Pages

16 May 2017

Cegah Bahaya Hipertensi dengan Waspada Sejak Dini


Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi, saat ini menjadi penyakit yang ditakuti karena dapat menyebabkan kematian. Apalagi hipertensi kadang nggak menampakkan gejala sehingga membuat orang sama sekali nggak sadar kalau dirinya berpotensi memiliki tekanan darah yang tinggi. Padahal, hipertensi bisa dicegah sejak awal lho.. 

Bertempat di Yayasan Jantung Indonesia (YJI) - Jakarta, saya bersama teman-teman dari Blogger Cihuy, menghadiri acara Peringatan Hari Hipertensi Sedunia. YJI kembali bermitra dengan PT. Omron Healthcare Indonesia dalam kegiatan edukasi mengenai bahaya hipertensi.




Ibu Syahlina Zuhal, Ketua umum Yayasan Jantung Indonesia, mengatakan, hipertensi adalah salah satu penyakit yang diam,-diam membunuh (silent killer) di dunia. Termasuk di Indonesia. Penyakit yang minim gejala ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi sehingga masyarakat perlu menyadari bahaya penyakit hipertensi dan cara mencegahnya, seperti memantau tekanan darah secara rutin di rumah sakit atau melakukan sendiri di rumah. YJI selalu menganjurkan masyarakat menerapkan Panca Usaha Jantung Sehat. Yaitu, Seimbangkan gizi, Enyahkan rokok, Hadapi dan Atasi Stress, Awasi Tekanan Darah, dan Teratur Berolahraga. Salah satu misi YJI adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah melalui berbagai program edukasi.

Hadir juga Ibu Siska Surianda Danny, SpJP, FIHA dari YJI yang mengatakan, hipertensi tidak mengenal usia, jenis kelamin dan domisili baik di perkotaan mau pun pedesaan. Hipertensi menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah. Jika hipertensi tidak terkendali, maka akan menimbulkan stroke dan serangan jantung karena terjadi kerusakan pada pembuluh darah di otak dan jantung. Hipertensi dapat pula berdampak kepada organ penting lainnya seperti ginjal dan mata. Hipertensi juga mengancam ibu hamil dan bayi di dalam kandungan. Namun, hipertensi dapat dikendalikan dengan memperhatikan berat badan melalui olahraga teratur, mengurangi konsumsi garam serta istirahat yang cukup. Yang paling penting adalah mengukur tekanan darah secara rutin sebagai deteksi dini. Pada umumnya tekanan darah normal adalah 120/80mm Hg. Selain itu, gaya hidup masyarakat juga harus diubah menjadi pola hidup sehat.


Cek Tekanan Darah dari Rumah dengan Omron





Beruntungnya sekarang, untuk mengetahui tekanan darah sudah bisa dilakukan dari rumah. Omron, sebagai perusahaan yang berpengalaman selama lebih dari 40 tahun dalam mengembangkan alat pengukur tekanan darah digital semakin berinovasi dalam mengembangkan alat pengukur tekanan darah.

Dari bermacam alat pengukur tekanan arah digital,  sekarang Omron mengeluarkan alat tekanan darah digital yang terbaru. Alatnya bisa dikoneksikan dengan bluetooth. Nantinya, melalui aplikasi Omron yang diinstall di HP, kita bisa mendapatkan data tekanan darah yang bisa disimpan di HP. Jadi sebagai rekam medis gitu. Setiap kali cek tekanan darah, hasilnya bisa disimpan dan ketika melakukan pemeriksaan ke dokter kita tinggal memberikan data yang sudah dibuat. Sangat membantu sekali ya..

Pentingnya melakukan cek tekanan darah secara mandiri, memungkinkan kita untuk terhindar dari serangan penyakit hipertensi. Kita bisa melakukan tindakan dengan cepat begitu tekanannya lebih tinggi dari biasanya.  Jadi, penting  banget memiliki Omron di rumah, karena kondisi tubuh kita mudah sekali berubah. Dengan adanya Omron di rumah. Hipertensi bisa dicegah.






2 comments:

  1. Terima kasih atas tulisan kerennya mbak, bermanfaat banget.

    ReplyDelete
  2. Emakku yg masalah bgt sm hipertensi. Kayaknya aku perlu beli omron utk cek tensi nih

    ReplyDelete

Hai komentar kadang-kadang di moderasi untuk menghindari komentar spam ^^
Terima kasih sudah berkunjung ya.. :)