15 January 2019

SKILLED YOUTH III, SAATNYA ANAK MUDA RAIH KEMANDIRIAN FINANSIAL




Tingginya jumlah pengangguran di Indonesia menjadi salah satu masalah yang masih harus ditemukan solusinya oleh pemerintah. Dari waktu ke waktu, jumlahnya masih belum bisa terlalu banyak ditekan.

Lapangan kerja yang terbatas, kurangnya keterampilan membuat sumber daya yang ada, tidak mampu untuk bersaing dalam dunia kerja. Mirisnya lagi, yang menjadi pengangguran justru anak-anak muda yang masa depannya masih sangat panjang.

Kenyataan ini saya dapatkan ketika mengikuti acara South Youth Tahap ke III yang diadakan oleh Citi  Indonesia, melalui payung seluruh kegiatan CSR nya, Citi Peka (Citi Peduli Berkarya) bersama lembaga nirlaba Indonesia Business Links (IBL), yang bertempat di Financial Club, CIMN Niaga Jakarta.

Acara ini dihadiri oleh Ibu Elvera N. Makki, Director, Country Head of Coorporate Affairs Citi Indonesia, Ibu Mahatmi parwitasari Saronto, Direktur Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). Bapak Mohammad fahmi, Direktur Eksekutif Indonesia Business Links.




Berdasarkan catatan dari Badan Pusat Statistik, jumlah pengangguran penduduk usia 15 tahun ke atas mencapai 7 juta orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi didominasi oleh lulusan SMK, yaitu sebesar 11.24%. Sedangkan berdasarkan provinsi, daerah Banten merupakan daerah dengan TPT tertinggi dengan jumlah 8,52% dari total pengangguran nasional. Sedangkan Jawa Barat menempati tempat kedua sebagai daerah TPT dengan jumlah sebesar 8,17%.
Duh, banyak juga ya..

Menyadari hal ini, Citi Indonesia bersama Business Links berkomitmen dan bekerjasama untuk mendorong peningkatan kompetensi bagi generasi muda untuk meningkatkan kemampuan diri agar dapat berkarya demi meraih kemandirian finansial.

SKILLED YOUTH III 2018 - 2019


Setelah sukses dengan program Skilled Youth Tahap I dan II, maka program Skill Youth Tahap III difokuskan pada lima wilayah di Jawa Barat. Citi Indonesia dan Business Links membuat komitmen bersama pemerintah Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bekasi, Karawang, Cikarang, Purwakarta dan Bandung dengan harapan dapat menciptakan wirausaha muda yang berkarakter, tangguh dan mandiri serta dapat menciptakan lapangan kerja di lingkungannya.


Pengukuhan Komitmen Bersama 


Menariknya, pemilihan peserta Skilled Youth III ini dibuat lebih banyak dari program sebelumnya. Dengan jumlah target peserta sebanyak 250 orang dalam rentang usia 16 sampai 21 tahun. Alhamdulillah, program Skilled Youth III ini telah berlangsung dengan lancar sejak Agustus 2018 lalu dan akan berakhir pada Juni 2019 nanti. 

Peserta Skilled Youth III mendapatkan bimbingan berupa peningkatan kemampuan baik soft skill dan hard skill, pendampingan bisnis kewirausahaan dan bimbingan kerja dari mentor-mentor yang kompeten di bidangnya. Dengan menggunakan pendekatan Skilled Youth-Bekerja dan Skilled Youth-Berwirausaha, diharapkan mampu menanamkan motivasi dan membangkitkan semangat  kepada peserta untuk terus mengembangkan potensi diri dan berkarya sesuai dengan passionnya masing-masing.

Saya masih ingat dengan pesan yang diucapkan Ibu Elvera N. Makki. Anak muda masa kini harus berani bermimpi besar. Nggak boleh cepat menyerah. Bekerjalah sesuai passion, karena jika suatu saat nanti ada sesuatu yang nggak diinginkan terjadi, akan lebih mudah untuk bangkit. Benar juga ya. Passion adalah hasrat yang akan membuat kita akan terus bersemangat.

Seiring dengan pesatnya kemajuan tehnologi, tantangan lain yang harus dihadapi generasi masa kini adalah berkurangnya lapangan pekerjaan yang menggunakan tenaga manusia. Pekerjaan-pekerjaan akan lebih banyak diambil alih oleh mesin-mesin canggih. Itu lah sebabnya, cara tepat untuk mengatasinya adalah dengan mencetak wirausahawan muda yang unggul.

Senang rasanya bertatap muka dengan peserta-peserta Skilled Youth III yang sangat antusias menuntut ilmu. Tak ketinggalan, sesi sharing dari peserta Skilled Youth tahap II yang kini menjalani usaha yang digelutinya.



Beruntung sekali peserta Skilled Youth, karena pendampingan yang diberikan nggak hanya ketika dalam masa pelatihan. Mereka juga mendapatkan pendampingan pencarian kerja dan mentoring usaha. Memperkuat kemitraan multi pihak dengan pemerintah, institusi pendidikan, perusahaan , masyarakat dan media. Juga memperkuat Citibank dalam pemberdayaan pemuda.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Citibank dan Indonesia Business Link berharap kegiatan ini akan membantu memberi peluang kepada anak-anak muda generasi bangsa, untuk berperan dalam meningkatkan perekonomian. Mewujudkan masa depan cemerlang dan sukses secara finansial.

Kita doakan bersama ya, Skilled Youth selanjutnya dapat menampung lebih banyak lagi anak muda dari berbagai wilayah Indonesia.









28 December 2018

DRAMA MUSIKAL DONGENG POHON IMPIAN



Hai, teman-teman..
Masih ingatkah dengan tulisan saya beberapa waktu yang lalu, tentang Drama Musikal Dongeng Pohon Impian yang digelar oleh NIVEA, sebagai bagian dari kampanye #SentuhanIbu? Tulisannya ada di sini.

Akhirnya, waktu yang ditunggu datang juga. Senang sekali saya mendapat

SEMARAKNYA KADO AKHIR TAHUN DARI MNC VISION





Wah, nggak berasa ya, kita sudah berada di penghujung tahun 2018. Momen akhir tahun begini adalah momen yang sangat dirindukan, karena waktunya berkumpul dengan keluarga menikmati liburan seru bareng di akhir tahun. Liburan yang ditunggu-tunggu banyak orang.

Btw, teman-teman pada liburan kemana, nih?

Untuk yang pergi liburan ke luar kota atau ke luar negeri, pasti

27 December 2018

Wisata Kuliner Pucuk Coolinary X Big Bang JI Expo Kemayoran



"Dek, kita jalan-jalan yuk.. sekalian kulineran"

Tanpa perlu menunggu lama, ajakan saya langsung diiyakan Si Bungsu. Dengan wajah berbinar dan senyum mengembang, segera ia bersiap. Sayangnya, Kakak menolak ikut karena terlanjur janji dengan teman-temannya.

Pukul 13.00, Saya dan Naufal meninggalkan rumah menuju JI-Expo Kemayoran. Perjalanan kami terasa panjang karena siang itu dihadang kemacetan. Pukul 15.30 kami memasuki area Gedung Niaga. Membeli tiket masuk sebesar 30 ribu/orang dan langsung menuju

25 December 2018

PENTINGNYA MENGETAHUI HUKUM PERJANJIAN PERKAWINAN DAN SEGALA AKIBAT HUKUMNYA





Memutuskan untuk menikah dan memulai hidup baru dalam sebuah ikatan perkawinan adalah dambaan setiap orang. Karena dengan menikah, sebuah babak baru dalam kehidupan akan dimulai. 
Selain mempersiapkan diri dengan segala pernak-pernik pernikahan, termasuk memenuhi semua persyaratan untuk melangsungkan pernikahan. ternyata masih ada hukum perjanjian perkawinan yang penting untuk diketahui.

Pasti pada tau perjanjian pranikah, kan?

Nah, Desember 2018 lalu, saya berkesempatan untuk mengetahui lebih jauh tentang perjanjian perkawinan, di acara Coffee Morning - Postnup Agreement bersama Irma Devita Learning Center, di kawasan Kelapa Gading - Jakarta Timur, dengan narasumber Irma Devita, SH, MKn & Windi Berlianti, SH, MKn. Dihadiri oleh berbagai kalangan dari dalam dan luar Jakarta.
Materi yang dibicarakan adalah Prenuptial Agreement dengan segala akibatnya, akibat hukum dari Postnup Agreement, pembuatan Akta dan Pendaftarannya.

Perjanjian pranikah atau disebut juga Prenuptial Agreement, adalah perjanjian yang dibuat sebelum perkawinan dilangsungkan. Perjanjian ini bertujuan untuk memberi kejelasan tentang segala sesuatu yang disepakati bersama. Biasanya sih, tentang harta yang dimiliki pribadi kedua pasangan. Tapi, nggak selalu tentang harta sih, ada juga tentang hal-hal lain, yang pada intinya memerlukan kesepakatan bersama.



Mungkin buat sebagian orang, membicarakan soal perjanjian pranikah rasanya agak gimana gitu ya..
Kesannya, baru mau menikah, kok udah mikirin yang enggak-enggak. Atau ada perasaan, belum apa-apa udah ada rasa saling nggak percaya. Padahal tujuannya nggak gitu juga sih. Semata-mata bukan masalah ketidakpercayaan. Dan untuk perjanjian ini ada undang-undang yang diterbitkan pemerintah untuk mengatur hal ini.

Kalau dilihat dari manfaatnya, ternyata perjanjian pranikah bisa memberikan jaminan kepada kedua belah pihak, loh. Keduanya akan lebih nyaman karena harta bawaan masing-masing tetap menjadi tanggung jawab masing-masing. Bayangkan jika salah satu memiliki tanggung jawab dengan utang atau hal lainnya, kasian kan, akibatnya jadi ikut terlibat.
Demikian juga bila terjadi sesuatu yang nggak diinginkan lainnya. Perjanjian ini akan memposisikan semuanya sesuai dengan kesepakatan. Sesuai dengan undang-undang.

Jadi, harta yang didapat setelah menikah, barulah menjadi milik bersama. Tapi, perjanjian ini bisa berubah kok. Kalau nanti di tengah perjalanan berumah tangga, ingin membuat kesepakatan baru, ya boleh-boleh aja.

Pada umumnya perjanjian pranikah juga dilakukan oleh orang yang akan menikah dengan orang asing. Ada juga yang membuat perjanjian karena ingin menjadi pengusaha. Menjadi direktur dari persero aktif atau CV. Jadi, dari awal sudah dilakukan kejelasan.

Adapun syarat untuk melakukan perjanjian pranikah berdasarkan pasal 29 UU Perkawinan tahun 1974, akan dinyatakan sah dan mengikat apabila

  • Dibuat pada waktu atau sebelum perkawinan dilangsungkan
  • Dilangsungkan oleh kedua pihak atas persetujuan bersama
  • Dibuat dengan tertulis
  • Disahkan oleh pegawai pencatat perkawinan

Jadi, pada intinya yang harus diingat adalah perjanjian prenuptial harus didaftarkan atau dicatatkan dalam buku nikah atau kutipan akta perkawinan catatan sipil. Jika tidak didaftarkan, maka tidak akan mengikat bagi pihak ketiga.

Bagaimana dengan orang  yang menikah di luar negeri?

Perjanjian Prenuptial juga bisa dilakukan di luar negeri, kok. Namun baru dianggap berlaku apabila memenuhi syarat sah perjanjian kawin dalam pasal 29 UU No.1/1974, dan harus dilegalisasi oleh Kementerian Kehakiman dan/atau Kementerian Luar Negeri negara dimaksud dan Perwakilan Republik Indonesia di negara setempat.


Nah, selanjutnya bagaimana dengan perjanjian setelah menikah yang dikenal dengan Postnuptial Agreement?

Berbeda dengan Prenuptial Agreement, Postnuptial dapat dibuat di bawah tangan dan disahkan oleh pencatat perkawinan atau dengan akta notaris.
Pemisahan terhadap harta dapat dilakukan terhadap harta-harta yang diperoleh setelah perjanjian kawin dibuat. Terhadap harta yang diperoleh sebelum perjanjian kawin dibuat, berlaku ketentuan pasal 21 (3), pasal 30 (2) dan pasal 33 (2) UUPA
Dalam perjanjian kawin sebaiknya dibuatkan list harta yang sudah dimiliki sebelumnya, di mana terhadap harta tersebut tetap tercampur.


Jadi, apapun pilihannya, baik itu Prenuptial Agreement atau Postnuptial Agreement lakukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku.

Untuk lebih jelasnya, bisa kunjungi  website : www.irmadevita.com 




Irma Devita Learning Center



Kegiatan Coffee Morning yang diadakan oleh Irma Devita Learning Center (IDLC) ini, adalah event pertama yang digelar, untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang masalah hukum.

Dalam waktu dekat, IDLC akan mengadakan seminar hukum dengan bemacam-macam topik menarik lainnya. Untuk informasi bisa cek di
twitter @irmadevita.com@irmadevita.com, fb : panduanhukumpraktis Instagram : irmadevitacom

Sampai jumpa di event berikutnya, ya. :)