasana hati suka beda-beda tiap harinya, kan.

 White Glow ( Skin Brightening )





Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash dengan botol berwarna pink cantik ini, memiliki kandungan Licorice dan susu yang dapat melindungi kulit dari sinar UV serta membantu mencerahkan kulit. Perpaduan Cherry, raspberry serta wangi marsmallow dan gardenia membuat wanginya terasa menyegarkan. 


Fresh Dazzle (Skin Refreshing)





Varian yang mengandung ekstrak jeruk yuzu yang dikemas dalam botol berwarna hijau ini dapat menyegarkan kulit.  Anti oksidan yang terkandung dalam green tea nya dapat menghilangkan racun yang ada di kulit. Sesuai dengan slogannya  'Skin Refreshing'   pastinya sehabis mandi bikin langsung ngerasa fresh  dan wangi. Aroma floral bouquet, jeruk bergamot, musk dan amber berpadu menjadi satu. Yang pasti wanginya bikin mood jadi happy. Dan Fresh Dazzle ini, adalah wangi favorit saya. Untuk saat ini sih. Nanti kalau mood berubah, ya tinggal pilih aja, mau mandi parfum varian yang mana. 



 Soft Beauty (Skin Nourishing)





Varian yang terakhir, dengan botol warna ungu. Mengandung ekstrak alpukat dan Vitamin E. Membuat kulit semakin lembut dan kenyal. Aroma dari Vitalis Soft Beauty ini mempunyai aroma yang khas, yaitu bunga mawar, fruity aldehydic dan sandalwood bercampur menjadi satu. Aromanya elegan dan soft. Membangkitkan suasana jadi terasa lebih menyenangkan. Yakin, sehabis mandi, bawaannya happy aja.




Mandi dengan Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash, memang memberikan pengalaman yang berbeda. Setiap kali mandi, saya jadi tak ingin buru-buru menyudahinya. Menikmati wangi dan busa lembutnya saat menyentuh kulit membuat saya rileks dan melupakan sejenak pekerjaan yang menanti. Bener juga nih, saran si kakak. Kalau dulu mandi hanya sekadar bersih karena dikejar waktu, sekarang tidak lagi. Mandi haruslah menjadi sesuatu yang menyenangkan.
Dengan sengaja meluangkan waktu lebih lama untuk mandi dan merawat diri, sama seperti menunjukkan rasa syukur karena sudah diberi karunia dan kesehatan oleh Yang Maha Kuasa. 

Selain itu, mandi parfum Vitalis membuat aktivitas saya jadi tidak terganggu keringat lagi. Sepanjang hari terasa segar dan wangi. Mau jahit terus? hayuk, aja!











08 March 2020

PRUCINTA BUKTI CINTA PADA YANG TERCINTA





Pertengahan February lalu, kabar tentang kepergian Ashraf Sinclair, seorang artis yang juga suami dari Bunga Citra Lestari begitu mengejutkan. Rasanya tak percaya, karena kepergiannya begitu mendadak. Saya pun ikut sesegukan saat melihat BCL dan anaknya Noah, melepas kepergian orang yang begitu mereka cintai. Sedih. 
Yah, begitulah hidup. Kehilangan selalu menyakitkan walau kita tahu, umur sudah ditentukan. 

Bicara tentang kehilangan, hati saya kembali tersentuh ketika menonton video yang diputar di acara launching produk baru PRUCinta dari Prudential pada tanggal 3 Maret lalu. Rasanya seperti kembali tersadar, ada yang harus disiapkan selain tabungan amal. Bagaimana jika kita menghadapi kenyataan bila pasangan hidup harus berpulang. Bagaimana cara mengatasi semua persoalan hidup yang menuntut harus diselesaikan. Apa yang akan terjadi bila ternyata, kita nggak punya simpanan untuk memenuhi semua kebutuhan. Sementara, hidup harus terus berjalan.

07 March 2020

SOFT LAUNCHING HOPS.ID DAN BINCANG-BINCANG TENTANG WABAH VIRUS CORONA


Akhirnya, apa yang dicemaskan oleh masyarakat dunia tentang wabah virus Corona, sampai juga di Indonesia. Setelah dua bulan terakhir disuguhi berita tentang penyebaran virusnya yang begitu cepat. Kita semua tersentak, begitu mendengar pengumuman resmi Bapak Presiden Jokowi, tentang dua warga Depok yang positif terjangkit virus Corona. 

Virus Corona yang bermutasi dan dinamakan Covid 19 ini, menjadi topik yang dibicarakan di mana-mana. Beruntungnya, kita bisa mendapatkan informasi dengan mudah. Di Tv, di social media, bahkan di grup-grup whatsapp teman maupun keluarga. Banyak informasi yang beredar tentang bagaimana cara penyebaran dan bagaimana cara menghindarinya.

Sayangnya, nggak semua informasi yang beredar itu benar. Banyak juga berita hoaks yang kemudian ditelan mentah-mentah oleh sebagian orang, kemudian tanpa pikir panjang, langsung menyebar ulang. Selanjutnya, bisa dibayangkan lah ya, apa yang akan terjadi. Masyarakat akan termakan berita palsu yang bisa menyesatkan.

Pentingnya mencermati kebenaran sebuah berita memang nggak mudah. Karena nggak setiap orang mau bersusah payah menelusuri benar atau tidaknya sebuah berita. Begitu dirasa penting, langsung share. Akhirnya berita menyebar tanpa bisa dikendalikan.

Di acara yang saya hadiri Sabtu, 29 Februari 2020, bertempat di Hotel Santika Premier, Hops.Id, sebuah portal berita yang hari itu dilaunching, bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia menggelar sebuah bincang-bincang tentang virus Corona, yang diberi tajuk "Belajar dari Corona, si penyakit mematikan" bersama narasumber Dr. Moh Adib Khumaini, SpOT, dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, Dr. Mahesa Paranadipa, MH dan penyanyi Antonius Aninditya Abirama Anggoro atau yang akrab dipanggil Abirama.


Acara diawali dengan soft launching Hops.Id, yang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh mas Hadi Suprapto, CEO dari Hops.Id. Disusul dengan perkenalan seluruh tim Hops,Id.




Sebagai media online yang bergerak di bawah naungan Hops Media Grup, kehadiran Hops.Id di tengah masyarakat adalah untuk menyajikan berita-berita dengan konten berkualitas sekaligus menghibur. Viral dan Trending. Meski

11 February 2020

LAKUKAN HAL INI UNTUK CEGAH KANKER SEJAK DINI




Teman-teman tahu nggak, kalau tanggal 4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia?
Sejujurnya, saya juga nggak begitu hapal, sih. Tapi, karena di depan Kemenkes selalu dipasang spanduk-spanduk tentang hari-hari peringatan dan info kesehatan yang sangat penting, setiap lewat di depannya, saya jadi tahu, apa-apa aja yang sedang dikampanyekan, untuk disebar luaskan kepada masyarakat. 

Seperti tanggal 4 Februari 2020 lalu. Beruntung sekali saya dan teman-teman blogger dapat mengikuti Pertemuan Social Media Influencer, yang diadakan di Manhattan Hotel, Kuningan - Jakarta Selatan.

Acara ini menghadirkan narasumber ahli yang banyak sekali memberikan fakta-fakta seputar kanker. Di antaranya Direktur P2PTM, dr. Cut Putri Arianie, MHKes, Prof Dr dr Soehartati A, Gondhowiardjo, Sp.Rad(K)OnkRad, dr. Aldrin Panca Putra, Sp.Ak Dan juga sharing dari Mbak Friska Batubara, tentang pengobatan yang dijalani sang Papa, mantan menteri Kosmas Batubara, di Rumah Sakit di Indonesia.




Penyakit tidak menular yang disebut kanker ini merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya sel/jaringan abnormal yang bersifat ganas. Tumbuh dengan cepat dan tidak terkendali hingga kemudian menyebar ke tempat lain dalam tubuh si penderita. Sel kanker bersifat ganas dan menginvasi serta merusak sel-sel normal di sekitarnya, sehingga merusak fungsi jaringan tersebut.

Bahayanya, penyakit kanker merupakan penyebab kematian kedua terbesar di dunia. Lebih dari 18 juta orang terdiagnosis kanker dan 9,6 juta orang meninggal akibat kanker di setiap tahunnya. Diperkirakan, pada tahun 2040 nanti, akan mengalami peningkatan menjadi 28,5 juta orang. Bisa dibayangkan betapa menakutkannya.


FAKTOR RISIKO PENYAKIT KANKER


Munculnya penyakit kanker, tentunya karena adanya faktor risiko yang  membuat kondisi tubuh menjadi rentan untuk terkena kanker. Berikut ini adalah faktor risiko yang mulai saat ini harus kita hindari. Di antaranya :


  • Makanan yang kontak dengan zat-zat kimia, yaitu 6P : Penyedap, Perasa, Pengawet, Pengasinan dan Pengasapan
  • Polutan
  • Diet tidak seimbang, rendah serat dan tinggi lemak
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Paparan asap rokok dan produk tembakau
  • Paparan lingkungan berbahaya
  • Konsumsi alkohol
  • Perilaku seksual yang berisiko
  • Paparan sinar ultraviolet
  • Heriditas atau keturunan

Bila melihat faktor risikonya, beberapa tentunya mungkin kita lakukan tanpa sadar ya. Seperti diet tidak seimbang, kurang gerak, paparan sinar ultraviolet dan kontak dengan zat kimia, dan lainnya.


Kondisi ini, membuat kita luput untuk melakukan deteksi dini. Padahal deteksi dini terbukti dapat membantu penanganan lebih cepat.

Menurut data yang dikeluarkan oleh WHO (Globocan 2018) menyebutkan terdapat sekitar 348.809 kasus baru kanker, dan angka kematian mencapai 207.210 untuk wilayah Indonesia. Ini disebabkan karena sebagian besar (sekitar 65%) pasien datang berobat pada saat sudah berada di stadium lanjut. Ini membuat penanganan yang diberikan, lebih bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup atau paliatif dibandingkan dengan tujuan mengontrol kanker dan mencegah penyebaran.

Andainya, penyakit diketahui lebih awal, banyak nyawa yang bisa diselamatkan.

Ya, itulah  fakta yang sedang terjadi, di tengah masyarakat saat ini. Apalagi Stadium awal kanker, tumbuh setempat dan tidak menimbulkan keluhan ataupun gejala yang dirasakan. Ini yang menyebabkan orang tidak menyadari sudah terkena kanker dalam tubuhnya, hingga bertahun-tahun kemudian, kesehatan mulai terganggu dan terlambat mendapat penanganan.

Nah, sebagai panduan, ada 7 hal yang harus diwaspadai dan diperhatikan. Bila sedang merasakan gangguan kesehatan seperti di bawah ini, segera periksakan ke dokter untuk memastikan ada tidaknya kanker.




JENIS-JENIS KANKER


Sebenarnya ada banyak jenis kanker yang menyerang siapa saja, baik pria, wanita bahkan anak-anak sekalipun. Tanpa memandang usia. 

Beberapa jenis kanker yang menyerang pria di antaranya, kanker paru-paru, kanker kolorektal, kanker prostat, kanker hati dan nasopharing. Kanker paru merupakan kasus kanker terbanyak pada pria dan menduduki urutan ke 4 terbanyak pada perempuan. Lebih dari 20% kematian kanker disebabkan karena merokok dan 70% akibat kanker paru. Kanker ini merupakan penyebab kematian utama baik pria maupun wanita. 

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa pada tahap awal, kanker tidak menunjukkan gejala, kanker paru hanya akan muncul ketika perkembangan kanker telah mencapai suatu tahap tertentu.  Untuk mengetahuinya bisa dengan melakukan foto rontgen paru atau dengan metode MSCT Low Dose (Multi Slice CT Low Dose)
Namun kita bisa mewaspadai bila ada gangguan seperti :

  • Batuk-batuk dengan atau tanpa dahak
  • Batuk darah
  • Sesak napas
  • Suara serak
  • Sakit dada
  • Sukar menelan
  • Benjolan di pangkal leher
  • Sembab di muka dan keher, kadang disertai sembab lengan dengan rasa nyeri yang hebat
Dan gejala yang tidak khusus seperti :

  • Berat badan berkurang
  • Nafsu makan hilang
  • Demam hilang timbul
  • Sindrom paranegolastik
Biasanya, kanker paru dialami oleh pria usia 40 tahun dan merupakan perokok aktif atau pasif yang bekerja atau tinggal di lingkungan dengan paparan karsinogen tinggi. Selain itu bisa disebabkan faktor genetik atau riwayat kanker paru dalam keluarga.

Sebagai pencegahan, hindari faktor risiko kanker paru, hindari asap rokok, berhenti merokok, makan makanan sehat dan berolahraga secara teratur.


KANKER LEHER RAHIM 


Kanker leher rahim, adalah kanker nomor 2 terbanyak yang dialami wanita di Indonesia, dengan kasus baru sebesar 23,4 per 100.0000 penduduk. Faktor risiko kanker leher rahim adalah karena Human Papilloma Virus (HPV), yang mudah ditularkan melalui kontak seksual.

Berikut ini adalah faktor risiko yang menyebabkan kanker leher rahim.

  • Menikah atau mulai melakukan aktivitas seksual di  usia muda di bawah usia 20 tahun
  • Berganti-ganti pasangan seksual
  • Melakukan hubungan seks dengan pria yang sering berganti-ganti pasangan
  • Riwayat infeksi di daerah kelamin atau radang panggul (IMS)
  • Perempuan yang melahirkan banyak anak
  • Merokok atau terpapar asap rokok
  • Memiliki riwayat keluarga dengan kanker
  • Kurang menjaga kebersihan alat kelamin
  • Adanya riwayat tes pap yang abnormal sebelumnya
  • Penurunan kekebalan tubuh, misalnya karena HIV/AIDS dan penggunaan obat-obatan kortikosteroid jangka panjang

Untuk gejala yang harus diwaspadai adalah :

  • Haid tidak teratur
  • Nyeri panggul
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Keputihan atau keluar cairan encer putih kekuningan bercampur darah seperti nanah
  • Pendarahan spontan tidak pada masa haid/diantara menstruasi
  • Pendarahan pada masa menopause


Pencegahan dapat dilakukan adalah dengan menghindari faktor risiko, dan dengan melakukan vaksinasi HPV. Dan melakukan deteksi dini dengan metode papsmear atau IVA, yang dapat dilakukan di puskesmas terdekat atau fasilitas pelayanan kesehatan primer yang memiliki sarana dan prasarana yang lengkap dan terlatih.


Kanker dapat dikatakan sebagai penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup, karenanya kita dapat mencegahnya, dengan melakukan gaya hidup sehat dan menghindari faktor risikonya. Lakukan deteksi dini seperti pada kanker leher rahim, dengan pemeriksaan IVA dan Papsmear rutin, dan SADARI untuk mencegah kanker payudara. Dengan pemeriksaan dini, kita dapat mengetahui perubahan yang terjadi pada tubuh.

Lebih cepat diketahui, lebih cepat juga penanganan yang dapat dilakukan hingga kita bisa terhindar dari bahaya kanker.







06 February 2020

FILM NIKAH YUK! BUAT KAMU YANG LELAH DITANYA KAPAN NIKAH




"Nikah itu bisnis! Hubungan keduanya haruslah saling menguntungkan.
  Kalau salah satunya aja yang bahagia, buat apa menikah?"

Kira-kira, begitulah secuplik dialog yang saya ingat ketika menonton screening film Nikah Yuk! yang akan tayang serentak di tanggal 6 Februari 2020. Percakapan ini terjadi ketika Arya mengajak pacarnya menikah.

Memang nggak semua orang serealistis itu. Cinta membuat sebagian orang bahkan rela jadi bucin alias budak cinta, asalkan pasangannya bahagia. Cinta itu nggak mikirin untung rugi. Karena memang bukan jual beli.

Ya, topik pernikahan memang selalu seru untuk dibahas. Terlepas dari hambatan-hambatannya, pernikahan bahagia adalah sebuah goals yang menjadi dambaan setiap orang. Apalagi menikah adalah sebuah jalan untuk menyempurnakan ibadah. Siapa sih, yang nggak pengen menikah? 

Tapi, di sisi lain, bagi orang yang belum siap menikah, entah itu belum punya pasangan atau karena hal lain, rasanya pasti sebel kalau ditanyain kapan nikah. Belum lagi orang tua yang udah mulai sering kasih kode. Pengen punya mantu lah, pengen nimang cucu lah. Jadinya, yang belum nikah makin bete. Trus pengen banget ketemu jodoh yang langsung bilang, "Nikah Yuk!" Hayuuk! #Eh


Karena desakan keluarga dan masyarakat inilah Lens Cinema mengangkat topik menikah untuk difilmkan. Nikah Yuk! merupakan film