27 November 2018

5 BARANG YANG SELALU ADA DI TAS SAYA




Ada yang mau tau apa aja isi tas saya?
Yuk, yuk merapat. Hari ini, saya mau kasih tau 5 barang yang selalu ada di tas saya.
Nggak ada yang aneh sih, karena semuanya memang barang yang penting. Kalau satu aja nggak kebawa rasanya nggak nyaman.
Segera saya ceritain apa aja ya..

1. Handphone

Ini super dupper penting. Rasanya lebih rela ketinggalan dompet daripada ketinggalan handphone. Karena semua pekerjaan mengharuskan saya untuk main hp πŸ˜†. Nggak bawa handphone berarti saya nggak bisa live twitt, nggak bisa posting di media sosial seperti facebook, Instagram dan blog, sedangkan pekerjaan seorang blogger dan buzzer meliputi itu semua. Makanya, jangan sampai ada cerita handphone ketinggalan.

2. Powerbank

Kalau ketinggalan powerbank, rasanya mati gaya. Event belum selesai, batre hp udah sekarat. Gimana mau posting-posting. Makanya powerbank penting banget untuk menemani pekerjaan seorang blogger.

3. Dompet Kartu

Segala kartu ada di sini. KTP, ATM. Paling banyak sih, kartu Flazz.. hahahah. Emang ya, dasar anak TJ.

4. Pouch Kosmetik

Kalau yang ini senjata untuk touch up. Isinya bedak, lipstik, ada permen, lotion botol kecil, pulpen dan  juga memo ukuran kecil.

5. Tas Serbaguna

Kalau ini berguna untuk jaga-jaga kalau saya mendadak mampir ke minimarket. Sebisa mungkin belanja nggak pakai plastik.



Sebenarnya ada beberapa barang lagi yang selalu ada di tas. Tapi, 5  udah cukup lah ya..😊
FYI, ada rasa bahagia ketika melihat semua barang yang saya foto untuk tulisan ini. Semua saya dapatkan dari hasil menulis. Dari hasil ngeblog.

- Handphone
Hadiah dari lomba blog yang diadakan Viva news.

- Powerbank
Hadiah dari lomba foto produk The Body Shop di event launching buku.

- Dompet Kartu
Goodiebag dari event gathering Sunlife. Dompet ini kesayangan banget. Gak peduli walau sebagian kulitnya udah menipis. Soalnya suka saya kantongin juga. πŸ˜…

- Pouch Kosmetik
Ini saya dapatkan ketika liputan produk LAWE Kain Lurik Indonesia. Lipstik dan Bedak Two Way Cake juga saya dapatkan dari bingkisan di event gathering blogger. Memo dan pulpennya juga. Lotion?
Hihii, itu saya pindahin dari wadah TBS yang gede. Dapat dari event juga.. πŸ˜„πŸ˜„

- Tas Serbaguna
Saya dapatkan dalam berbagai ukuran, di dalam goodiebag ketika meliput event Prestasi Junior. Ini juga kesayangan 😊

Hm, baru nyadar. Jadi yang saya beli sendiri apa dong, ya..
Permen?
Hahahahaa.. iyaaa. Alhamdulillah, ya. Pekerjaan sebagai blogger benar-benar membawa berkah buat saya. Sampai-sampai seluruh isi tas  adalah hadiah. Nikmat mana lagi yang mau saya dustakan.

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah.



Salam :)






25 November 2018

5 FAKTA TENTANG SAYA



Sebenarnya tema hari ini tuh rasanya agak-agak gimana ya.. Berasa buka-buka rahasia sendiri. Bayangkan, masa sih, saya harus membeberkan 5 fakta tentang saya ke seluruh jagad maya? Padahal udah susah-susah jaga image loh.. πŸ˜‚ hahahaha *apa'ansiiy^^

Tapi, demi kelangsungan one day one blog post ini, saya akan beberkan fakta-fakta yang mungkin orang lain belum tau. Terimalah fakta ini dengan lapang dada πŸ˜†

5 fakta tentang saya :

1. Perajuk

Mungkin ada yang belum tau perajuk itu apa. Kalau dalam bahasa Melayu, orang yang perajuk adalah orang yang suka merajuk. Gampang ngambekan gitu. Hatinya mudah terluka. Fragile kayak gelas kaca. Kadang suka meledak-ledak. Tapi kadang diam aja sambil merenung dalam-dalam. Biasanya kalo udah gini, butuh waktu sebentar untuk menenangkan diri.  Habis itu ya ceria lagi..
*Duh, malu rasanya mengakui ini 🀣

2. Cengeng & Baperan

Saya orang yang gampang sekali terharu. Kesentuh hati dikit, langsung meleleh. Diam-diam elap air mata.
Nonton juga gitu. Kadang saya nangis sampe mata sembab. Udah tau baperan, gampang nangis tapi malah hobi nonton film drama.
Maunya semua film tuh endingnya happy. Saking bapernya, sampe sekarang masih gak puas dengan sad ending di film Me Before You & film India Tum Hi Ho. Kenapa ya, kedua cowok itu harus mengakhiri hidupnya. Kenapa nggak memilih bahagia aja sama pasangannya. Kenapa mereka nggak....
Duh, gemes. Padahal walaupun endingnya begitu, saya tetap aja nonton filmnya berkali-kali. Tetap nangis dan tetap baper. πŸ˜…πŸ˜…

3. Repot Kalo Mau Beli Sepatu

Dari dulu saya selalu males-malesan kalau mau beli sepatu. Soalnya, ukuran sepatu saya kalo nggak 41 ya 42. Jarang banget ketemu yang cocok. Apalagi salah satu kaki saya panjangnya lebih setengah senti. Dan masalahnya, kadang beda brand beda juga ukurannya. Tapi, sekarang udah nggak terlalu jadi masalah. Saya sudah menemukan satu brand yang cocok. Ukurannya udah pas di kaki saya. Jadi nggak repot lagi kalau mau cari sepatu.

4. Tukang Nyasar

Entah kenapa, saya susah sekali mengingat arah dan nama jalan. Kadang semua tampak sama. Nggak terhitung berapa kali saya nyasar dan buang-buang waktu di jalan. Untuk meminimalisirnya kalau pas harus berangkat sendiri, saya naik gojek. Tapi, kadang-kadang drivernya nggak hapal jalan. Jadi, dia ngelewatin jalan utama yang jadinya lebih jauh. Saya tau sih, ada jalan pintas, tapi saya nggak bisa kasih tau dia lewat mana. Pernah sih sok-sok kasitau gitu. Tapi selanjutnya saya lupa. Jadinya malah nanya-nanya mulu ke orang-orang. Konyol banget rasanya..

5. Cinnamon Lovers

Saya suka sekali dengan aroma eksotis kue dan biskuit kayu manis. Biskuit Verkade yang bentuknya lucu itu favorit saya. Sore-sore ditemenin biskuit dan secangkir teh hangat bisa bikin kebahagiaan saya sempurna.

Apalagi kalo ada kue-kue yang dipadu kismis. Kayak Cinnamon Rolls, Klapertart, setup buah atau apple pie dengan kayu manis yang banyak. Hm, bisa-bisa saya abisin sendiri. πŸ˜‹πŸ˜‹

Nggak cuma suka makannya aja, sih. Buat saya, menghirup aroma kayu manis bisa mendatangkan ketenangan. Nggak percaya? Coba aja..


Nah, itulah 5 fakta tentang saya yang udah saya buka. Tema ngeblog soal buka-bukaan fakta diri sendiri ini, ternyata seru ya.
Legaaa.. untung cuma 5.  Kalo 10? Hahahah, kebongkar semua rahasia saya ^^

Sekarang tinggal rasa penasaran, kira-kira teman-teman lain pada nulis  apa ya?
Nggak sabar pengen baca. Siapa tau  ada yang sama dengan saya ^^

Sampai bertemu di tema selanjutnya.


Salam :)















24 November 2018

TENTANG MEDIA SOSIAL




Pernah kesel nggak, baca-baca komentar di Instagram atau Facebook di postingan seseorang yang kebetulan nggak sejalan dengan pikiran yang membuat komentar?
Kalimat-kalimat negatif, keluar dengan mudahnya. Sumpah serapah, cacian bahkan hinaan mengalir tanpa ada rem sedikitpun. Sampai-sampai kita yang baca hanya bisa mengelus dada. Kok, bisa ya..

Ada pepatah yang udah populer sejak dulu, "Mulutmu Harimaumu" yang mengingatkan kita untuk hati-hati bicara. Sekarang, itu aja udah nggak cukup lagi, ya.
Perlu ditambah dengan "Jempolmu Harimaumu" Karena kebebasan berkomentar di media sosial membuat jempol-jempol cepat sekali mengetik. Tanpa pikir lagi langsung reply. Mungkin karena nggak bertatap muka ya, mereka merasa sah-sah aja nyinyirin hidup orang.

Yah, begitulah. Hidup di jaman now, media sosial menjadi wadah untuk berekspresi. Bagi yang memanfaatkan akun media sosialnya dengan baik, akan mendapatkan keuntungan. Misalnya untuk membangun networking. Pertemanan yang baik akan membawa kita ke hal-hal yang baik. Sebaliknya, kalau nggak bisa menggunakan dengan baik, apa yang dilakukan jadi sia-sia. Komentar-komentar jelek, suka menghina orang lain sebenarnya mencerminkan siapa diri kita.

Padahal, banyak sekali peluang yang bisa didapat kalau kita bijak. Ibarat pegang remote control, kita sendiri yang tentukan mau pilih yang mana.

Media Sosial buat saya, membuka banyak sekali kesempatan. Dari media blog saya belajar untuk menulis dan dengan berjalannya waktu, benefit datang sendiri. Lewat Facebook pun demikian. Banyak teman banyak rejeki. Berteman dengan orang-orang positif membuat saya juga terpacu untuk meningkatkan kemampuan seperti mereka.
Sebaliknya, dengan orang-orang yang selalu menebar hal negatif yang bikin saya nggak nyaman, saya pilih skip aja. Lebih baik jaga hati sendiri.

Lewat media sosial Facebook pun, saya bersyukur banget,  bisa bertemu lagi dengan teman-teman masa sekolah yang sudah 24 tahun nggak ketemu. Berkat adanya facebook kami bersatu lagi dalam persaudaraan yang lebih erat. Langsung reuni pulak. Bahagianya nggak bisa dijelaskan :)

Dulu terakhir kali ketemu, kami masih putih abu-abu, sekarang udah ibu-ibu.. ^^



Apapun media sosial yang kita punya, baiknya lakukanlah untuk hal yang bermanfaat. Membangun usaha online, mempererat tali persaudaraan, menyatukan lagi yang tadinya sempat terpisah, menebar ilmu dan hal-hal positif lainnya.


Buat yang hobi share berita, pastikan dulu yang kita share bukan hoax.  Telusuri dulu sumbernya. Percayalah, ada kok, postingan-postingan yang sengaja dibuat untuk memancing keributan. Jangan sampai gara-gara kita, banyak orang jadi kemakan hoax. πŸ™„
Jangan lupa, ada Undang-undangnya.

UU-ITE siap mencaplok siapa saja yang melanggarnya. Ngeri, kan.. udah banyak loh, yang dipenjara.
So, mari sama-sama jaga jempol.

Semoga kita selalu dilindungi Allah SWT dari hal-hal buruk  ya.

Salam..



23 November 2018

KENAPA SAYA BERGABUNG KE BLOGGER PEREMPUAN NETWORK



Hello..
Apakabar teman-teman semua?
Semoga semangat selalu menyertai langkah kita, ya..
Sebagai mamah-mamah kekinian, semangat jangan dikasih kendor. Karena tugas kita tiap hari sebagai istri dan ibu (dilanjut dengan intip-intip sosial media πŸ˜†), adalah tugas mulia.

Meski bukan wanita karir dan lebih banyak berada di rumah. Bukan halangan untuk kita mengembangkan diri lho. Walaupun beberapa orang kadang nggak bisa menahan kenyinyirannya untuk memandang ibu rumah tangga sebelah mata. Seolah-olah memilih untuk tidak bekerja di luar itu, adalah keputusan yang tidak keren.

Saya pernah mengalaminya beberapa kali. Dan rasanya nggak enak banget. Tapi, begitu saya jelaskan kalau saya punya pekerjaan lain, yaitu blogger, eh dia malah nanya "blogger itu apa ya Mbak?"
Hahahahaa.. saya malah pengen ketawa ngakak. Mainnya kurang jauh yaa ^^

Walau berada di rumah, bukan berarti perempuan tidak bisa mengembangkan diri. Apalagi hari gini. Yang punya minat berwirausaha, bisa merintis usaha online dengan memanfaatkan akun sosial medianya.
Yang berminat tulis menulis juga bisa mengasah kemampuan menulisnya dengan mengikuti kegiatan di komunitas menulis.

Sebagaimana layaknya (duh, bahasanya jadul ya πŸ˜‚) wanita karir yang memiliki penghasilan. Kita yang di rumah juga bisa kok, menambah pemasukan dari hobi menulis. Jadi, hobi yang menghasilkan gitu.

Karena yang namanya hobi pasti ngerjainnya dengan rasa senang.



Saya merasa beruntung banget, bergabung dengan Blogger Perempuan Network. Sebuah platform khusus untuk kaum Hawa yang ingin belajar dunia blogging seluas-luasnya dan memaksimalkannya. Anggotanya? Sekarang sudah lebih dari 4 ribuan dan tersebar di seluruh Indonesia.

Saya banyak mendapatkan manfaat ketika bergabung dengan Blogger Perempuan. Mulai dari ilmu-ilmu yang membuat wawasan kita menjadi kaya, juga kesempatan untuk meraih penghasilan. Banyak tawaran kerjasama yang bisa didapatkan sesuai dengan syarat dan ketentuan.

Untungnya Blogger Perempuan sering banget ngadain gathering dengan tema-tema  yang memang dibutuhkan oleh seorang blogger. Seperti gimana caranya mereview sebuah produk dengan menarik, atau tehnik mengambil foto yang apik. Jadi, dengan ilmu yang kita dapat, apa yang kita sajikan di blog jadi semakin baik.

Blog yang dikelola dengan baik, akan memikat brand-brand untuk memilih kita sebagai perpanjangan tangan mereka. Kalau sudah begini, pasti deh jadi makin cinta sama blognya. Karena bisa menghasilkan.
Kan ada yang bilang " pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar"

Tapi  jangan lupa ya, di antara itu semua, yang penting adalah menikmati prosesnya. Tumbuh dan berkembang bersama teman-teman yang mempunyai misi yang sama. Nikmatnya menjadi berdaya dan menjadi bermanfaat bagi sesama.

Semoga apa yang kita sebarkan selalu bermanfaat, ya..

Salam :)






































22 November 2018

INILAH ALASAN SAYA MENGGUNAKAN NAMA UNTUK BLOG




Bertemu lagi kitah 😍
Hari ke 3 ini saya mau ngomongin soal apa alasan saya memilih nama blog yang sekarang.
Ngomongin alasan saya ketika memilih nama blog ini membuat saya jadi flashback ke saat awal-awal bikin blog. Cari nama itu nggak mudah. Apalagi sebuah nama yang bisa mewakili diri kita. Paling enggak ya sesuai lah dengan konten apa yang akan kita tulis di blog tersebut.
Seringkali ketika ketemu yang cocok, pas dipasang ternyata udah ada yang pakai. Akhirnya gak jadi. Trus terpaksa mikir lagi.

Mungkin teman-teman juga ada yang merasakan seperti apa yang saya alami, ya..
Berulang kali masukin nama, tapi gak bisa karena sudah dipakai orang lain. Rasanya malesin banget, kan..

Hm, saya jadi ingat, dulu pernah punya blog di blogdetik dengan nama Menarahati. *Uwuwuw.. unyu yaa πŸ˜‚ rencananya khusus buat curhat galau-galau gitu. Tapi, akhirnya gak saya terusin. Malu.. hahaha. Lalu sempat juga bikin di wordpress. Tapi saya lupa semua passwordnya.

Memilih nama blog yang menurut saya nggak mudah itu, akhirnya menemukan solusi. Ketika pertemanan di dunia blogger semakin meluas, dan saya mulai ikut workshop-workshopnya, saya mulai paham istilah personal branding. Mulai paham juga soal domain blog yang berbayar.

Nah, mumpung mau mengganti blog gratisan menjadi berbayar, kesempatan buat ganti nama blog terbuka lebar. Setelah timbang sana timbang sini, akhirnya saya memutuskan untuk memakai nama pena yang saya pakai untuk akun sosial media sebagai nama blog. Maksudnya, untuk memudahkan mereka yang berniat bekerjasama dengan saya.
Kalau ada yang nanya-nanya pun saya bisa menjawab dengan mudah. Semua akun socmed saya menggunakan nama Waya Komala. Silakan kontak aja ya.. *Eeaaa.. ❤

Memilih menggunakan nama sendiri sebagai nama blog memang lebih memudahkan untuk urusan pekerjaan.  Tapi, nggak menutup kemungkinan juga untuk memakai nama-nama yang sama sekali nggak identik dengan kita. Semua tergantung sejauh mana kita bisa memperkuat kontennya. Membuat orang ingat bahwa blog dengan konten tersebut adalah blog punya kita.

Btw, apa ya alasan teman-teman menggunakan nama blognya? Jadi pengen tau deh, saya..








21 November 2018

TEMA BLOG YANG DISUKAI



Memasuki hari ke 2 Blog Challenge, saya menyempatkan diri untuk menulis di pagi hari. Di sela-sela waktu berbenah, cuci piring dan nunggu cucian siap dijemur. Paragraf lanjutannya nanti akan dicicil di sela kegiatan lainnya.
Beruntungnya, saya nggak perlu mikirin tema apa yang akan ditulis. Semua udah ditentukan oleh tim Blogger Perempuan sampai di hari ke 30 nanti.

Eit, tapi tunggu dulu!
Membaca tema untuk hari ini membuat saya sejenak tertegun.
O..o.. ada apakah? Temanya memang bener kok, tentang "Tema Blog Yang disukai"
Kening saya berkerut.
Hm, ini cerita tentang tema blog saya, yang saya sukai? Apa cerita tentang tema blog lain yang saya sukai?
Hahahah, entahlah. Heran aja kenapa jadi bingung. *Emang sih, kadang-kadang saya seperti suka ngeribetin diri sendiri ya.. 🀣

Hm, baiklah. Blog saya ini kan, nggak ada tema yang khusus. Kalau mau nulis, ya nulis aja.
Nah, karena blog saya tak berniche, alias gado-gado alias lifestyle, jadi saya akan cerita tentang blog teman-teman aja deh. Kira-kira, tema seperti apakah yang membuat saya nggak ragu untuk langsung klik begitu liat linknya lewat di time line.

1. Tema tentang fotografi
Sebagai orang yang suka menikmati foto-foto indah, seneng banget kalo ada yang nulis tema ini. Misalkan "Bagaimana cara mengambil foto supaya.. bla, bla, bla"
Tema fotografi akan selalu saya datangi. Soalnya saya terobsesi untuk bisa menghasilkan foto-foto yang bagus suatu hari nanti. 😊

2. Tema Kesehatan
Penting banget untuk selalu update tentang masalah kesehatan. Waspada terhadap penyakit dan bagaimana cara pencegahannya. Alhamdulillahnya Blogger selalu dilibatkan dalam kegiatan Kemenkes. Jadi, melalui tulisan teman-teman yang meliput, saya bisa nambah wawasan juga.

3. Tema How to
Nah, tema ini juga selalu saya suka. How to - apa aja deh. Kayak "How to monotize your blog" Atau how to lainnya. Atau hal simpel semacam bagaimana cara membuat judul tulisan, atau bagaimana cara merapikan rak buku super cepat, atau hal-hal lainnya. Bagi saya, tulisan seperti itu bermanfaat banget.

4. Tema Review Kosmetik
Saya suka baca cara teman-teman beauty blogger mereview suatu produk. Walau saya belum tentu beli produknya, tapi saya jadi tau kurang lebihnya produk tersebut.

5. Review Film dan Cafe
Ini untuk update film-film yang lagi beredar dan juga tempat hang out yang asyik.


6. Tema Masak Praktis dan Lezat
Kalau yang ini, berguna banget untuk aktivitas sehari-hari. Saya nggak suka lama-lama di dapur. Pengennya yang cepat selesai dan bisa ngelanjutin kerjaan lain. Jadi, kalau ada yang nulis tema ini, segera saya kunjungi blognya.

7. Tema yang menyejukkan hati
Inì lebih ke tema yang isinya mengingatkan sih. Motivasi ke perbaikan diri yang nggak menggurui.

Nah, itulah dia beberapa tema blog yang saya sukai. Eh travelling dan parenting juga ding. Saking suka semuanya saya jadi nggak bisa milih. Jadi sebenarnya, bisa dibilang saya suka tema apapun.
Selagi  saya ada waktu untuk buka linknya, saya akan baca.

Okey, baiklah. Sekian dulu untuk hari ini ya. Sampai jumpa besok. Blog Challenge hari ketiga.

Salam :)















20 November 2018

MENGAPA SAYA MENULIS BLOG?




Yes. Akhirnya, saya berhasil juga mengikrarkan diri untuk ikutan Blog Challenge yang diadakan oleh Blogger Perempuan. Ngeblog nonstop selama 30 hari.

Hiyaa., 30 hari guys! Ini tantangan luar biasa buat saya yang nulisnya angin-anginan. Kalau dapetnya angin sepoi, ngeblognya jadi selow.

Btw, kenapa sih saya terima tantangan ngeblog selama 30 hari ini? Bukan kah, kesibukan yang ada udah bikin saya susah membagi waktu?

Ya, awalnya, itu juga yang jadi pikiran saya. Beberapa hari maju mundur mikirin ikut apa enggak. Hingga akhirnya, Senin pukul 23.56 saya putuskan untuk posting banner tanda keikutsertaan di instagram. Dengan harapan, saya akan rajin update blog.

Kalo mikir soal sibuk. Semua orang pasti punya kesibukan. Maia Estianty yang keren dan tajir melintir pun pasti juga lebih sibuk. Iya kan?
Masa sih, saya nggak bisa curi-curi waktu buat nulis. Apalagi dengan panjang tulisan minimal 300 kata. Insya Allah, dibisa-bisain deh.

MENGAPA SAYA MENULIS BLOG?


Dulu, sebelum mengenal blog, saya rajin sekali menulis di buku harian. Diary yang pake gembok itu loh. Mungkin itulah yang membuat saya senang menulis. Seru aja baca-baca tulisan lama. Malah dulu, lengkap dengan tempelan potongan tiket nonton bioskop. *Eeaa.., hahahah. Saya pernah sealay itu!

Kalau menulis di diary hanya untuk dibaca sendiri, beruntung di dunia maya ada diary digital. Untung ada blog. Tulisan kita bisa menjangkau lebih banyak orang. Tapi, dulu belum kepikiran sih. Mau ada yang baca atau enggak, yang penting saya punya media untuk menyimpan kenangan.

Lebih senang lagi, karena tulisan bisa disertai dengan foto-foto. Kenangan ketika anak-anak masih kecil tersimpan rapi. Senang sekali membacanya.

Selain untuk menyimpan kenangan, menulis blog buat saya juga menjadi sarana untuk latihan menulis. Kadang mood suka berubah-ubah. Kadang lancar. Kadang juga bengong. Terpaku pada paragraf yang nggak nambah-nambah. Padahal rangkaian cerita rasanya sudah tak sabar untuk dituliskan.

Paling gemes kalau tiba saat nggak bisa menuangkan apa yang ada di kepala menjadi untaian kalimat. Jadinya seperti kehilangan kata-kata. Ya, begitulah. Meski nggak selalu mulus, menulis di blog selalu mengundang rasa penasaran. Meski kadang banyak gagal, nggak sreg dan tulisan berakhir jadi penghuni draft. Nggak apa-apa. Suatu saat bisa diteruskan lagi.

Oh ya, selain hal-hal yang saya tuliskan di atas, tujuan saya menulis blog juga untuk memberikan manfaat buat orang lain. Siapa tau ada yang lagi cari info tentang review sebuah tempat atau cafe. Dan jawabannya ada di blog. Kan, alhamdulillah banget bisa bantu-bantu.

Trus, apa jadinya bila saya tidak menulis 
blog?




Hm, suatu hari, saya pernah membayangkan apa yang terjadi andaikan saya nggak pernah menulis blog. Ya, kayaknya mungkin hidup saya nggak akan seasyik ini. πŸ˜„

Anak saya nggak akan terpacu untuk punya blog juga. Menulis hal-hal yang dia sukai yang akan dikenang suatu hari nanti.

Kalau saya nggak menulis blog,  mungkin saya nggak akan tau kalau blog bisa menghasilkan uang buat nambah-nambah tabungan.

Kalau saya nggak menulis blog, saya nggak akan pernah merasakan gimana gemetarnya saat tulisan yang kita buat mendapat apresiasi. Hadiah yang diidam-idamkan.😊
*rasanya pengen lompat-lompat dengan noraknya. πŸ˜‚

Bersentuhan dengan dunia blogger pun membuat saya senang bisa berkumpul dengan orang-orang yang semangat berbaginya luar biasa.

Memetik pelajaran dari apa yang mereka tuliskan. Belajar menghargai bahwa sekecil apapun kontribusi kita pada dunia, pasti ada manfaatnya. Kebaikan demi kebaikan akan datang. Pintu-pintu akan terbuka lebar. Mengantarkan kita pada kesempatan-kesempatan yang tak pernah kita duga.

Banyak contoh blogger-blogger hebat yang kini terus melesat. Proses demi proses mereka lalui hingga sampai di titik itu.
Senang rasanya bisa ikutan bangga. 😊

Saya akan tetap menulis blog. Walaupun nulisnya akan pasang surut.  Supaya ketika tua nanti, saya bisa menelusuri jejak kenangan yang pernah saya buat. Event apa yang pernah saya ikuti dan manfaat apa yang pernah saya dapat.

Kalau panjang umur, dan saya udah jadi nenek-nenek, Kira-kira apa ya, yang akan saya tulis?
Apakah menulis tentang cucu-cucu?
Ehehe.., membayangkan aja rasanya udah lucu. πŸ˜„

Ngeblog memang semenyenangkan itu..













07 November 2018

DOMUS, RUMAH PERMANEN INSTANT TAHAN GEMPA


Ketika bencana menimpa Palu dan Donggala dengan begitu dahsyatnya, tak terhitung jumlah orang-orang yang kehilangan keluarga tercinta. Dalam waktu sekejap, semua hilang. Nyawa, bahkan harta benda termasuk tempat tinggal pun ikut musnah. Tak sanggup rasanya membayangkan andai kita yang mengalaminya. *Doa terbaik untuk mereka yang tertimpa musibah.

Mengikuti perkembangan daerah-daerah yang terdampak bencana yang masyarakatnya harus segera bangkit untuk membenahi hidup,  sangat diperlukan gerak cepat untuk membantu masyarakat yang butuh tempat tinggal. Kasihan kan kalau harus tinggal lama dalam pengungsian. Dengan hanya tenda sebagai tempat berteduh. Mereka butuh hunian sementara sebagai tempat berlindung. Tempat tinggal yang kuat dan aman.


Di pikiran saya yang awam tentang membangun rumah, pastinya butuh waktu ya, untuk membangun sebuah rumah yang bisa memenuhi segala aspek. Jika waktu membangunnya cepat, apakah kualitasnya tetap terbaik? Apakah juga bisa tetap kuat dan aman untuk penghuninya?

Banyak banget pertanyaan yang muncul di benak saya. Apalagi, Indonesia memang daerah rawan gempa. Membangun sebuah hunian yang tahan gempa rasanya menjadi impian banyak orang.

Akhirnya saya menemukan jawabannya ketika mengikuti acara Pameran Construction  Indonesia di JI-EXPO Kemayoran yang diselenggarakan oleh Kementrian PUPR dan LPJK. Acara pembukaan pameran dihadiri oleh Presiden RI, Bapak Jokowi  dan dihadiri oleh 10.000 tenaga ahli konstruksi pada hari Rabu, 31 November 2018.



MENGENAL DOMUS SI RUMAH PERMANEN INSTANT





Melalui Pameran Konstruksi yang berlangsung hingga tanggal 2 November ini lah, membuat saya bisa mengenal lebih jauh tentang DOMUS. Untuk yang belum tau, DOMUS adalah rumah permanen instant yang dibangun dengan sistem yang dikembangkan oleh PT. TATALOGAM LESTARI yang memungkinkan membangun rumah dalam waktu cepat.

Oh ya, PT. TATALOGAM LESTARI adalah perusahaan genteng metal dan baja ringan terbesar di Indonesia yang selalu berinovasi dalam mengembangkan produk-produknya.

Inovasi DOMUS memungkinkan membangun rumah hanya dalam hitungan hari. Untuk HUNTARA (hunian sementara) seperti daerah yang tertimpa bencana seperti Palu, konsep yang digunakan adalah menggunakan kerangka baja ringan dengan rangkaian-rangkaian yang disambung dengan baut khusus. Nantinya akan menggunakan dinding terpal atau batako dan berbagai material lain hingga menjadi sebuah rumah. Bila keadaan sudah membaik dan trauma masyarakat sudah pulih, bangunan Huntara bisa diubah menjadi Huntap atau hunian tetap. Materialnya bisa diganti sesuai dengan kebutuhan.

Nah, ide tentang HUNTARA yang bisa beralih fungsi ini ternyata datang dari Bapak BasukiHadimuljono, Menteri PUPR yang disampaikan kepada PT.TATALOGAM LESTARI dalam sebuah pameran. Seperti yang dijelaskan oleh Bapak Stephanus Koeswandi, Vice President PT.TATALOGAM LESTARI pada hari itu.

Untuk HUNTARA DOMUS standar dengan luas bangunan 36 M2 bisa dibangun dalam waktu 2 hari saja. Cepat sekali ya. Jadi, masyarakat yang menjadi korban gempa bisa cepat tertolong.

Spesifikasi HUNTARA adalah :

  1. Rangka kolom : praktis
  2. Rangka atap  : taso/kaso
  3. Penutup atap : sakura mx
  4. Penutup dinding : terpal tanpa sekat ruangan


Uniknya, Huntara dengan teknologi DOMUS ini, jika sudah tidak terpakai bisa dibongkar, disimpan dan digunakan lagi jika dibutuhkan. Jadi nggak ada istilah mubazir.




Hm, kalau dibuat dari rangkaian dan baut gitu, kira-kira kuat nggak ya?

DOMUS memang memiliki keunggulan dalam konsep bangunannya. Yaitu :


  •  KUAT


Rangka bangunan, kolom praktis dan rangka atap, menggunakan Baja Ringan. Pengalaman PT. TATALOGAM LESTARI selama puluhan tahun membuat reputasinya menjadi yang terbaik di Indonesia. DOMUS sudah lolos uji Ketahanan Gempa di PUSLITBANG PUSKIM KEMENTRIAN PUPR. PT. TATALOGAM LESTARI pun sudah meraih berbagai penghargaan untuk inovasi produk-produknya.



  • CEPAT
Proses pengerjaan dilakukan dengan matang. Manajemen waktu yang terukur dan sistematis. Mulai dari penentuan bahan, pengadaan material, tahap-tahap perakitan dan pemasangan, juga pembagian kerja tukang yang disesuaikan dengan keahliannya. Pengerjaan jadi lebih cepat.


  •  HEMAT
Biaya bahan menjadi lebih hemat, karena sudah melalui perhitungan yang matang. Bahan sisa dapat diminimalisir.


  • INDAH
Kualitas material yang baik dan pekerjaan yang dilakukan dengan sentuhan yang artistik menjadikan bangunan nggak hanya sekadar bangunan. Tapi juga memiliki keindahan.



DOMUS UNTUK RUMAH TINGGAL


Selain cocok untuk HUNTARA, DOMUS juga bisa jadi pilihan untuk membangun rumah di perkotaan, daerah urban, pertambangan atau perkebunan. Atau bisa juga untuk gudang, pasar atau ruko. Dengan DOMUS, Rumah Permanen Instant bisa dibuat hanya dalam waktu 5 hari. Bahkan hanya dengan 4 tukang.

Kok bisa cepet ya?

Bisa laah. Kuncinya terletak pada Perencanaan yang matang, material yang tepat, teknik pengerjaan yang benar , efektif dan efisien.

Waktu pengerjaan selama 5 hari itu, akan digunakan dengan maksimal. Mulai dari hari pertama sampai penyempurnaan



DOMUS tersedia dalam 3 tipe standar. Yaitu :
  • Tipe 21
  • Tipe 30
  • Tipe 36
  • Tipe 45

Dengan 3 pilihan paket rangka yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
  1.  PAKET RANGKA. Paket ini meliputi Rangka praktis, Rangka kuda-kuda TASO, Rangka plafond dan Genteng metal sakura mx.
  2.  PAKET PUTIH. Paket Rangka ditambah  bata ringan, roster keramik, kloset dan keran, jendela, pintu dan penutup plafon dan instalasi listrik dan air.
  3. PAKET KOMPLIT. Paket Putih ditambah Plesteran + aci (bagian luar), Aci bagian dalam dan pengecatan.

Dengan inovasi DOMUS dari PT. TATALOGAM LESTARI, memiliki rumah yang kuat dan tahan gempa, ternyata nggak makan waktu lama ya.. cukup 5 hari saja!

Pengen tau info lebih lanjut?
Boleh  banget kok. Silakan intip websitenya di www.tatalogam.com atau Instagram @simantap. Atau pengen tanya-tanya langsung lewat telepon, bisa hubungi 021 - 5688284 / 5688285.