Pages

27 November 2014

Melihat dari dekat, Bea dan Cukai Soekarno Hatta


Selasa 18 November 2014 lalu, saya dan teman-teman blogger mendapat kesempatan untuk melihat aktivitas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KKPBC) dari dekat. Tentu saja ini sebuah pengalaman yang sangat langka mengingat kawasan yang akan kami masuki adalah kawasan terbatas. Kalau nggak ada urusan ya nggak bakalan deh bisa sampai di sana.  Jadi memang nggak sekalipun  terlintas dalam pikiran saya apalagi mencari tahu apa saja yang terjadi di balik layar,  tentang arus derasnya barang yang sampai ke bandara kita. Makanya begitu ada kesempatan, dengan senang hati saya datang.

Kunjungan  yang diselenggarakan oleh Bea Cukai dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi ini sekaligus sebagai langkah untuk mewujudkan Bea Cukai bebas korupsi di setiap jajarannya. Apalagi peran Bea Cukai sebagai garda terdepan dalam menangkal masuknya barang-barang ilegal melalui  Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta sangat penting. Bukan cuma masalah pelayanan barang aja sih, ada beban paling berat yang diemban menyangkut keselamatan masa depan bangsa kita. Yaitu soal penyelundupan narkotika. Lengah sedikit, fatal akibatnya.

Beruntung sekali pada saat kunjungan, Bea Cukai  mengadakan konferensi pers sehubungan dengan tertangkapnya tujuh orang pelaku penyelundupan narkotika dalam waktu yang berdekatan. Hanya dalam waktu satu bulan, barang haram senilai  Rp.18.188.000.000,- (delapan belas milyar seratus delapan puluh juta rupiah)  yang terdiri dari Shabu, Hashis/ ekstrak mariyuana yang berbentuk pasta hitam, dan yang terbaru dalam bentuk Shabu cair  berjumlah 13.478 gram berhasil digagalkan. Jumlah sebanyak ini berpotensi merusak lebih dari 94.000 orang generasi muda penerus bangsa. Heuh, angka sebanyak itu rasanya bikin hati jadi emosi jiwa.

Saat itu ada lima pelaku yang dihadirkan. Empat orang warga negara asing dan satu orang wanita warga negara Indonesia beserta  barang bukti yang mereka bawa pada saat kejadian. Rasanya mimpi apa ya, bisa menyaksikan kejadian ini secara langsung. Melihat jejeran barang bukti di atas meja dan bertatapan langsung dengan pelaku. Biasanya sih, cuma nonton TV aja.

(foto : Ia Alginat)
Saat konferensi pers dijelaskan  modus para pelaku saat melancarkan aksinya. Dua warga Taiwan yang ditangkap  menyimpan shabu cair di dalam Guci arak. Modus penyelundupan dalam Guci ini baru pertama kali terjadi. Beruntung petugas bisa menggagalkan.


Sedangkan seorang warga  Iran yang berwajah ganteng  tertangkap ketika membawa lilin-lilin yang ternyata mengandung Shabu. Rasanya sulit dipercaya melihat   banyak yang terlibat dengan kegiatan mengerikan seperti itu. Tapi kita nggak bisa menutup mata. Selalu ada jalan bagi sindikat kelas kakap  untuk membuat seseorang terlibat menjadi kaki tangannya. Nggak peduli ganteng atau enggak.*Ups!

 Memang banyak sekali  modus baru yang dilakukan oleh para pelaku dalam melancarkan aksinya. Tapi  petugas kita  selalu siap siaga menjaga. Angkat topi deh dengan tanggung jawab besar petugas di bandara.

Usai melihat langsung jalannya konferensi pers, kami melanjutkan kunjungan ke Terminal Kargo yang letaknya tidak begitu jauh dari KKPBC. Ada tempat penyedia jasa penitipan barang milik pemerintah dan swasta.


kami masuk ke Kantor Tukar Pos yang menampung barang-barang  masuk dari bandara. Barang-barang ini nantinya akan diperiksa.  Bea Cukai juga akan memeriksa kelengkapan dokumennya. Bila pengurusan dokumennya sesuai maka barang bisa keluar. Jadi sangat penting untuk mengurus kelengkapan dokumen agar barang tak tertahan lama.

(foto : Ia Alginat)


Berdekatan dengan Kantor Tukar Pos, kami memasuki jasa Kargo DHL. Masuk ke ruangan ini, kami harus melewati pemeriksaan yang cukup ketat. Nggak boleh bawa Tas dan harus melewati alat deteksi dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Di tempat ini, barang-barang berupa paket-paket berbagai ukuran menunggu proses pengiriman menuju pesawat. Suasana agak hiruk-pikuk karena suara gonggongan anjing pelacak yang keluar masuk mengendus  setiap paket. Aksi anjing pintar ini menjadi tontonan seru sekaligus agak menakutkan. Iya, menakutkan!  takut aja anjingnya tiba-tiba pengen gigit kita. Beeuh, serem!


Kelar tanya-tanya sama petugas DHL kami balik lagi ke aula untuk makan siang. Rasanya perut udah nggak kompromi banget. Makanya mata mendadak berbinar melihat hidangan yang disiapkan. Nggak cuma makan aja sih, band KPPBC juga tampil dengan lagu-lagunya yang asiik. *Hohoo..kalian luar biasa! *acung jempol.

(foto : Bea Cukai Soekarno Hatta)


Usai makan siang acara lanjut menuju bandara. Kami diajak  melihat langsung bagaimana kesibukan petugas di sana. Langsung menuju bagian belakang di mana koper-koper penumpang akan dikeluarkan melalui Conveyor Belt. Tapi semua koper itu nggak lewat begitu aja, lho.. anjing-anjing terlatih akan mengendus-endus semua koper atau barang yang lewat. Kalau ada barang yang mencurigakan ya dijamin nggak akan lolos.

Terpana dengan koper yang diendus, kami lanjut menuju area Scan barang bawaan penumpang. Bila terdeteksi ada barang yang mencurigakan atau tidak sesuai dengan ketentuan, penumpang harus membuka koper dan mengeluarkan barang-barang yang ada di dalamnya. Selama kami berada di sana memang ada beberapa penumpang yang harus mengeluarkan lagi barang-barangnya. Hm, repot juga ya..  Dan untuk urusan barang bawaan ini, apalagi untuk yang punya niatan jualan berkedok oleh-oleh, ini ada catatan penting  dari pihak Bea Cukai. Untuk setiap orang yang datang dari luar, ada batasan tertentu mengenai jumlah barang yang boleh dibawa baik itu Pakaian jadi, Elektronik, Tas atau alat telekomunikasi. Kalau lewat dari jumlah yang ditentukan, jangan nangis atau kaget bila harus bayar pajak mahal, ya!

Mengamati kegiatan dan tanggung jawab petugas Bea Cukai di Bandara kita yang cukup sibuk, membuat saya dan teman-teman berpikir bahwa tugas mereka tidaklah mudah. Belum lagi berita miring soal lahan basah yang tentunya terasa tak asing di telinga kita. Langkah Bea Cukai membenahi diri dari segala sisi dapat dilihat dari Customs Lounge di Terminal 2E yang terbuat dari kaca. Jadi semua kegiatan dapat dilihat oleh semua orang. Demikian juga dengan penertiban Calo. Penerapan ID Card untuk pengguna jasa nggak memungkinkan mereka untuk jadi calo lagi.  Nggak cuma itu aja sih, inovasi dari dalam juga nggak kalah hebat. CCTV yang ada  di ruang Control Room  juga terkoneksi dengan CCTV yang ada di  PT. Angkasa Pura 2. Mau tahu berapa jumlahnya? buanyaak bangeet!

So, dengan komitmen dan semangat menuju lebih baik, ayo kita dukung kiprah Bea Cukai dalam melaksanakan semua tanggung jawabnya. Kalau ada hal-hal yang mencurigakan dan bertentangan dalam proses birokrasi silakan hubungi nomor di bawah ini:

Telepon  : 0800-100-3545 (Bebas Pulsa)
SMS  :  0821-30-202045
Faksimili : 021-489-0966
Email : pengaduanbeacukai@customs.go.id

Ada satu quotes yang sangat saya suka  yang saya temukan  dalam buku profil tentang KPPBC.



Yap, selamat bekerja untuk segenap jajaran Bea dan Cukai. Jangan pernah berhenti untuk menjadi lebih baik. Terima kasih atas undangannya. Kapan-kapan ajak-ajak kita lagi, ya..  

















,




2 comments:

  1. Wow, reportasenya lengkap sekalj, Waya. Kereeeen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wohoo..makasih mbak Donna. Senang bisa tour bareng :)

      Delete

Hai komentar kadang-kadang di moderasi untuk menghindari komentar spam ^^
Terima kasih sudah berkunjung ya.. :)