20 February 2017

Adit, Tukang Sayur Yang Berdagang Pakai Bahasa Inggris


Apa ya jadinya kalau pedagang sayur di pasar menggunakan bahasa Inggris?

Nah, itu yang sedang jadi perhatian saya!
Baru-baru ini,  ada seorang netizen mengunggah foto seorang pedagang sayur-mayur di Pasar Modern BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten. Mungkin, beberapa ada yang pernah lihat ya. Sekarang sedang ramai diperbincangkan di media sosial (medsos) karena berjualan menggunakan bahasa Inggris dengan gaya kocak.

Video pedagang sayur yang berdagang menggunakan bahasa Inggris ini banyak tersebar di medsos, seperti Instagram, Twitter, dan Facebook. Netizen yang mengunggah video tersebut pertama kali adalah Aurelia Carisa Lestari. Bisa ditebak, sejak diunggah pertama kali pada bulan Oktober 2016, video tersebut mendadak viral! Aurelia sendiri tidak menyangka jika  videonya jadi viral!

Semua berawal ketika pada bulan Oktober 2016 lalu, Aurelia pergi berbelanja ke Pasar Modern BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten. Perhatiannya tertuju pada seorang pemuda yang menjajakan sayur-mayur dengan cara yang tidak biasa. Suaranya terdengar cempreng sehingga sangat menarik perhatian.

"Jadi si Adit ini ngajak belanjanya pakai bahasa Inggris. Dia manggil-manggil ngomong :

 'Member, member, shop here! shop here!'," Aurelie bercerita sambil tertawa.



Adit, tukang sayur yang berdagang pakai bahasa inggris (Instagram @chawrelia)

Aurelia yang berprofesi sebagai make up artist ini pun akhirnya menghampiri tukang sayur yang mengaku bernama Adit itu. Di video yang diunggahnya, Aurelia tampak tertawa geli saat Adit menghitung belanjaan yang dibeli. Aksi lucu Adit itu pun direkam dan diunggah di akun Instagram Aurelia @chawrelia.

Saat diunggah pertama kali, video Adit menjajakan sayur itu belum viral. "Paling hanya teman-teman dan followers saya yang komentar bilang lucu, kreatif, pada ketawa," ujarnya.

Belum lama ini, Aurelia kembali berbelanja di pasar tersebut bersama suaminya. Benar saja, Adit dengan suaranya yang bernada tinggi itu pun langsung memanggil dengan cara khasnya 'Member, member, come here! come here!'. Video Adit jualan ini pun kembali direkam dan diunggah Aurelia di akun Instagram-nya.

Video Adit jualan menggunakan bahasa Inggris yang diunggah Aurelia kali ini jadi viral karena banyak yang mengunggah ulang atau di-share. Aurelia, yang juga seorang ibu rumah tangga, memang punya cukup banyak followers di Instagram. Akunnya saat berita ini ditulis sudah diikuti oleh 71 ribu lebih netizen. Dengan follower segitu banyak, berita seperti ini pasti akan banyak yang nge-share ya.. 

Aurelia pernah bertanya ke Adit soal alasan berjualan sayur-mayur itu menggunakan bahasa Inggris. "Katanya sih, waktu itu di pasar ada juga bule yang belanja, makanya dia les bahasa Inggris, biar bisa jualan ke bule dan jadi pelanggannya," ucapnya.

Aurelia mengaku merasa terhibur tiap kali berbelanja sayur-mayur di tempat Adit. Senang karena Adit mau belajar bahasa asing. Cara Adit berjualan menggunakan bahasa Inggris dianggapnya jadi hiburan tersendiri.


"Saya merasa ini jadi hiburan saja buat saya. Kadang-kadang lucu. Kadang dia salah hitung juga, jadi yang saya bayar suka lebih, kadang juga suka kurang. Tapi saya tahu dia enggak niat sengaja. Saya suka sedih kalau ada yang ngatain dia di media sosial karena salah hitung, padahal maksudnya dia enggak begitu," ucapnya.

Aurelia mengatakan, Adit tahu saat dirinya memvideokan saat berjualan. Adit juga tahu videonya tersebar di medsos. "Dia senang-senang saja. Malah dia sekarang punya vocab baru pas jualan, member get member katanya," tukas Aurelia, yang tinggal di BSD, Tangerang Selatan.



Hm, pastinya sih, kita yang nonton videonya juga merasa terhibur. Video yang menjadi viral ini tentunya tak lepas dari akses internet yang lancar. Adit sendiri juga pasti nggak nyangka bakal dikenal luas dan membawa  berkah pada dagangannya. 
Kalau dipikir-pikir, beruntung banget ya, sekarang akses internet sangat mudah. Dengan adanya Internet 4G LTE, kita bisa memperkenalkan Adit ke seluruh dunia.





13 February 2017

Vivo V5 Plus, 20 MP Dual Front Camera Bikin Selfie Makin Oke

Setelah sukses meluncurkan Vivo V5 Perfect Selfie di tahun 2016 lalu, kini, untuk memuaskan hasrat pada kesempurnaan berfoto, Vivo V5 mempersembahkan inovasi pertama di dunia untuk hasil foto yang lebih oke, lebih kece dan lebih sempurna. Lebih tepatnya Perfect Selfie Plus.



Bertempat di Ritz Carlton , Pacific Place, tanggal 10 Februari 2017, Vivo meluncurkan produk terbarunya, Vivo V5 Plus dengan fitur 20 MP Dual Front Camera Softlight. Fitur ini membuat hasil foto jadi lebih terang, lebih smooth dengan pencahayaan a la studio foto dan juga efek bokeh yang sempurna.

Mengusung konsep "Camera and Music" Vivo V5 Plus, hadir dengan Brand Ambassador Afgan Syahreza dan Pevita Pearce. Sedangkan Vivo Smartphone diwakili oleh Edy Kusuma, Brand Manager PT. Vivo Mobile Indonesia dan Kenny Chandra, Product manager PT. Vivo Mobile Indonesia.




Siapa sih yang nggak suka selfie? Apalagi dengan hasil yang bikin tambah keren. Dijamin nggak bakal ada yang nolak. Nah, dengan Vivo V5 Plus ini, semua itu bakal terwujudkan deh. Nggak perlu boyong kamera gede apalah-apalah, cukup dengan smartphone Vivo V5 Plus, hasil foto udah maksimal. Semua karena 20 MP dual front camera ditambah 16 MP untuk kamera belakang dengan mode Bokeh ( efek foto yang bikin tampilan belakang objek foto tampak buram atau blur) serta shot-refocus yang dapat memberikan pengalaman mobile photography terbaik. Kan seru ya, kalau kita lagi traveling, semua moment bakal terekam indah di smartphone.

Senada dengan yang disampaikan oleh Pevita Pearce. Brand Ambassador Vivo V5 Plus yang cantik dan berbakat ini, merasa sangat terbantu dengan kehadiran Vivo V5 Plus. Profesi dan hobi travellingnya memang membutuhkan kamera yang maksimal. Nah, dengan Vivo V5 Plus, kegiatannya jadi makin asyik. Hasil foto-foto perjalanannya jadi lebih indah. Khususnya efek Bokeh yang bikin foto selfienya makin kece. 

Pengalaman Afgan lain lagi. Cowok keren bersuara bagus ini sangat menyukai teknologi HI-FI Music yang terdapat di smartphone Vivo V5 karena cocok banget dengan dirinya yang suka musik. Mendukung saat dirinya harus latihan nyanyi dengan audio yang maksimal. Pokoknya profesi dan hobi jadi makin seru dijalaninnya. Selain itu, tentu saja Afgan jatuh cinta karena hasil foto selfienya jadi lebih sempurna.


Keistimewaan Vivo V5 Plus




Vivo V5 Plus dilengkapi tampilan Metallic Unique Body Design serta layar sentuh yang menggunakan generasi ke 5 Corning Gorilla Glass. Selain itu tentu saja karena didukung oleh 4GB RAM + 64 GB ROM. Nggak cuma itu, pengguna juga dimudahkan dengan kecepatan hanya dalam 0,2 detik, untuk membuka smartphone. Hanya dengan satu sentuhan. 

Untuk kenyamanan, Vivo V5 plus sangat nyaman digunakan. Body  belakang nggak licin dan nggak akan mudah tergelincir saat dipegang karena fitur mirror grinding touchnya yang memberi kenyamanan saat digenggam. Design Vivo V5 Plus ini juga sangat elegant, ramping dengan layar 5,5 inch.

Oh ya, untuk ketahanan baterai Vivo V5 Plus gimana, dong?

Nggak usah khawatir. Baterai Vivo V5 Plus ini nggak boros. Tahan cukup lama meski dipakai aktif. Karena kapasitas baterainya 3.160 mAh dan untuk pengisian daya cukup cepat dan aman. Fast charging pokoknya mah.. 

Hm, trus apalagi ya?


selfie pake Vivo V5 Plus. Rasanya pengen bawa pulang ^^

Audio HI-FI musicnya udah, camera soflightnya udah, efek Bokeh juga udah. Oh ya, harganya belum ya..

Untuk smartphone Vivo V5 Plus dengan segala kelebihannya ini, harga yang diluncurkan cukup sepadan. Rp. 5.499.000,- untuk kemewahan dan hasil foto yang menawan. Cukup dengan satu smartphone udah bisa dapetin kamera sekaligus. Boleh laah yaa.. :)

Nah, tunggu apa lagi.. Buat kamu yang suka selfie dan travelling, jangan lewatkan. Vivo V5 Dual Front Camera ini ya.., soalnya bakal bikin selfie makin oke!
















07 February 2017

Desain Power Bank Samsung Ini Bakal Buat Kamu Jatuh hati


Siapa bilang Samsung hanya memproduksi gadget dan laptop canggih saja. Kini Samsung juga punya produk power bank berkualitas untuk mendukung kebutuhan kita. Samsung power bank tentu dilengkapi dengan material canggih dan berkualitas untuk menjaga ketahanan gadget kita.
Varian power bank Samsung yang satu ini pasti bikin kamu jatuh hati. Seri power bank yang diberi nama Battery Pack Animal Edition ini memang menarik dan canggih.

Desain Lucu dengan 2 Pilihan Warna



Ada dua pilihan warna dan gambar pada seri power bank Samsung animal edition. Warna biru muda dan pink pada power bank ini sama-sama dilengkapi dengan gambar rubah yang lucu. Tak hanya untuk kaum wanita, pria pun pasti tertarik dengan power bank istimewa besutan Samsung ini.

Ada Konektor Kabel Internal

Ada konektor kabel internal yang terdapat pada power bank sehingga kita bisa mengisi daya baterai smartphone dengan mudah. Tak perlu khawatir kabel power bank tercecer sebab kabel internal micro-5 pin-nya sangat lentur mudah dioperasikan.

Mengisi 2 Gadget Secara Bersamaan

Harga power bank samsung Animal Edition yang terjangkau ini ternyata menawarkan  kapasitas baterai sebesar 8.400 mAh. Power bank ini dapat digunakan untuk mengisi daya baterai 2 gadget secara bersamaan. Selain memanfaatkan konektor kabel internal, kita juga bisa menggunakan port USB yang tersedia. Maka gadget kesayangan pun lekas bisa digunakan kembali setelah daya baterainya penuh.

Kualitas Baterai yang Aman

Battery Pack Animal Edition terdiri dari komponen baterai Samsung. Kualitas baterai Samsung tersebut sudah lolos uji sertifikasi SDI yang ketat. Sehingga hal ini akan menjaga keamanan gadget ketika sedang di-charge dengan power bank yang satu ini.

Integrasi dengan Aplikasi Charge The Life



Masih ada yang istimewa dari power bank resmi Samsung yang satu ini. Karena power bank ini bisa diintegrasikan dengan aplikasi Android bernama Charge The Life. Aplikasi ini akan memunculkan ilustrasi rubah yang lucu ketika gadget sedang dalam proses charging.

Kualitas produk Samsung yang sudah teruji tentu tidak membuat kita ragu untuk menggunakan power bank-nya. Sekarang menghindari kejadian low bat jadi semakin seru sejak ada Battery Pack Animal Edition dari Samsung.




*image from :www.samsung.com:

01 February 2017

Dengan SUNCO, Hindari Bahaya The Silent Killer

Tanpa disadari, kita sering menganggap bahwa makanan yang tidak sehat adalah makanan yang kita beli di luar rumah, dan makanan yang sehat adalah makanan yang diolah dari rumah kita sendiri. Padahal, nggak cuma makanan luar aja, makanan rumah ternyata juga bisa menjadi ancaman bagi kesehatan lho.. seperti penyakit yang sering disebut sebagai The Silent Killer. Penyakit jantung, kolesterol ataupun darah tinggi. The Silent Killer ini harus banget kita waspadai. Kan rugi banget ya, kita udah capek-capek masak, taunya cara memasak kita salah dan malah membahayakan orang serumah. 

Apa saja yang harus kita ketahui untuk menghindari bahaya The Silent Killer, khususnya untuk makanan yang kita masak di rumah?

Nah, beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 25 Januari, saya dan teman-teman blogger ikutan acara yang diadakan oleh SUNCO yang mengangkat tema tentang "Masakan Rumah, The Silent Killer". Bertempat di auditorium RSPP Jakarta, acara menghadirkan narasumber Dr. Entos, Ibu Theresia, Dr. Tirta dan Christian Sugiono.


Harus diakui bahwa memasak dengan cara menggoreng adalah cara yang paling praktis, mudah dan hasilnya selalu enak. Pasti pada setuju deh, yaa.. :D
Tapi sayangnya, masih banyak yang belum menyadari kalo gorengan akan menjadi berbahaya bila digoreng dengan minyak yang berulangkali dipakai. Biasanya sih sebelum minyak goreng  berubah warna, tetep aja tuh dipake. Malahan sampe warnanya hitam. Ini yang bahaya banget.

Minyak, pada dasarnya memang dibutuhkan oleh tubuh kita sebagai lemak untuk meningkatkan jumlah energi. Membantu penyerapan vitamin A, D, E dan K. Tapi minyak  yang berlebihan akan mengganggu kesehatan. Bisa menyebabkan obesitas dan penyakit degeneratif, seperti kanker, penumpukan lemak di hati dan jantung koroner yang saat ini semakin banyak menyerang.

Kebiasaan menggunakan minyak sampai berulangkali, apalagi dengan suhu yang panas dapat membentuk radikal bebas yang merugikan kesehatan dan merusak kandungan vitamin dalam minyak goreng. Kandungan yang ada dalam minyak goreng akan rusak. Bukannya memberi manfaat, yang ada malah membahayakan. Makanya, penting banget untuk memilih minyak goreng yang baik. yang paling #DikitNempel pada makanan.

Bagaimana Cara Memilih Minyak Goreng Baik?


Caranya sih gampang. Pilih aja minyak goreng yang warnanya bening dan tidak terlalu kental alias encer. Soalnya, minyak goreng yang menyerupai air akan membuat minyak lebih sedikit menempel pada makanan. Selain itu, pilihlah minyak goreng yang tidak mudah beku. Minyak yang tidak mudah beku mempunyai kandungan lemak jenuh lebih sedikit.   




Banyak sih makanan yang kalau udah digoreng, jadi menyerap minyak. Nah, pemilihan minyak yang tepat inilah yang menjadi kunci agar makanan yang kita buat nggak kehilangan manfaatnya.

Dalam event ini, juga ada demo masak yang dipandu oleh Chef Nanda yang akan memberikan resep membuat saus mayones dengan menggunakan campuran minyak goreng Sunco. Mayones yang dibuat nantinya akan dipadukan dengan tempura sayuran. Pokoknya uenak deh.. :)



Pada akhir acara, ada tes organoleptic yang dilakukan oleh Christian Sugiono. Tes ini untuk menunjukkan bagaimana cara untuk memilih #MinyakGorengBaik. Caranya gampang kok. Cukup dengan cara meminum sedikit minyak goreng. Jangan banyak-banyak ya.. cukup satu sendok teh aja. Rasakan ketika minyak masuk ke tenggorokan. Minyak goreng yang baik nggak ada rasanya.  Mengalir seperti air dan nggak akan  membuat kerongkongan tercekat.

Christian juga mengundang tiga orang peserta untuk merasakan sendiri bagaimana cara melakukan uji organoleptic. Hasilnya senada dengan yang dirasakan Christian, bahwa minyak goreng Sunco encer, nggak ada rasanya dan mengalir seperti air.
  



Untuk menghindari penyakit the silent killer, selain menjaga pola makan, jangan lupa untuk berolahraga. Nggak perlu lama-lama, yang penting rutin. Perbanyak makan buah dan sayur. Kalo udah menjalankan hidup sehat, dijamin deh The Silent Killer bakal menjauh.


22 January 2017

Ya.., Anak Saya Sudah Remaja!




Punya anak perempuan yang sedang berangkat remaja, seringkali membuat saya terkaget-kaget dengan perubahan demi perubahan yang terjadi dengan dirinya. Dari yang tadinya suka dengan lagu-lagu Coboy Junior, ngumpulin stiker, kertas gambar aneka warna, sampai kemudian berubah dengan lagu-lagu barat yang lagi hits. Atau dari selimut yang bergambar hello kitty, berubah jadi motif chevron ditambah dengan lampu hias warna kuning yang dipasang sesuka hati. Kadang melengkung, kadang berbentuk love. Seperti lampu yang dililit di pohon-pohon di pinggir jalan. 😂😂 

Saya masih ingat bagaimana ngototnya dia minta dibelikan lampu kabel pipih itu dengan wajah memelas. Permintaannya sih nggak langsung kami kabulkan. Tunggu sampai dapat raport bayangan keluar dulu, kalau nilainya bagus, baru lampunya dibelikan. Meski sejujurnya saya kasian juga. Lampu hias kayak gitu, harga permeternya sekitar 30 ribu. Untuk lampu sepanjang dua meter, dia harus nunggu tiga bulan. Hahahah, tega nggak tega sih. tapi, ternyata bisa juga sabar menunggu sampai waktunya terima raport. karena perubahan nilainya cukup signifikan, Akhirnya lampu itu jadi penghias kamarnya. Jempol deh buat kesabarannya. 😍

HOBBY SELFIE!




Selain perubahan tentang soal selera musik, pakaian dan barang-barang pernak-perniknya, satu hal yang tak bisa dihindari adalah hobby selfienya semakin menjadi-jadi. Kadang foto dengan background ala-ala yang dibuat dari sprey tempat tidur, selimut atau kertas kado. Kadang masuk ke balik gorden untuk mendapatkan efek cahaya yang terbaik menurut dia. Atau diam-diam berpose di tembok samping rumah. Begitu ada yang lewat, langsung kabur masuk rumah. 😂

Satu kali foto bisa berpuluh-puluh pose. Foto-foto itu  kemudian di grid. Kalau iseng ditambahain dengan clip art lucu-lucu. seru sih. tapi, jujur... kadang saya kesel. Soalnya dia lebih sering pake handphone saya buat foto-foto. kalau fotonya udah kebanyakan kan memory saya jadi penuh. Ini bikin saya ngomel juga. Kalo udah gitu, buru-buru dia mindahin foto-fotonya sambil ngedumel pelan. 

"Coba kalau punya kamera sendiri.. pasti nggak kayak gini.." *ekspresi sedikit cemberut 😆

 trus kalimat berlanjut menjadi :

"Berapa sih, harga kamera Nikon, Ma..? Kakak pengen nabung buat beli kamera.. "

Huahahaa.., gaya banget anak saya. Udah pengen tau harga kamera. 😄

Ya, begitulah. Tapi saya menikmati banget semua perubahan yang ada pada dirinya.

Oh ya, bicara tentang kamera, saya jadi ingat ada cerita lucu tahun lalu saat saya mengajaknya untuk nonton bareng film Rudie habibie. Di akhir acara ada jumpa pers dengan pemeran dan pendukung film tersebut. Kebetulan ada Coboy Junior. Meski udah nggak begitu ngefans, tapi tetap aja pengen minta foto.

Tau anaknya ngarep, akhirnya saya deketin tuh Coboy Junior, (eh sekarang jadi CJR ya..) untuk minta foto bareng, sambil bilang kalau dia fans sejak SD. Untungnya mereka mau. Eh, ada satu yang nggak mau ding. Somse! 😣

Akhirnya jadi juga foto dua kali jepret. Tapi pas liat hasilnya bukannya seneng. Malah kecewa. Fotonya gelap. Dan yang satunya, blur karena si cowok itu buru-buru berlalu padahal kamera hp saya belum lagi sempurna mengambil gambar. Heuheu.. cobalah tengok foto di bawah ini. Tragis!



Moment yang harusnya menjadi 'sesuatu' malah jadi kayak gini.. huh! Sebel!
Mungkin, karena pernah ngalamain kaya gitu bikin si kakak jadi pengen punya kamera yang bagus ya?


TEMAN CURHAT


Meninggalkan masa SD, perubahan yang terjadi bukan hanya seperti yang saya ceritakan di atas. Meski saya akui, melewati masa kelas 6, ada beberapa hal berat yang harus dihadapinya. Beberapa kali dibully teman, sampai saya harus ke sekolah untuk mencari jalan keluar. Alhamdulillahnya semua bisa terlewati. 

Duduk di bangku SMP, persoalan yang dihadapi lain lagi. Tapi nggak terlalu menguras hati kayak dibully dulu sih. Lebih kepada canda-candaan, kayak dikatain jomblo ngenes. *Hahaha.. 
Saya bersyukur banget, ABG saya mau cerita apapun. Tentang teman-temannya. Tentang siapa aja yang 'nembak' dan gimana cara kasih jawabnya. Seringkali saya yang nyusun kata-kata buat jawaban ke cowok yang nembak. Ya, jawaban yang paling gampang pasti : "Kita temenan aja ya.. " *klise!

Tantangan lain yang sempat terjadi sih, begitu naik ke kelas 9, hubungan sesama teman sekelas semakin akrab. Mereka pengennya jalan-jalan. Kumpul-kumpul dan bikin tugas bersama. Saya yang paranoid, mulai nggak tenang. Beberapa kali saya nggak kasih ijin. Sempat agak diem-dieman juga sih. Tapi, akhirnya saya kasih alternatif gimana caranya supaya dia tetap bisa ikut kumpul dengan teman-teman. Caranya, ajak aja teman-temannya ke rumah. Dan, tenyata cara ini berhasil. Sekarang rumah saya kayak tempat bikin PR gitu deh. Sesekali mereka nonton bareng, setel DVD film Horor. Mereka bawa DVD player sendiri lho.. bela-belain banget ya.. 😂


Saya menyadari makin bertambahnya usia anak, saya makin harus belajar banyak. Membuat anak merasa nyaman untuk curhat itu rasanya nggak mudah. Perlu kerja keras. Kalau saya nggak memupuknya sejak dulu, mungkin saya akan kesulitan. Mungkin saya nggak akan bisa membaca kata-kata tentang cinta yang datang kepadanya lewat, bbm, line dan whatsapp. *nggak kayak jaman dulu pake surat cinta.. 😉

Duh,  mengingat kembali 'tembakan-tembakan' itu membuat saya sadar, anak saya sudah remaja sekarang.

Ya, anak saya sudah remaja!