Pages

13 March 2012

Sahabat Pena

Yuhuuuuu....., ini aku!
Kegalauan kemarin sudah berlalu, sekarang sudah semangat lagi. Nggak apa-apa galau sehari, daripada galau berkepanjangan. Ya, nggak?

Hmm, ada kabar menyenangkan. 
Akhirnya aku berhasil menemukan seorang sahabat lama yang sudah kehilangan kontak sejak bertahun-tahun yang lalu. Jaman sekolah dulu, sekitar tahun 90'an aku rajin banget menjalin pertemanan lewat surat. Sahabat penaku banyak, sampe uang jajan harus di potong untuk beli perangko. Rasanya bahagia  kalo pak pos nganterin surat, terus lari-lari ngambil gunting buat buka surat. Atau segera merobek amplopnya, saat  guntingnya menghilang. ;) 
setelah itu, baca suratnya sambil tiduran,*kaya' di film-film...,hihiiii
Lucunya, dulu aku pake nama Putry sebagai  identitasku. Dasar nggak pedean sama nama sendiri. Nama Puri di ujung namaku, aku ganti. Saat itu nama Puri terdengar aneh. Padahal nama Waya juga lebih aneh. Hahahaha... ya sudahlah, yang jelas dulu aku merasa nyaman dengan nama itu.

Salah satu sahabatku namanya Agus. Lupa nama panjangnya. Hobinya melukis dan menulis. Selalu menyenangkan setiap mendapat kiriman surat darinya.Cerita-ceritanya mengalir dan enak dibaca.  Setengah amplopnya selalu ada lukisan, seperti gambar yang ada di majalah Anita Cemerlang jaman dulu. Kertas suratnya juga selalu penuh gambar. Kalau nulis surat bisa sampai dua halaman penuh. Hmm, meski kehilangan kontak, aku masih tetap ingat padanya, khususnya lukisan-lukisannya itu. Semoga saja dia sukses dengan cita-citanya. Mungkin aja sekarang sudah jadi penulis dan ilustrator ya? ahhh.., semoga!

Sahabat yang lain namanya Tantry Yulia, dulu sekolah di Sekolah Farmasi di malang.
Dengannya juga surat-menyurat berlangsung lama. Tapi akhirnya kehilangan kontak juga. Sampai sekarang aku masih mencari jejaknya di pencarian, tapi belum ketemu. Semoga suatu saat nanti, aku menemukannya lagi..

Ada juga sahabat dari Medan, namanya Agung. Surat-suratan dengannya juga awet, tulisannya rapiiii bangeeet. Kaya' tulisan cewek. Saat itu dia udah kerja. Gaya nulis suratnya lucu, asyik, dan becanda gokil. Katanya aku udah kaya' adeknya. Sampe aku ngenalin lagi dia sama sahabatku yang lain. Pengen berbagi nih ceritanya. Tapi ternyata surat-suratnya nggak pernah lagi datang. Hmm, gimana kabarnya sekarang ya?

Masih banyak lagi sahabat-sahabat yang lain, yang semuanya punya kenangan manis.
Seperti sahabat yang aku temukan kemarin malam, adalah satu sahabat terbaik yang hilang. Bersama kami tumbuh remaja, lalu menjadi dewasa. ;)
Indahnya saling berbagi apa yang dirasakan saat abege dulu. Saat jatuh cinta, patah hati, dan bete belum punya gebetan, juga saat cerita tentang  cita-cita. Senang rasanya sekarang dia sudah mantap berpijak di dunia kesehatan. :)
Meski aku dan dia belum  pernah bertemu, tapi rasanya dekat sekali. Aku berharap semoga persahabatan ini bisa terus berlanjut. Walau  kini, menulis surat lewat pos tidak sepraktis mengirim email, sesekali nanti aku masih tetap ingin menulis surat lewat pos. Lalu menerima balasannya.  Aku ingin menggunting  amplopnya, atau mendengar bunyi sobekan di ujung amplop, seperti dulu...
"Aku ingin menerima surat lagi darinya!"


7 comments:

  1. wah sahabat peha os sahabat pena. menyenangkan ya sist menerima surat dari sahabat. aku si ga aktif sahabat pena tapi aku punya teman yang aktif, ya kurang lebih sapertimu. seru katanya... itu dulu jaman SMP dimana HP apalagi internet belum ada. justru kenikmatan menbaca surat dan merobek surat tiada bandingannya. ya ga sist.

    ReplyDelete
  2. Bener mas Drient, bersahabat pena itu menyenangkan. Seru..,Tiada bandingannya, hehe. setiap minggu aku selalu nerima 3 sampai 4 surat dari orang berbeda.Sayang surat2 itu hilang krn pindah rumah berkali-kali. Thanks ya, sudah main-main ke sini.., salam sukses selalu ya..
    :)

    ReplyDelete
  3. sahabat pena ...yah mimi ini plg ga suka nulis surat say, tulisannya jelek jd ga pede surat2an heheh

    pasti senang menemukan sahabat yg lama hilang ya say :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah ada mimi RaDiAl, thanks ya udah mampir. Asyik lho mi punya sahabat pena. sayang surat-suratnya udah nggak ada lagi.
      Iya mi, senang banget..,ingat masa muda..wkkk

      Delete
  4. Menulis surat mengirimkannya dan menerima balasan memang asyik sob. Seperti ane dulu, mau ngucapin jatuh cinta aja pakai surat. Kalau sekarang sudah jarang sob. Padahal romantis sob.

    ReplyDelete
    Replies
    1. HP Yitno, asli asyiiik banget. Dan bener tuh, paling enak kalo nerima surat cinta, berbunga-bunga.Trims ya sudah mampir.
      salam kenal.. :)

      Delete
  5. Jaman sekarang ini yang namanya sahabat pena sudah jarang yaaa... sahabat pena sekarang pakai social media lebih mudha sih

    ReplyDelete

Hai komentar kadang-kadang di moderasi untuk menghindari komentar spam ^^
Terima kasih sudah berkunjung ya.. :)