19 August 2017

BELAJAR MENJADI DUBBER DI ACARA IN HOUSE TRAINING BRID 2

( image :http://download-wallpaper.net/)





Hayoo.., ada yang tau nggak ini film kartun apa?
Buat yang punya anak, yakin banget deh, pasti tau film ini. Yap, ini "Curious George", kisah persahabatan monyet cerdik yang 'menggemaskan' dan Pria Bertopi Kuning. Saya sih, masih sering nonton dan penasaran sama pengisi suara di balik peran Pria Bertopi Kuning. Nggak taunya rasa penasaran saya akhirnya terjawab. Saya dapat kesempatan untuk bertemu langsung dengan Pria Bertopi Kuning di balik layar. Benar-benar pucuk dicinta, ulam pun tiba. 

Nah, Sabtu, 12 Agustus 2017 lalu, berbekal semangat untuk mengenal lebih jauh dunia dubbing dan voice over, saya memberanikan diri untuk berangkat sendiri menggunakan Commuter Line menuju stasiun Cawang. Maksud hati sih, sesampainya di stasiun saya akan nyambung naik ojek online ke tempat acara Wisma Riat. Eh, nggak taunya saya nyasar, Salah pilih jalan keluar dan membuat alur perjalanan jadi kacau. Hahaha, kalau ingat ini rasanya pengen ketawa deh. Nggak papa lah, nambah-nambah pengalaman ya.. :)


INI DIA PRIA BERTOPI KUNING





Bertemu dan berkenalan dengan Kak Agus Nurhasan rasanya seperti membuka dunia baru buat saya. Bayangkan aja, kalau kita orang awam hanya menggunakan suara untuk berbicara, bagi seorang Dubber seperti Kak Agus dan rekan-rekan, suara menjadi sebuah kekayaan. Satu orang bisa menghasilkan suara dengan berbagai bunyi, irama bahkan karakter yang berbeda. Bisa menjadi lebih tua, lebih muda, bahkan anak-anak. Kak Agus sendiri, sudah menjadi pengisi suara tokoh seperti, Pria Bertopi Kuning, Suneo dalam film Doraemon tahun 2006 - 2008, Fujiwara Sai (Hikaro No Go), Dark (DN Angel)  dan masih banyak lagi.

Melihat kiprah Kak Agus sebagai seorang Dubber, terbersit tanya, mudah nggak ya, menjadi seorang dubber?

Huhuuu.., ternyata nggak mudah kawan! Perlu pengorbanan dan kesabaran luar biasa. Latihan-latihan dan latihan yang nggak boleh berhenti. Pokoknya kalau bosan dan nggak mau latihan, siap-siap aja untuk nggak jadi apa-apa. *uughh!

Kata Kak Agus, seorang Dubber bekerja dengan jurus 4 M. Melihat, Mendengar, Membaca dan Merasakan. Empat hal itu dilakukan dalam satu waktu. Hebat ya..


Saya dan teman-teman blogger mengikuti materi yang dibawakan Kak Agus dengan antusias. Sekaligus mempraktikkan latihan yang harus dikuasai. Latihannya awalnya seperti ini :

  • OLAH TUBUH
Olah tubuh ini terdiri dari  : Latihan Pernafasan. Latihan ini bukan bernapas seperti biasa. Tapi menarik napas dari hidung dengan perut yang membusung dan mengeluarkan nya lewat mulut sambil perut mengempis secara perlahan-lahan. 
Selesai latihan pernafasan dilanjut dengan senam mulut. Gunanya agar mulut tidak kaku saat mengucapkan dialog. Caranya bisa dengan memonyongkan, bersiul, memutar-mutarkan mulut ke kiri dan kanan.

  • OLAH VOKAL 
Ini penting banget supaya suara yang kita latih bisa berkualitas. Perhatikan Power, Artikulasi yang jelas, Intonasi, Tempo dan Warna atau jenis suara. Temukan warna suara yang tepat untuk menghidupkan atau mengisi peran yang diberikan. Rajin mengeksplore suara sendiri bisa membantu untuk menemukan warna suara yang berbeda. Makin banyak jenis suara yang dikuasai, kesempatan untuk mendapatkan berbagai peran akan terbuka lebar.


  • OLAH RASA
Ketika memainkan peran, seorang Dubber harus bisa menghayati peran. Nggak ada cerita tuh, mencampur-adukkan  urusan pribadi sama pekerjaan. Harus bisa menghayati dan menjiwai peran. Konsentrasi, hadirkan Ingatan emosi atau peristiwa yang pernah dialami. Imajinasi juga menjadi bagian penting dari olah rasa. Karena dengan berimajinasi kita dapat menyelami karakter yang kita perankan. Satu lagi yang menjadi bagian dari olah rasa adalah Observasi terhadap berbagai karakter dan profesinya. Dengan memahami berbagai karakter, peran yang dimainkan akan menjadi lebih hidup.

  • LIPSYNC ( Sinkronisasi Bibir)
Pernah nggak, menonton film yang disulih suara, tapi antara suara dan gerakan mulutnya nggak pas. Kadang mulut masih gerak tapi dialog sudah berhenti. Nah,  seorang dubber harus kreatif dan bisa berimprovisasi untuk menambah atau mengurangi kata atau kalimat tanpa mengubah arti.


LATIHAN MENGUCAPKAN DIALOG


Selesai melakukan apa yang diinstruksikan, Kak Agus memberikan tantangan kepada semua peserta untuk membuat kelompok dan belajar mengucapkan dialog. Menggunakan intonasi yang tepat pada setiap kalimat dan menjiwai peran yang dimainkan.  Seru banget! Gimana kalau udah jadi dubber beneran ya?


Dan memang terbukti nggak mudah untuk menciptakan emosi dari seorang tokoh. Apalagi kalau harus memerankan tokoh yang usianya jauh di atas kita. Seperti saya yang kebagian peran seorang Ibu usia 65 tahun. Sementara saya kan masih belia.. hahaha *disorakin!

Eh, btw kalau berminat jadi Dubber beneran, caranya gimana ya?

Hm, meskipun jalannya nggak mudah, tapi bukan berarti nggak mungkin ya. Selalu ada jalan untuk yang sungguh-sungguh.  Kuatkan niat, motivasi dan tekad agar siap menghadapi semua proses dubbing. Rajin-rajin main ke studio untuk melihat langsung bagaimana seorang dubber menjalankan tugasnya. Seringkali dengan melihat sendiri, kita mendapatkan ilmu yang nantinya bisa kita praktikkan. 

Terakhir, selalu jaga kualitas suara. Soalnya seorang dubber sering dikontrak untuk puluhan bahkan ratusan episode. Kalau suaranya berubah, nanti akan berpengaruh pada peran yang sedang dimainkan. Okesip. Noted ya, Kak.

Makasih banget buat Kak Agus. Jadi kalau saya atau teman-teman mau jadi dubber profesional, sudah tau harus bagaimana memulainya. 


In House Training BRID 2,  yang saya ikuti kali ini merupakan acara rutin dua bulan sekali yang diadakan oleh Blogger Reporter. Dalam setiap aktivitasnya selalu mengangkat tema yang menarik dengan narasumber yang kompeten di bidangnya. Acara ini didukung penuh oleh Ibu Amy Atmanto, sebagai pemilik WISMA RIAT ( Rumah Internet Amy Atmanto) yang bertempat di Jl. Pengadegan Utara No. 14 Cikoko- Jakarta Selatan, Ibu Amy sangat mendukung kegiatan positif yang dilakukan BRID dan berharap semua peserta mendapatkan manfaatnya.

Mas Hazmi Fitriyasa - BRID, Bu Amy Atmanto dan 'Pria Bertopi Kuning' Kak Agus Nurhasan

Acara In house training BRID 2, ini juga didukung oleh Gogobli.com sebuah situs toko online yang bergerak di lingkup kesehatan dan kecantikan. Sejak berdiri tahun 2011, telah dipercaya di seluruh Indonesia sebagai pilihan utama dalam berbelanja online. Dengan SDM profesional dan kemudahan dalam proses berbelanja menjadikan Gogobli sebagai toko online yang terpercaya di Indonesia.

Sebagai Toko online kesehatan dan kecantikan, Gogobli selalu memperhatikan kualitas sebagai prioritas utama. Semua produk yang dijual  telah terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan indonesia. Aman dan bebas penipuan.

Seneng deh disupport oleh Ibu Amy Atmanto dan Gogobli. Pulang-pulang dapat banyak ilmu dan goodie bag yang isinya segambreng.  Makasih buat semuanya, ya.. 😍😍😍😍
Sampai jumpa di In House Training berikutnya..



*Foto-foto : Dokumentasi Blogger Reporter Indonesia*

#InhousetrainingBRID2  #BRIDXGogobli











16 August 2017

Indonesia is Me, Rayakan Kemerdekaan dengan Pertunjukan Budaya




Jelang hari kemerdekaan negara kita tercinta, kemeriahan perayaan makin terasa. Mulai dari jalan protokol sampai sudut kota, semua berhias cantik. Siap merayakan  hari istimewa. Ya iyalah ya, ini kan peristiwa sekali setahun yang harus dirayakan dengan hati gembira. Banyak cara yang dilakukan untuk memeriahkan hari kemerdekaan yang pastinya akan semakin mempererat hubungan antar sesama. Semakin meriah, semakin dalam rasa cinta kita terhadap tanah air dan bangga menjadi bangsa Indonesia.

Buat kamu-kamu yang pengen menyaksikan acara pertunjukan budaya, sejak tanggal 13 Agutus lalu, Synthesis Development menggelar Pesta Merdeka bertajuk Indonesia is Me. mempersembahkan berbagai pertunjukan budaya Indonesia. Rangkaian acara ini melibatkan semua proyek property Synthesis Devolopment di antaranya Synthesis Residence Kemang, Samara Synthesis dan Prajawangsa City. Dimulai dengan flashmob yang diikuti kurang lebih 2000-an penari yang memenuhi area Car Free Day, Senayan Jakarta.  Acara berlangsung dengan sangat meriah.

Eh, tapi buat kamu-kamu yang ketinggalan flashmobnya jangan sedih. Acara masih berlanjut. sampai tanggal 20 Agustus nanti kok. Acaranya di Grand Atrium Mall Kota Kasablanka. Nah, di sini ada rangkaian acara Kriya Nagri yang diberi nama Loka Nusantara, Belantara Budaya, Gending Etnik, Inspirasi Aksi dan Teras Nagri mulai pukul 10.00 - 21.00 WIB. Setiap hari pada jam-jam tertentu, akan ada bincang-bincang seru tentang berbagai topik kebudayaan dan kekayaan alam Indonesia.

Seperti kemarin, tanggal 15 Agustus, saya mengikuti acara Bincang Sore yang membahas tentang "Pesona Kopi & Cokelat Indonesia." Hadir sebagai narasumber : Lukas Christian, Pendiri Gerakan Kopi Persahabatan. Aldi Maulidiansyah, Pemilik Chocoa Faza Premium Chocolate dan Nino Fernandez, Artis & Pemilik Kedai Kopi Di Bawah Tangga.





KOPI PERSAHABATAN


Ngobrolin kopi pastilah menarik banget ya. Secara ini jamannya kalo nggak ngopi tuh nggak asik. Berasa hampa.. Emang enak, ngerumpi sama temen minumnya air putih doang? Hihiii, yang berwarna dong.

Ternyata, kopi Indonesia itu banyak banget yang bisa dieksplore dan bisa banget menjadi pengikat persaudaraan. Bermaksud mensejahterakan petani kopi dan menyelamatkan mereka dari para tengkulak, Pak Lukas Christian membuat sebuah Gerakan Kopi Persahabatan. Jadi seperti menjalin persahabatan universal melalui kopi. Nggak peduli dari suku mana, agamanya apa, asik aja minum kopi sambil ngobrol sama-sama. Pak Lukas bahkan rutin membagikan kopi persahabatannya gratis setiap satu kali seminggu. Beliau optimis, kopi dapat membuat siapa pun jadi lebih dekat. Kalau ada yang bersedia jadi penyedianya boleh juga ikut Gerakan Kopi Persahabatan.

Oh ya, ada pesan yang selalu ingin disampaikan oleh Pak Lukas. Minum kopi asli yang sehat itu, jangan pakai gula.  Kalau pun tetap ingin ada manis-manisnya pakailah gula aren. Bagaimana pun juga, sehat lebih baik. Edukasi tentang ngopi dengan sehat ini yang selalu di bawa Pak Lukas dalam setiap kesempatan.

Sama seperti kopi, cokelat Indonesia juga nggak kalah sama cokelat luar negeri loh. Asal tau aja, kita merupakan pengekspor biji cocoa terbesar di dunia bersama Brazil. Hanya saja, sebagian besar biji cocoa yang kita kirim belum diolah. Setelah diolah oleh negara lain, malah kita yang balik impor. Padahal asalnya dari Indonesia. Nyesek banget, kan!

Nah, di tangan Aldi Maulidiansyah dan rekan-rekannya, biji cocoa diolah menjadi Chocoofaza. Chocoofaza dibuat tanpa pengawet dan pemanis. Lezat dan siap bersaing dengan cokelat buatan luar. Sebagai orang Indonesia, mari sama-sama kita dukung kreativitas anak muda Indonesia dalam berkarya.

MAIN GAME DAPAT HADIAH KEREN


Di area Pesta Merdeka Grand Atrium, kamu juga bisa ikutan main games dengan hadiah yang menarik. Menariknya pake banget! Kenapa? Karena hadiahnya Macbook Pro, Iphone 7+, Voucher MAP @500K dan jalan-jalan ke Bali gratis yang akan diundi pada tanggal 20 agustus nanti. Uw.. oke banget ya..

Cara mainnya gampang, cuma mengarahkan tangan ke layar monitor ke arah gambar yang kita inginkan. Dijamin, kamu pasti akan ketawa deh liat hasil fotonya. Kalo udah selesai jangan lupa minta nomor undian untuk diisi data ya. Kupon undian nanti akan dimasukkan ke kotak undian sesuai dengan hadiah incaran kamu. Mudahkan. Cuss, besok ajak teman, pacar atau suami ke sana.


Beli Apartemen 1 Gratis 1


Nah, buat kamu yang lagi cari apartemen, ada promo asik nih dari Synthesis Development. Selama masa promo, kamu bisa beli satu apartmen dan bisa dapetin satu lagi sebagai gratisannya. Kapan lagi bisa beli-beli dapat hadiah mewah gini. Jaga tanggalnya ya. Ajak teman dan kerabat untuk cari tau di Grand Atrium Mall Kota Kasablanka.

Selamat berburu apartmen.










































15 August 2017

Pengumuman Pemenang Lomba Kreasi Masak So Good 2017




Teman-teman masih ingat nggak dengan Lomba Kreasi Masak - Saat Ramadan yang diadakan oleh So Good di bulan Ramadan lalu? Lomba masak ini jadi spesial karena ada dua kategori yang dilombakan, yaitu menggunakan ayam potong  atau bahan siap masak So Good seperti Nugget, Sosis dan berbagai jenis lainnya. Ternyata, animo masyarakat yang ikut lomba ini luar biasa. Pesertanya membludak. Hm, mau tau gimana ceritanya? Yuk, sini-sini, saya ceritain.. :)

Setelah melalui rentang waktu yang lumayan panjang, sesuai waktu yang ditentukan, lomba kreasi  masak So Good berhasil merangkul peserta yang mengirimkan resep kreasinya lebih dari 800an. Jumlah yang sangat fantastis, ya. Kebayang deh gimana repotnya para juri menyimak dan menentukan siapa yang berhak untuk mendapatkan berbagai hadiah keren berupa uang tunai dan paket produk berprotein tinggi dari So Good.



Bertempat di Kopi Kalyan Cikajang- Jakarta, hari Rabu tanggal 9 Agustus 2017 lalu, saya dan teman-teman Blogger Perempuan mendapat kesempatan untuk menyaksikan langsung pengumuman pemenang lomba kreasi masak So Good. Turut hadir Ibu Any Astuti, Marketing Manager, Hartony Ho selaku Brand Manager PT. So Good Food (SGF), dan Chef Ari Galih yang ditunjuk menjadi salah satu juri dalam pemilihan ini.

Menentukan pemenang dengan peserta lomba lebih dari 800 resep itu rasanya pasti sesuatu banget ya. Dan para juri tentunya sudah mempunyai standar dan kriteria untuk peserta yang layak menang. Ada beberapa unsur yang jadi pertimbangan. Di antaranya, kreativitas peserta dalam mengolah bahan, pemilihan bumbu, tehnik memasak dan cara penyajian. Dalam hal ini, foto yang ditampilkan.

Satu hal yang membanggakan, sebagian besar resep yang masuk adalah resep yang menampilkan masakan tradisional Indonesia yang kaya rasa dan sarat bumbu. Dengan bahan utama dari So Good ayam potong dan bahan siap masak membuat hidangan jadi makin istimewa.

Nah, siapa dia pemenang yang beruntung?

Tiga pemenang dari kategori kreasi masak dengan bahan ayam potong So Good tersebut adalah :


Pemenang I : Enni Faizah  - Yogyakarta 
Kreasi Mangut Ayam Daun Pepaya
http://dapursogood.id/admin/ramadhan/recipe#cbp=http://resepramadhan.dapursogood.id/recipi/mangut-ayam-daun-pepaya

Pemenang II : Ridha An Nisa - Pati, Jawa Tengah
Kreasi Garang Asem Enoki So Good Gondorasih
http://dapursogood.id/admin/ramadhan/recipe#cbc=http://resepramadhan.dapursogood.id/recipe/garang-asem-enoki-so-good-gondorasih


Pemenang III : Alexandria Keny - Kendal, Jawa Tengah
Kreasi Arsik Ayam Bumbu Combrang
http://dapursogood.id/admin/ramadhan/recipe/#bcp=http://resepramadhan.dapursogood.id/recipe/arsik-ayam-bumbu

Dan tiga pemenang kategori kreasi yang menggunakan So Good siap masak adalah :


Pemenang I : Chika Afandi - Medan
Kreasi Bakso Penyet So Good Laksa Special
https://www.instagram.com/p/BW20cwED3hK/?taken-by=chika.afandi


Pemenang II : Yutakanayuta - Malang
Kreasi Balado Terung Gulung Isi Chicken Stick Premium 
 https://www.instagram.com/p/BW5A8ygDrn/?taken-by=yutakanayuta


Pemenang III : Setianingsih Sumaryo - Jakarta
Kreasi Chicken Wing Mie Titi
 https://www.instagram.com/p/BWw5r9yg5Bc/?taken-by=setianingsih.sumaryo



Yeeay, selamat ya.. untuk para pemenang. Chef Ari Galih bilang, pemenang lomba masak ini dipilih karena memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh dewan juri. Yaitu:
  1.  memenuhi aspek, keunikan dan kreativitas yang tajam. 
  2. Dapat memberikan atau menghadirkan orisinalitas resep. 
  3. Bisa menampilkan keseimbangan dalam pemilihan bahan dengan produk yang digunakan.
  4. Kreasi masak yang ditampilkan dalah masakan yang memiliki unsur kesegaran dan kepraktisan dalam proses pembuatan masakannya. 
  5. Kreasi masakan yang dibuat sangat praktis dan dapat dipraktikkan oleh ibu-ibu lain dengan mudah.

Oh ya, Chef Ari galih juga memilih resep favorit yang didemokan langsung pada saat acara loh. Jadi, semua peserta bisa langsung belajar dan lanjut mempraktikkannya di rumah.






Memasak menggunakan bahan-bahan yang berkualitas pastinya dapat menghasilkan masakan yang nggak cuma enak, tapi juga sehat. Menggunakan ayam potong So Good misalnya. Teknologi yang dipakai untuk memproses ayam potong menggunakan teknologi IQF (Individual Quick Frozen) yaitu teknologi proses pembekuan individu dalam waktu 45 menit pada suhu -35 derajat celcius sehingga mengunci 4 kualitas, yaitu : Segar, Gizi, Rasa dan Bersih. Kualitas kesegaran So Good Ayam Potong bisa terlihat dari warna dagingnya yang merah muda, kenyal, tidak amis dan praktis. Langsung diolah dan tidak perlu dipotong-potong dan dicuci lagi. Pokoknya, tinggal siapin bumbu aja deh. Ayam udah tinggal cemplung. Praktis banget ya..



Untuk chicken nugget dan varian lainnya, semua produk pilihan berprotein tinggi So Good telah melalui proses pemasakan pada suhu 170 derajat celsius selama tidak kurang dari 3 menit dan langsung dibekukan cepat untuk menjamin dan menjaga kesegaran, kelezatan dan nutrisi kandungan daging olahannya. Jadi, walaupun frozen food, cita rasa asli dari daging pada setiap varian So Good akan tetap terasa dan terjaga.

Dengan mudahnya memperoleh berbagai produk olahan So Good di pasaran, tentunya membuat Ibu semakin kreatif dalam mengolah masakan untuk keluarga. Udah terbukti dong, dari lomba kreasi masak ini, ide-ide peserta seolah nggak ada habisnya. Rasanya saya juga jadi terpacu nih, untuk menciptakan kreasi sendiri untuk keluarga. Siapa tau kan, tahun depan ada lomba masak lagi dan saya jadi salah satu pemenangnya.. Bisa aja, kan.. ^^
 (( Yuk, bilang :  Aamiin.. ))





















12 August 2017

Downy Daring Parfum Collection Wanginya Bikin Jatuh Hati



Saya suka sebel sama pakaian yang abis dijemur tapi baunya nggak enak. Pernah tuh sekali waktu, saking sibuknya saya kelupaan menjemur pakaian yang udah selesai dicuci dari dalam mesin cuci. Pas dikeluarkan keesokan harinya, pakaian udah bau apek semua. Terpaksa direndam lagi pakai pewangi. Bisa sih ngilangin bau apeknya. Tapi kan, jadi rugi dua kali ya.. rugi waktu, boros air, boros listrik dan pewangi. Huuh, bikin sebel aja, kan.. *ngomel ;D

Ada lagi sih, kesebelan lainnya. Kadang, saya melakukan pemborosan untuk urusan pakaian. Masih merasa kurang wangi, pas nyetrika pake lagi pelicin. Trus nanti kalo udah dipake, eh semprot lagi parfum. Kalau dihitung-hitung malah jadi boros. Wangi parfum kan suka cepet hilang menguap gitu. Kecuali parfum mahal.. *ih, ketahuan deh, parfum saya nggak mahal :D

Rasanya, pengen deh ada inovasi yang membuat Ibu-ibu kayak saya, nggak ngomel-ngomel karena baju bau apek dan semacamnya. Ada nggak ya, yang bisa kasih solusi? 

Ternyata ada loh. Dan kita patut bersyukur ya, Ibu-ibu. Budget beli parfum nggak mahalnya bisa buat yang lain. ^^

Sekarang ada Downy Daring Parfum Collection yang wanginya itu, wangiii bangeet! Saya sudah membuktikannya langsung. Awalnya sih, saya ikutan acara yang diadakan Kumpulan Emak Blogger di Holy Crab, Jakarta pada tanggal 29 Juli 2017 yang lalu. Nuansa Touch of Gold yang diusung, matching banget sama Downy Daring yang kemasannya Gold. Terlihat mewah dan elegan. 




Di acara ini, semua yang hadir akan diberi kesempatan untuk membuktikan lebih wangi yang mana, Downy Daring atau parfum yang mahal. Menurut teman-teman lebih wangi yang mana?


MENGUJI WANGI  DOWNY DARING DENGAN PARFUM MAHAL





Dipandu oleh makpon alias Founder KEB, Mira Sahid dan Mba' Kaka dari P&G, pengujian Downy Daring dilakukan dengan cara merendam sebuah handuk kecil dalam wadah larutan air yang sudah diberi Downy Daring dan sebuah handuk kecil yang disemprotkan parfum mahal beberapa kali semprotan. Kemudian kedua handuk dikeringkan dengan hair dryer dan disetrika. Hasilnya?




Wangi parfum ketika sudah disetrika seperti memudar. Sedangkan wangi Downy Daring masih tercium dengan kuat. Nggak memudar walau sudah disetrika. Malahan wanginya jadi seger banget. Peserta yang hadir hari itu juga merasakan hal yang sama ketika melakukan pengujian dengan kelompok masing-masing. Mengapa Downy Daring wanginya nggak memudar ya? Ternyata Downy jenis ini memiliki kandungan micro capsule yang mengunci wangi parfum di serat kain. Nah, pada saat terjadi gesekan ketika kita menyetrika, wangi yang terkunci di serat kain akan lepas dan membuat wanginya semakin menguat. Harum semerbak.. :)

utusan dari kelompok saya, Mami Uli & Kaka' Yuli 


Nggak cukup hanya dengan pengujian berkelompok, Mba' Kaka memberikan tantangan kepada semua yang hadir untuk mencoba mencuci dengan Downy Daring di rumah. Wah, pucuk dicinta ulam tiba, naluri mencuci saya langsung terpanggil..hahaha. semangaatt! Berbekal satu botol Downy Daring ukuran besar, saya melanjutkan pembuktian di rumah.


JADI SEMANGAT MENCUCI





Sasaran pertama saya, mencuci baju seragam anak-anak. Tau sendiri kan ya, seragam sekolah anak-anak itu rawan bau keringat. Kena panas matahari siang yang aduhai bikin keringat jadi lengket. Kalau bau keringatnya nggak usah ditanya lah ya..  hahaha..

Beres cuci baju seragam, begitu kering langsung saya setrika. Hm, wanginya .. benar-benar menyenangkan dan nggak memudar saat disetrika. Keesokan harinya saat anak saya pulang sekolah, sengaja saya cium tuh baju sebelum masuk keranjang baju kotor. Eh, wanginya masih ada loh. Padahal matahari siang itu panas menyengat. Ajaib.

Gara-gara wangi Downy Daring, saya jadi jatuh hati. Seneng aja gitu, ngambil pakaian sore hari di jemuran sambil dicium-cium. Kayak iklan di Tivi. Nggak apek lagi meski kadang saya mencuci malam hari dan baru dijemur pagi harinya. Pokoknya urusan cucian udah aman.

Oh ya, saya paling suka pakai Downy Daring untuk bahan yang jatuhnya lembut. Dipakainya jadi makin nyaman. Coba deh..





Oh ya, cara pakainya gimana?

Downy Daring bisa dipakai untuk mencuci dengan tangan atau mesin. Tapi jangan dicampur detergen ya. Downy hanya dipakai untuk bilasan terakhir.

:Untuk mencuci dengan tangan
  • Tuangkan sedikitnya setengah tutup botol Downy ke dalam air bilasan terakhir. Setengah tutup botol bisa untuk 10 sampai 20 potong pakaian. 
Mencuci dengan mesin :
  • Tuangkan satu tutup botol penuh ke dalam mesin cuci untuk seluruh muatan (hingga 52 liter air). jangan dituangkan langsung pada pakaian. 


Nah, saya kan udah coba tuh mencuci pakai Downy Daring Parfum Collection. Terbukti, wangi tahan lamanya bikin saya jatuh hati. Teman-teman mau pakai juga? Siap-siap jatuh hati ya.. :)

Selamat Mencuci..





































01 August 2017

Citizen Journalist Academy 2017, Bersinergi untuk Ciptakan Jurnalis Berkualitas

Kadang saya suka nggak bisa menahan diri kalau mendengar suara news anchor  yang super keren, baik itu secara langsung atau pun di TV. Penampilan, gesture, serta rasa percaya diri yang muncul membuat mereka terlihat "sesuatu"  Rasanya langsung kagum. Sama juga sih, kayak  dengerin suara penyiar di radio. Suara yang empuk dan enak didengar bikin informasi apapun yang disampaikan langsung nempel. Hahaha, gitu banget yaa..
Iya, begitulah.. suara punya daya tarik luar biasa.

Menjadi seseorang yang berkecimpung dalam dunia broadcasting tentunya harus memiliki modal yang komplit. Selain suara yang enak didengar (tapi kalau soal suara katanya bisa dilatih sih, jadi jangan takut kalau bersuara cempreng) wawasan luas, mau belajar dan cepat tanggap dengan situasi apapun. Karena kendala yang muncul, seringkali tak terduga. Tapi bonusnya, kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang hebat terbuka lebar, siapa yang nggak bangga kalau bisa ngobrol asik dengan kepala negara, orang-orang yang disegani dan nggak bisa ditemui oleh sembarang orang. Siapa yang gak bangga, haa? *hihihiii, maapkan saya yang terlalu bersemangat.. :D

Minat untuk menjadi bagian dari dunia jurnalistik ini ternyata sangat besar dan sangat membludak loh. Ini saya lihat langsung ketika saya dan teman-teman blogger memenuhi undangan dari Liputan 6 dan Indosiar untuk mengikuti acara Citizen Journalist Academy yang kali ini menggandeng Pertamina dengan tema " Energi Muda Pertamina" yang bertempat di The Ice palace, pada hari Kamis tanggal 27 Juli 2017. Ratusan mahasiswa yang sudah mendaftar secara online dan akan mengikuti wawancara, langsung memenuhi lokasi.. Persaingannya sangat ketat, karena dari ratusan yang mendaftar, kuota yang disediakan hanya untuk 90 orang. Tapi, meski harus berjuang menyisihkan peserta lainnya, mereka tetap semangat. Iya dong, anak muda harus semangat.




CITIZEN JOURNALIST ACADEMY - ENERGI MUDA PERTAMINA


Hadirnya Pertamina di Citizen Journalist Academy (CJA) tahun ini, tentunya memberikan nuansa berbeda. Apalagi, bertepatan dengan momen ulang tahun Pertamina yang ke 60. jadi makin berasa spesial karena Pertamina memang support banget dengan masa depan generasi muda. Kebayangkan, gimana jadinya sinergi yang dibangun dengan Liputan 6 dan Indosiar. Anak muda yang ikutan CJA akan mendapatkan banyak ilmu dari narasumber yang kompeten dibidangnya. Siap menjadi jurnalis yang berkualitas. 

Eh, kepo deh.. mereka akan diajarin sama siapa sih?

Nah, ini dia yang menarik. Peserta yang terpilih untuk mengikuti CJA ini akan mendapatkan ilmu dari 7 coach yang kece-kece dan berpengalaman di bidangnya. Pokoknya bikin semangat deh. Hahaha.. serap ilmu sambil cuci mata ya.. 

Untuk kelas presenting, peserta akan dibimbing oleh Utrich Farza. Pengalamannya selama bertahun-tahun berkecimpung dalam dunia presenting akan dikupas secara mendalam. Peserta akan diberi bekal tentang bagaimana membuat audio dan visual yang baik. Bagaimana caranya supaya pesan atau informasi yang dibagikan kepada penonton, mengena, tanpa harus membuat kening berkerut. 

Selain diajarin jadi presenter yang baik, ada coach yang akan sharing ilmu videography, konten yang menarik dan bisa dipertanggung jawabkan dan tentang public speaking juga. Semuanya akan diulas lengkap. Sekilas yang saya tangkap dari cerita tentang pengalaman para coach, dunia jurnalistik itu seru banget. Mereka dituntut mampu mengemas sebuah berita dengan sudut pandang yang berbeda. Diperlukan keahlian untuk menyajikan berita dengan gambar-gambar yang faktual. Menghadapi narasumber pun ada kalanya nggak selalu mulus. Ada kendala teknis yang kadang muncul tiba-tiba. Di sinilah perlunya menguasai seni berbicara alias public speaking. Seorang jurnalis harus mampu mengendalikan situasi. Jangan sampai narasumber jadi bete.


(  hikz, coach.. saya boleh ikutan kelasnya ndak? *mulai iri ;)




Oh iya, ini dia nih kakak coach yang keren-keren. Ada coach Utrich Farza, Nurul Cinta, Ryan wiedaryanto, Zulfikar Naghi, Danny Maulana, Angga Widodo dan coach public speaking Jemmy Darusman yang suaranya bagus banget. Rasanya pengen ngajak pulang,, hahahaa.


Puas dengan sharing ilmu dari kakak-kakak coach, acara dilanjutkan dengan narasumber dari Kitabisa.com. Udah pada tau belum? Ini semacam gerakan jurnalisme kebaikan. Kenalan dulu yuk..


JURNALISME KEBAIKAN KITABISA.COM



Mungkin di antara teman-teman ada yang pernah dengar tentang website yang satu ini. Website ini mengakomodir kegiatan penggalangan dana secara online. Bahwa masih banyak orang-orang yang memiliki kepedulian kepada yang membutuhkan. Asiknya, siapapun bisa membantu. Semacam kegiatan gotong royong gitu deh, tapi secara online.

M. Alfatih Timur yang lebih akrab dipanggil mas Timmy adalah CEO & Co Founder kitabisa.com
Menurut cerita mas Timmy, udah banyak penggalangan dana yang berhasil dikumpulkan. Jumlahnya cukup menggembirakan. Campaignnya juga bermacam-macam. Ada donasi untuk bencana alam, panti asuhan, sekolah, kesulitan biaya pengobatan atau pembangunan rumah ibadah. Sebagai contoh, ketika ada penggalangan dana untuk pembangunan mesjid di Papua, dalam tiga hari terkumpul donasi sebesar 300 juta lebih. See, kebayangkan betapa kuatnya persatuan dan rasa persaudaraan di Indonesia.



Di kitabisa.com, semua proses penggalangan dana dilakukan secara transparan. Setiap pendonasi diberikan report update. Jadi nggak ada yang keselip. Yayasan Kitabisa tercatat di Kemenkumham, mendapat izin PUB (Penggalangan Uang dan Barang) dari Kemensos dengan SK Menteri no. 478/HUK-PS/2017, dan diaudit oleh kantor Akuntan Publik dengan hasil wajar tanpa pengecualian.  

Trus, untung mengurus campaign sebanyak itu, Kitabisa dapat dana dari mana dong?

Kitabisa menetapkan biaya administrasi platform sebesar 5% dari dana yang terkumpul. Tapi ada pengecualian untuk penggalangan dana kategori bencana alam dan zakat yang dinisiasi oleh lembaga resmi/ NGO, tidak dikenakan biaya, alias 0%.

Hm, melihat apa yang sudah digagas oleh mas Timmy, tentunya bikin kita bangga ya, trus pengen jadi donatur juga. Pokoknya sekecil apapun donasi yang kita beri, akan sangat berarti bagi yang menerimanya.

Teman-teman yang pengen tau lebih jauh tentang Kitabisa, silakan langsung ke website-nya aja ya..


BELAJAR DARI PENGALAMAN INDRA YUDHISTIRA 




Mendengar berbagai cerita dan proses kreatifnya dalam berkaya, Indra Yudhistira, Direktur Produksi Indosiar ini, jelas banget menggambarkan bahwa dirinya pantang menyerah. Kegagalan nggak lantas membuatnya berhenti. Malah semakin giat untuk mencari hal-hal baru yang disukai oleh penonton. Seperti yang dilakukannya belakangan ini, acara Dangdut Akademi dan beberapa acara lainnya sukses diterima masyarakat. Sebelum bergabung dengan Indosiar, Trans TV dan Kompas adalah tempatnya menelurkan karya-karya hebatnya. Oh ya, ada yang masih ingat dengan kemegahan acara pembukaan dan penutupan SEA GAMES di Palembang yang melibatkan ribuan pendukung acara, baik itu penari , pemain musik bahkan Susi Susanti, Mas Indra inilah orangnya. Kemaren sempat diputarkan lagi videonya. Seisi ruangan senyap. Takjub melihat keindahan yang berhasil beliau ciptakan. 

"Duh, Mas Indra.. jempol tangan ini rasanya kurang untuk menunjukkan betapa saya mengapresiasi karya mu.. " 

Dengan semangatnya untuk terus memberikan karya terbaik, tentunya menjadi inspirasi bagi kaum muda yang ada di acara waktu itu. ((termasuk saya- MUDA)) ..

Acara CJA yang saya hadiri kali ini memberikan banyak sekali ilmu yang bermanfaat. Rasanya nggak mau pulang. Ingin terus menimba ilmu dari mereka.

Sukses untuk semua peserta yang berhasil lolos mengikuti acara bergengsi ini ya..
Selamat buat kalian.. Jangan lupa buat yang ada di Semarang dan Balikpapan. Siap-siap menuju final.

(sebagian peserta CJA - Jakarta )


#EnergiMudaPertamina