13 February 2019

 Sedia Payung Sebelum Hujan Supaya Tidak Menyesal




Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu dengan seorang teman lama yang sudah sekian tahun menghilang. Nggak menghilang juga sih, Cuma sejak nggak lagi menjadi wali murid di sekolah yang sama, kami jadi jarang bertemu. Berkabar pun rasanya bisa dihitung dengan jari.

Karena beberapa tahun nggak pernah bertemu itulah, yang membuat kami akhirnya memutuskan untuk melepas kangen. Melipir sejenak buat ngobrol sambil ngopi-ngopi cantik. Saling bertukar cerita tentang aktivitas masing-masing. Dari cerita nostalgia yang lucu-lucu, yang manis-manis sampai yang pahit dan getir. Hahaha, lengkap ya. Kayak Nano-nano. Ada manis dan asemnya. 

Teman saya juga berbagi pengalaman tentang kejadian yang menimpanya beberapa bulan yang lalu. Tentang mobil baru kesayangannya yang nggak sengaja ketabrak karena kecerobohan orang lain. Padahal beli mobilnya juga nggak gampang. Ya, resiko di jalan sih memang begitu ya. Kecerobohan selalu merugikan orang lain. Padahal kitanya udah hati-hati banget. 

Yang jadi masalah adalah teman saya belum sempat mengurus asuransi mobil. Sedangkan si penabrak memohon-mohon untuk diberi keringanan, karena saat itu kondisi keuangannya juga sedang terbelit masalah. Salah satunya ada anggota keluarga yang sedang sakit dan perlu perawatan dengan biaya yang tidak sedikit. Dan yang mau berobat itu, ada di dalam mobil. 

Jadi, memang dilema bangetkan, kalau ketemu masalah kayak gini. Dipaksa untuk bertanggung jawab penuh, hati rasanya nggak tega, didiemin takutnya nanti ceroboh lagi. Akhirnya pasrah dan tawakal aja. Tapi rasanya tetap nyesek pas diceritain lagi. Hehehe. Semacam ikhlas tapi tak rela ini, mah. Eh, tapi, teman saya ikhlas, kok :)

Saat itu yang paling disesali teman saya, adalah kebiasaan menunda-nunda yang akhirnya merugikan diri sendiri. Padahal memiliki perlindungan kendaraan sangat penting untuk mengantisipasi segala resiko yang terjadi di jalanan. 

Bukan hanya soal kecelakaan aja, tapi juga soal keamanan andaikan mobil hilang karena tindak pencurian, terorisme, kerusuhan, atau terjadi bencana alam. Memang sih, siapa juga yang mau mengalami berbagai kejadian buruk seperti itu, ya.




Tapi, dengan adanya perlindungan akan menurunkan tingkat kecemasan. Setidaknya dengan premi yang kita bayar, keuangan akan terselamatkan dari pengeluaran-pengeluaran mendadak yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal. Kayak, sedia payung sebelum hujan gitu deh. Nggak bakalan nyesel, kan kalau tiba-tiba hujan datang. 

Paham sih, mungkin sebelumnya teman saya ada keraguan dan bingung untuk memilih asuransi dengan premi yang sesuai dengan anggaran keuangannya. Jadi kesannya seperti anggap remeh soal pentingnya memiliki perlindungan kendaraan. 

Sebenarnya nggak perlu kuatir karena saat ini, banyak kok premi asuransi mobil yang terjangkau, asalkan teliti memilih perusahaan asuransi mobil mana yang terbaik. 

Hikmah dari kejadian itu, teman saya jadi benar-benar mengubah kebiasaan menunda-nundanya. Apa-apa maunya dikerjain langsung. Sekarang segala urusan tuh maunya gercep alias gerak cepat. Dan untuk perlindungan kendaraan juga udah langsung diurusin. Jadi, dia bisa berkendara dengan aman dan nyaman. 

Memang ya, selalu ada hikmah yang bisa dipetik dari setiap kejadian. Senang mengetahui kalau dia sekarang sudah berubah. Nggak menunda-nunda lagi seperti saya mengenalnya dulu. 

Sayangnya pertemuan saya dengannya nggak lama. Kami berpisah ketika hari beranjak sore. Sebenarnya masih banyak cerita yang ingin kami bagi waktu itu. Tapi, ada tanggung jawab yang harus segera dikerjakan. Kami berjanji untuk tetap menjalin pertemanan. Berjanji sekali waktu akan meluangkan waktu untuk jalan bersama. Piknik tipis-tipis sambil bawa kue-kue yang manis. :)


Image : pixabay.Com

5 comments:

  1. Oh baru tahu saya kalau mobil juga punya hak untuk berasuransi.

    ReplyDelete
  2. Betul sekali. Kalau gak mau nyesel ya harus sedia payung sebelum hujan.

    ReplyDelete
  3. Astaghfirullah hal adzim. Kasihan sekali Mbak temannya.

    ReplyDelete
  4. Sama-sama kasihan ya Mbak mereka. Saya juga orangnya gak tegaan. Pasti juga akan bersikap begitu kalau di posisi teman Mbaknya.

    ReplyDelete
  5. Jadi serbasalah ya Mbak kalau begitu. Mau minta tanggungjawab gak tega, tapi kalau gak minta tanggungjawab ya bagaimana ya. Gak tega itu juga sih.

    ReplyDelete

Hai komentar kadang-kadang di moderasi untuk menghindari komentar spam ^^
Terima kasih sudah berkunjung ya.. :)