27 January 2018

MALAM BERTABUR HADIAH UNTUK PELANGGAN JNE, JLC AWARD 2018





Dulu, salah satu hal yang bikin saya  selalu happy adalah, kalau saya menerima paket yang diantar ke rumah dengan selamat. Rasa deg-degan saat menunggu paket melebihi deg-degan ketika dulu menunggu pacar. Khawatir kalau paketnya nggak sampai atau nyasar. 

Makanya, menggunakan jasa pengiriman yang terpercaya rasanya nggak bisa ditawar-tawar lagi, deh. Daripada bikin galau. Mending cari aman aja. Seperti menggunakan jasa pengiriman JNE. Dengan leluasa kita bisa tahu keberadaan paket yang akan kita terima, atau sebaliknya. Pokoknya, konsumen dilayani dengan baik.

Tapi, jaman Now, pelayanan JNE kepada konsumen ternyata nggak sebatas memastikan kiriman sampai dengan selamat dan tepat waktu aja lho. Banyaknya aktivitas kita dalam melakukan pengiriman ternyata bisa mendapat apresiasi juga. Ada benefit yang menanti dari setiap transaksi. 

Hm, apa aja ya, benefitnya?

Jujur, saya sendiri nyesel banget telat mengetahui informasi ini. Ternyata, setiap konsumen yang bertransaksi menggunakan JNE bisa mendaftar untuk menjadi member JLC, atau JNE Loyalty Card. Keuntungannya,

SOLUSI PROTEIN SO GOOD UNTUK KELUARGA INDONESIA


Mau tahu makanan yang nggak pernah ditolak sama anak-anak, selain cokelat dan es krim?
Hm, jawabannya sih gampang banget. Sediain aja produk makanan olahan dari SO GOOD. Banyaknya varian dari SO GOOD memang selalu menggoda selera. Mulai dari Chicken Wings, Chicken Spicy, Chicken Katsu, Chicken Karage sampai camilan renyah dan gurih seperti Golden Money Bag atau Otak-otak yang praktis dan lezat. Dijamin bakal susah nolak deh.. rasanya, selalu bikin pengen lagi dan lagi.

Seperti hari ini, saya mencoba SO GOOD Chicken Nugget Veggie untuk anak-anak. Saya tertarik karena di dalam Chicken Nugget Veggie ini terdapat potongan wortel dan kacang polong. Udah gitu bentuknya sayuran. Yakin deh, kalau anak kecil yang dikasih Si Veggie ini, pasti happy, karena bisa belajar aneka bentuk sayuran. 




Ternyata, dengan potongan wortel dan kacang polong di dalam daging ayamnya, rasa chicken nuggetnya jadi lebih enak. Anak-anak suka.




Bertepatan dengan peringatan Hari Gizi Nasional yang jatuh pada tanggal 25 Januari 2018 lalu, SO GOOD ikut mendukung pedoman gizi seimbang untuk keluarga Indonesia. Yaitu, asupan penting yang terkandung dalam piring makan sehari-hari kita, sebaiknya meliputi 3 macro nutrients. Karbohidrat, Lemak dan Protein. Di mana, kebutuhan protein yang harus dipenuhi adalah, 2 sampai 4 porsi per hari. Jelasnya, setiap kali makan, jumlah protein adalah 15% di dalam piring makan. Sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing.

Btw, kenapa sih harus mencukupi kebutuhan protein di dalam tubuh?

Hm, Si protein ini sangat bermanfaat untuk membantu pertumbuhan sel-sel organ tubuh kita. Selain itu juga berguna untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Protein juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh, membantu proses pertumbuhan dan membentuk otak manusia dan sel darah agar tidak mudah pecah. 

Protein juga membantu meningkatkan fungsi otak, loh.. membantu meningkatkan prestasi dan produktivitas sehari-hari..

Trus, apa jadinya kalau tubuh kita kekurangan protein?

Hiks, kekurangan protein sangat berdampak buruk bagi kesehatan. Kekurangan protein dapat menimbulkan masalah pada

13 January 2018

Yuk, Kenali Gaya dan Padu Padan Tepat untuk Jaket Kulit Wanita



( image : pixabay )

Jaket merupakan item fashion yang amat dibutuhkan oleh semua orang untuk melindungi diri dari kedinginan. Salah satu jenis jaket yang banyak disukai adalah jaket kulit. Nggak hanya pria saja, jaket kulit wanita pun juga laris manis di pasaran. Memang kesannya seperti khas pengendara motor, ya.. namun bukan berarti jaket kulit wanita selalu punya kesan demikian loh.. karena kita bisa tetap mendapatkan kesan yang berbeda jika teman-teman bisa memadupadankannya dengan tepat.

Jaket berbahan kulit banyak disukai wanita karena mampu menampilkan kesan boyish nan santai. Meski kadang, ada juga sih wanita yang  nggak suka dengan kesan yang terlalu boyish.

Nah,  berikut ini beberapa gaya yang bisa teman-teman pilih untuk dijadikan sebagai panduan:

Back to Basic - Untuk bisa bergaya dengan style yang satu ini maka teman-teman bisa memilih warna-warna gelap atau kalem misalnya hitam, putih, abu-abu sehingga tampilannya ringkas dan nggak ribet. Busana dengan cutting pas badan misalnya T-shirt, blazer, skinny long pantz atau jaket glossy kulit juga bisa.

Natural Look - natural look bisa cocok dipilih untuk tampilan kesan androgini. Dominasi warna-warna kulit misalnya, cokelat tua atau kelabu menjadikan daerah mata jadi hidup. Dalam hal ini teman-teman bisa menjadikan make up natural sebagai hal utamanya. Nantinya bisa dipadukan dengan jaket kulit dengan tema tertentu.

Boyish Shoes - menggunakan sepatu yang terkesan boyish tak melulu terlihat tomboy. Kita juga bisa memilih sepatu ala pria namun tetap terkesan feminin secara keseluruhan.

Aksesori Androgini - Kesan yang boyish akan semakin kuat dengan tambahan beberapa aksesoris misalnya gelang kulit hingga arloji atau kacamata frame hitam.

Jika teman-teman sudah memiliki gaya kesukaan, selanjutnya tinggal memadukan jaket kulit wanita  dengan beberapa item berikut ini sebagai pilihan:

Pakaian bermotif - yang pertama sangat mudah dipadukan dengan pakaian yang bermotif misalnya animal print, leopard atau lainnya. Untuk motif seperti ini akan memberikan kesan berani pada pemakainya sehingga teman-teman bisa tampil maksimal. Namun jika ingin tampil feminin, maka busana bermotif floral bisa dipilih.

Little black dress - salah satu item fashion yang disukai oleh wanita adalah little black dress. Kita bisa tetap tampil feminin dengan little black dress yang mampu memberikan kesan elegan dan chic. Sempurnakan dengan sepatu boots serta topi fedora untuk sentuhan akhirnya.

Rok dan sneakers - untuk padu padan yang satu ini, akan jadi sangat nyaman karena teman-teman bisa menggunakan sneakers. Padukan dengan rok jika ingin tampak feminin. Karena jaket kulit berwarna gelap, maka bisa menggunakan rok warna kontras. Sentuhan ini akan jadi hal yang menyempurnakan hari santai kita.

Atasan rajut - Jika di daerah teman-teman sedang musim dingin, jangan hanya pakai atasan rajut saja, namun padukan juga dengan jaket kulit andalan. Dengan tampilan ini, nggak cuma akan menghangatkan, namun tetap bisa tampil gaya.

Syal dan topi - jika teman-teman termasuk suka bermain dengan aksesoris, maka menggunakan syal dan topi juga bisa dilakukan. Untuk outfit ini hanya akan cocok digunakan ketika musim dingin mendung saja, karena jika digunakan di musim panas maka pasti akan aneh.

Itulah beberapa padu padan yang bisa  dicoba untuk menjadikan jaket kulit wanita di lemari teman-teman lebih bergaya lagi. Aneka model jaket wanita  berbahan kulit kini bisa  didapatkan di toko online terpercaya dengan harga yang terjangkau.





10 January 2018

Belajar Untuk Tidak Menunda



(Image : Pixabay.Com)

Hai, hai..
Nggak berasa ya,  hari ini udah masuk hari ke sepuluh di bulan Januari. Dan ini jadi postingan pertama di tahun 2018. Telat banget ya.. Hahaha, "better late than never". Nggak ada polisi yang patroli, kok.. ;)

Tahun 2017, saya dapat banyak banget pelajaran hidup. Suka dan duka tentu saja ada. Bahkan saya mendapatkan pencapaian luar biasa yang nggak pernah saya duga. Alhamdulillah rasanya bersyukur banget. Meski ada juga sih beberapa penyesalan yang muncul karena beberapa persoalan yang mestinya bisa diselesaikan. Tapi, sekali lagi, saya harus mengingat bahwa segala sesuatu itu, kalau memang harus terjadi, ya.. terjadi. Kita gak bisa menghindar. Sudah jalannya begitu. Jadi kita hanya bisa belajar dan mengambil hikmah dari satu kejadian. Belajar supaya bisa lebih dewasa dalam menyikapi persoalan apapun.

Pelajaran penting lainnya yang harus saya sikapi dan segera ubah, adalah kebiasaan menunda. Entah mengapa, kebiasaan menunda saya semakin memburuk. Kadang untuk hal yang sepele pun saya tunda juga. Sama seperti ketika saya membaca sebuah tulisan lama, milik sahabat blogger saya Astin Astanti  pengalamannya tentang menunda, (meski dalam bentuk berbeda)  persis banget seperti yang saya alami. Seperti kemaren, rasanya kesel dan marah sama diri sendiri.

Sebelumnya, nggak sengaja saya melirik ke bawah meja belajar di kamar anak-anak. Nggak seperti biasanya, Si adek menumpuk beberapa buku pelajarannya di bawah meja. Dalam hati saya udah berpikir, kayaknya dia buru-buru saat mengeluarkan buku pelajaran dari dalam tas. Saya sudah ingin memindahkan buku-buku tersebut ke rak atas. Tapi, entah mengapa nggak jadi saya lakukan. Saya menundanya. Padahal sudah sempat terlintas di pikiran, "ini kalo tiba-tiba banjir, bisa basah semua nih, buku.."

Hm, mungkin ada yang bertanya, apa rumah saya pernah kebanjiran?

Banjir yang saya maksud, bukan seperti banjir yang datang pada saat curah hujan sangat tinggi pada musimnya. Ini banjir yang datang dari selang mesin cuci yang lupa diarahkan ke kamar mandi. Beberapa kali sempat terjadi. Akibatnya membuat heboh. Airnya masuk sampai ke kamar. Menyebabkan rak buku yang bahannya terbuat dari serbuk kayu padat, jadi lembab. Dua, tiga kali kena genangan air lama-lama jadi rusak dan gak bisa dipakai lagi. Kesalnya saya, jangan ditanya.. :(

Balik lagi ke masalah tadi, pikiran yang sempat terlintas ternyata benar-benar terjadi beberapa jam kemudian. Saat mesin cuci sedang dalam proses mengeringkan, air yang keluar dari selang yang tidak pada tempatnya, tumpah ruah memenuhi dapur, masuk terus ke tempat yang lebih rendah. Yaitu kamar anak-anak.

Tanpa ampun airnya menggenang dan membasahi buku di tumpukan paling bawah. Mengorbankan dua buku paket yang cukup tebal, kumpulan kertas ulangan dan dua  buku catatan. Sulit menjelaskan bagaimana perasaan panik saya saat menyelamatkan buku-buku itu. Lengkap dengan rasa marah pada diri sendiri. Menyesal karena mengabaikan apa yang sempat terlintas di pikiran. Menyesal karena menunda memindahkan selang ke tempat yang seharusnya.

Karena kelalaian saya, usai membersihkan bekas banjir, saya jadi punya pekerjaan tambahan. Buku-buku yang basah harus dikeringkan. kalau nggak cepat dikeringkan, lembarannya akan jadi lengket satu sama lain. Hari gini susah banget cari buku. Apalagi buku pinjaman dari sekolah. Nggak mungkin saya bisa mencari gantinya dalam waktu singkat.

Akhirnya, sepanjang siang saya menyetrika lembar demi lembar buku supaya cepat kering. Hair driyer nggak bisa diharapkan karena lembar buku yang basah akan mudah robek. Huuft, saya harus mengganti kelalaian saya dengan waktu yang tersita. Andai saya mendengar bisik hati saya.. andai saya bergerak lebih cepat pasti semua nggak akan terjadi.

Lihat kan betapa buruknya akibat suka menunda..

Sebenarnya, masih banyak lagi penundaan lain yang kalau dihitung-hitung sangat merugikan dan membuat lelah. Bisa dibilang saya sudah bosan dan nggak mau kejadian lagi.

Akhirnya saya putuskan, sudah saatnya saya melawan monster penunda yang bersarang di dalam diri saya. Saya nggak akan membiarkan diri saya menunda-nunda lagi.

Mulai dari saat ini, besok dan seterusnya..


















20 December 2017

IDGAI JAKARTA & LAZNAS BSM WUJUDKAN SENYUM SEHAT ANAK BANGSA, MENUJU INDONESIA BEBAS KARIES GIGI



Pernah merasakan sakit gigi?
Hiks, rasanya sedih banget, ya.. kalau lagi sakit gigi. Segala rasa seperti gigi ngilu, gusi senut-senut campur jadi satu. Kalau nggak bisa nahan sakit, menangis adalah satu-satunya cara untuk menumpahkan rasa sakit yang luar biasa. Kalau sudah begini, baru muncul penyesalan mengapa lalai memerhatikan kesehatan gigi. Baru sadar, betapa pentingnya anjuran dokter untuk memeriksakan gigi 6 bulan sekali. Nyesel udah cuek sama kesehatan sendiri. 

Nah, kalau kita yang dewasa  aja tersiksa ketika sakit gigi. kebayang nggak, kalau apa yang kita rasakan, dirasakan juga  oleh anak-anak? Duh, rasanya nggak tega yaa.. pasti mereka kesakitan banget!

Nggak bisa dimungkiri bahwa di negara kita, kesadaran untuk merawat kesehatan gigi masih belum merata. Masih banyak masyarakat yang belum sadar bahwa penyakit gigi dan mulut dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Kasihan kan, asupan nutrisi jadi terhambat. Padahal, masa depan bangsa, bergantung pada mereka, generasi yang akan datang. Generasi yang seharusnya tumbuh sehat, cerdas dan ceria.

Untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan Indonesia bebas karies tahun 2030. Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia - ( IDGAI), bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional - (LAZNAS BSM Umat), menggelar kegiatan Bakti  Sosial dengan tema : 
"Pengabdian Untuk Masyarakat IDGAI dan Laznas BSM - Senyum Sehat Anak Bangsa, Menuju Indonesia Bebas Karies Gigi
Bertempat di TMII, Anjungan Sulawesi Selatan, pada tanggal 17 Desember 2017 lalu, acara ini melibatkan 100 dokter gigi yang akan melakukan pemeriksaan gigi gratis sekaligus mengedukasi anak-anak tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi. 



PAGI CERIA DI TMII 




Pagi yang mendung mendadak ceria ketika 200 anak yatim dan dhuafa dari panti asuhan Yayasan Nurul Muttaqien, Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama dan juga Anak Dhuafa Binaan Laznas BSM Umat di Jakarta memasuki Anjungan Sulawesi Selatan TMII. Acara pagi itu nggak cuma fokus pada pemeriksaan gigi. Tapi juga ada pertunjukan sulap, cerita boneka, mewarnai dan dance Baby Shark. Pertunjukan yang menghibur ini diselipkan juga edukasi tentang bagaimana caranya merawat gigi. Selain itu banyak hadiah yang siap dibagikan kepada anak-anak yang berani maju ke pentas. Kebayang kan, suasana ceria yang tercipta.

Usai kegiatan hiburan, anak-anak dipandu untuk mengikuti pemeriksaan gigi di beberapa meja yang sudah disiapkan. Dokter gigi menyapa anak-anak dengan ramah. Untungnya anak-anak cukup santai dan senang.



Tuh, lihat aja.. nggak ada yang takut atau pun menangis. Hebat ya.. :)


Pemeriksaan dan perawatan gigi  berjalan tenang dan lancar. Pulangnya, anak-anak mendapatkan goodie bag yang bikin senyum mereka semakin ceria.

Semoga dengan pengalaman baik ini, anak-anak makin rajin merawat gigi ya..


PENTINGNYA MEMBANGUN KESADARAN MERAWAT GIGI SEJAK DINI


Menurut Ketua IGDAI, Dr. drg. Eva Fauziah Sp. KGA (K), orang tua seharusnya lebih memerhatikan kesehatan gigi dan gusi anak sejak dini. Jangan sampai terlambat. Kelalaian orang tua dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anaknya dapat disebabkan oleh minimnya pengetahuan orang tua. Bakti sosial yang rutin diselenggarakan oleh IDGAI bermaksud untuk menanamkan kesadaran kesehatan gigi dan mulut pada seluruh masyarakat khususnya anak dan keluarga yang kurang mampu.

Senada dengan yang disampaikan dokter Eva,  Direktur Philanthropy LAZNAS BSM Umat, Rudi Irawan, juga menjelaskan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari kepedulian LAZNAS BSM Umat dan IDGAI Pengda DKI Jakarta terhadap kesehatan gigi. Diharapkan kegiatan ini dapat memberi manfaat kepada masyarakat.


pelepasan balon udara pertanda acara bakti sosial dimulai

Bakti sosial ini nantinya akan terus berlanjut, mengingat ini adalah bentuk upaya dukungan kepada program pemerintah, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang pada tahun 2015 lalu, menargetkan anak Indonesia usia 12 tahun bebas karies  (gigi berlubang) di tahun 2030 mendatang.

Kita juga bisa ikut mensukseskan target pemerintah ini lho. Caranya dengan mulai menumbuhkan kesadaran pada anak untuk menjaga kesehatan gigi. Mengurangi kebiasaan makan makanan yang manis dan rajin menyikat gigi. Dengan kebiasaan yang kita ajarkan, anak juga akan menjadi contoh bagi teman-temannya. Percayalah bahwa kebiasaan baik akan menular.

Semoga kelak, penyakit karies gigi bisa lenyap ya..