Pages

25 September 2014

Ini Dia, Buku Panduan Agar Tak Nyasar di Makassar

Membaca buku panduan  “Backpacking, Makassar & Sekitarnya” yang di tulis oleh Nurul Noe, membuat saya langsung memendam keinginan untuk segera berkunjung dan menjelajahi  keindahan pesona alam yang begitu mengagumkan. Destinasi yang lengkap  seperti  wisata sejarah,alam, jelajah pulau dengan pantai-pantainya,wisata bahari , wisata  kuliner sampai wisata belanja membuat  Makassar menjadi tempat yang sangat menarik untuk di kunjungi.


Jalan-jalan ke Makassar yang memiliki begitu banyaknya tempat wisata beragam, tentunya butuh dana yang tidak sedikit, ya..  dari A sampai Z. Pasti mahal. Ya,  tadinya saya juga berpikir seperti itu.
Tapi, setelah membaca buku panduan ini, ternyata banyak cara yang bisa kita pilih. Mulai dari jalur darat, laut maupun udara. Semua bisa disesuaikan dengan berapa dana yang ingin kita siapkan. 
Berbagai tempat menginap mulai Hotel, Hostel  maupun Guest House semua ada. Begitu juga dengan pilihan transportasi, bisa dengan Taxi, Bis, pete-pete (angkot) atau bahkan menyewa kendaraan patungan dengan teman-teman seperjalanan. Murah dan meriah..

Yang unik, Nurul Noe juga menuliskan kolom “How To Get There” dalam setiap destinasi wisata yang akan kita kunjungi  dengan sangat lengkap .  Situs penyedia tiket pesawat, jenis transportasi setelah sampai di Makassar, lengkap dengan harganya, dan beberapa  nomor telepon   yang bisa di hubungi untuk  Rental Mobil dan Rental Motor.
Untuk berbagai tempat wisata yang di ulas di buku panduan ini, baik itu seputar Makassar, Maros, Tana Toraja dan Bulukumba di lengkapi juga dengan foto-foto keindahan tempat  yang ingin kita tuju.  Bahkan lengkap dengan keterangan   jadwal untuk jam buka tempat wisata, berapa harga tiket masuk, alamat  dan nomor telepon. Dan yang lebih penting lagi, di setiap keterangan tempat wisata,  Nurul Noe juga menyertakan Tip yang bisa membantu kelancaran perjalanan wisata kita.



Ini  contoh “How To Get There” dan Tip yang bisa kita temukan dalam buku panduan ini. Misalnya  kita ingin berkunjung ke Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

How to Get There:
Dari Makassar, kita bisa naik pete-pete (angkot) kode D dari lapangan Karebosi menuju terminal Daya dengan ongkos RP.4000. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan pete-pete jurusan Maros dan mintalah si sopir mengantarkan hingga ke Bantimurung dengan ongkos Rp.10.000.
Jika dari Bandara Sultan hasanuddin Makassar dan ingin langsung menuju Bantimurung, kita bisa naik Damri (ongkos Rp.20.000), turun di jalan Poros, lalu naik pete-pete jurusan Pangkep dengan ongkos Rp.10.000.

Tip:
Datanglah pada pagi hari agar bisa berkunjung ke Taman Kupu-kupu dan Pusat Budidaya Kupu-kupu.

Coba kalo nggak di kasih Tip, kayak gitu, bisa aja kita datang siang dan pastinya nggak akan enjoy dengan waktu yang mepet dengan jadwal tutup. Iya,kan?

Dalam buku panduan ini juga diselipkan  peta pulau Sulawesi danTanaToraja dengan destinasi wisata  yang di gambar dengan apik oleh mbak Tanti Amelia. 


Nah, untuk pecinta wisata kuliner  dan Shopping ,  di buku ini juga dituliskan berbagai santapan khas  Makassar. Mulai dari  pisang eppe, Coto Maros, Pallubasa sampai Restoran-Restoran Seafood yang terkenal, lengkap dengan foto, alamat , jam buka dan harga. Begitu juga dengan souvenir,  anda bisa menemukannya dengan lengkap,kap,kap di buku ini..

Bagaimana dengan penginapan? Silakan lihat sendiri alamat Hotel, Hostel, Guest House, dari halaman 125 sampai halaman 137. Terlalu lengkap untuk di jelaskan..hehehe

Di halaman terakhirpun kita masih saja di beri kemudahan dengan contoh itinerary.


 Bagaimana cara menyusun  waktu seefektif mungkin. Contoh perjalanan mulai dari weekend, 3 hari 2 malam bahkan  contoh perjalanan satu minggupun ada.  Sangat memudahkan.

Kalau di tanya tentang kekurangan buku ini, saya  hanya bisa bilang, akan lebih baik bila foto-foto yang menyimpan keindahan itu  di buat berwarna. Apalagi ada foto penulis juga yang lagi mejeng di sana.  Tapi, saya yakin, hal itu pasti mempengaruhi harga bukunya,kan? Jadi, nggak masalah juga sih,  melihat info yang ada di dalamnya kekurangan itu terbayar kok. Tinggal siapin dana aja untuk langsung cus ke tempat yang kita idamkan.


Jadi, kalau kata saya, "milikilah  buku panduan ini, maka kau akan memeluk Makassar.."^^
Hohoo..semakin  tak sabar saya untuk melakukan perjalanan ke Makassar dan sekitarnya. 
Dengan berbekal buku panduan lengkap ini, saya yakin nggak bakalan nyasar.



Cara mudah untuk meraih peluang dengan membangun Networking


Beberapa bulan yang lalu, saya dan beberapa teman blogger menghadiri Sharing Session yang di selenggarakan oleh Communicasting  Academy  yang bertempat di kawasan arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan dengan narasumber Donny de’ Keizer yang juga seorang TV Broadcaster dan CEO Media Dreyasa Komunikata Medcom) dan  Ita Sembiring, seorang penulis dan pemilik Event Organizer.

Acara diawali dengan sharing dari kak Ita Sembiring.  Penulis yang ramah ini membuat kami semua terlibat dalam acara perkenalan layaknya sebuah games. Seruuu..
Masing-masing peserta harus duduk bersebelahan dengan orang yang sama sekali belum di kenal.  Peserta yang masih duduk berdekatan dengan teman sesama komunitasnya di pisah-pisah. Jadi betul-betul berdampingan dengan teman baru.
Semua peserta harus berkenalan dan dalam waktu singkat, harus mampu mengingat dan menggali informasi sebanyak-banyaknya dari teman baru tersebut. Contohnya, hobinya apa, asalnya dari daerah mana, profesinya apa dan banyak lagi.  Jadi kebayangkan, baru kenal  kita udah di tuntut  kepo banget,hehehe.. apalagi mengingat waktu yang di berikan sangat sedikit, jadi ngomongpun terburu-buru. Teman bicara saya adalah seorang penyiar berita di TVRI,  saya sempat minta tip gimana caranya ngilangin rasa grogi  saat bicara di depan umum.  Beruntung sekali saya bisa dapat saran langsung dari ahlinya.. J


Setelah  acara perkenalan, kak Ita bergantian menunjuk beberapa peserta untuk maju dan bercerita tentang apa saja informasi yang di dapat dari perkenalan tersebut.  Terus terang dengan waktu sesingkat itu, saya hanya ingat beberapa hal saja.. untung saya tidak di panggil ke depan.^^
Kak Ita juga banyak bercerita tentang pengalamannya dalam menjalin hubungan dengan kenalan-kenalannya. Diantaranya dengan menyempatkan diri untuk memberi perhatian yang tulus, mengucapkan selamat pada hari-hari istimewa  dan banyak lagi yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga hubungan baik.
Memang lebih mudah bagi kita untuk menyerap ilmu yang berasal dari pengalaman orang lain. Tak hanya seru dan fun, Kak Ita juga memberi masukan untuk setiap pertanyaan dan hambatan peserta dalam bersosialisasi.  Singkat tapi jelas, jadi tak ada alasan untuk tidak menjalin komunikasi.

Usai menyimak pengalaman Kak Ita, mas Donny de’ Keizzer menyampaikan materi betapa pentingnya membangun networking  atau hubungan dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.  Hubungan dengan orang lain atau organisasi yang berpengaruh terhadap kesuksesan profesional maupun personal. Menurut pakar publik speaking ini, Networking lebih dari sekadar berkenalan, melainkan berbagi potensi dan informasi, mendapatkan integritas dan mempengaruhi dan menciptakan visi yang mengarahkan kemampuan masing-masing individu untuk melakukan sesuatu terhadap orang lain.



Nah, bagaimana cara memulainya? Ternyata sama sekali tidak sulit. Kita hanya perlu Membuka kesempatan untuk memulai pembicaraan dan saling berkenalan.  Saling bertukar kartu nama atau nomor kontak.  Bagaimana bila kita adalah orang yang pemalu atau sulit untuk memulai pembicaraan? Ternyata semua bisa di atasi dan di latih. Tak perlu jauh-jauh, mulailah dari lingkungan terdekat kita. Ingat-ingat lagi, selama ini adakah tetangga yang belum kita kenal? Mulailah untuk menyapa.  Usahakan ada interaksi. Terus terang saya sendiri masih sulit melakukan hal ini. Seringkali setiap ketemu tetangga saya hanya lempar senyum, terus udah.. hehehe  setelah mendengar penjelasan mas Donny, saya mulai  berpikir untuk  berubah.. 

 Bila kita sudah terbiasa untuk memulai percakapan, dengan sendirinya rasa canggung bila bertemu orang baru akan hilang. Nah, satu hal yang paling penting, jangan lupa untuk  memberikan nomor kontak atau kartu nama.  Setelah perkenalan, jaga untuk tetap saling berkomunikasi. Karena bisa jadi di kemudian hari kita akan membutuhkan profesi teman baru tersebut. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di hari depan nanti. Bisa jadi, kita atau teman kita yang akan memberikan peluang.   
Ohya, kenapa kita harus tetap berkomunikasi  dengan teman baru ataupun teman lama?
Karena,  menurut mas Donny,  peluang seringkali datang dari hubungan pertemanan. Ya, saya setuju sekali dengan penjelasannya.   Bukankah lebih mudah berurusan dengan orang yang sudah kita kenal?  Apalagi bila didasari dengan pertemanan yang tulus. Nah, jadi  yang perlu di garis bawahi,  tingkatkan pertemanan  dan selalu jaga hubungan baik. Dengan selalu menjaga hal ini,  rejeki dan peluang akan datang kepada kita. Mantap bangetkan..

Sayangnya, pertemuan harus segera berakhir.  Acara di tutup dengan foto bersama dan saling bertukar nomor kontak dan Pin BB. 

Ohya, untuk ke depannya, Communicasting Academy berencana untuk membuat pertemuan rutin agar lebih banyak teman-teman yang dapat menimba ilmu bermanfaat secara gratis. Kumpul-kumpul dan memperluas pertemanan. Ide yang sangat menarik ya.. Saya berharap makin banyak yang ikutan.

Terima kasih Communicasting Academy, mas Donny de’ Keizzer dan Kak Ita Sembiring,  Sharing Sessionnya sangat bermanfaat. 

12 September 2014

Memanjakan lidah di Festival Kuliner Serpong

Saya sangat beruntung bisa mengikuti event seru yang di usung oleh Summarecon Mal Serpong, yang mempersembahkan Festival Kuliner Serpong 2014 mulai tanggal 15 Agustus sampai 7 September di area parkir Selatan SMS. Tentu saja menghadiri undangan sebagai Blogger menjadi kesempatan berharga yang  tak boleh dilewatkan.


Apalagi tagline "Sulawesi Nyamanna'... Pe Sadap" membuat pikiran saya seolah terhipnotis dan langsung membayangkan Iga bakar, Mie  Cakalang, Sop konro, Es Palu Butung dan berbagai makanan lainnya yang pasti menggugah selera.



Memasuki area festival, saya berdecak kagum. Summarecon Mal Serpong seolah-olah membuat Sulawesi hadir begitu dekat. Panggung berupa  Kapal Pinisi dan Rumah asli adat Tongkonan dari suku  Toraja serta pernak-pernik miniatur dari ikon arsitektur seperti kepala kerbau, kain khas Sulawesi hingga corak etnik ukiran khas Sulawesi membuat pengunjung tak berhenti mengabadikan momen membanggakan ini. Bagaimana tidak, festival kuliner seperti ini adalah sebuah langkah untuk melestarikan warisan kuliner Indonesia yang begitu kaya. Tak kurang dari 67 stand makanan dan 27 gerobak yang menyajikan berbagai makanan khas Indonesia, menambah semarak Festival Kuliner Serpong  yang kini  memasuki tahun ke 4, setelah sukses di tahun pertama dengan mengangkat tema "Beauty Of bali" (2011), "Minang nan Rancak" (2012), dan  "Jawa Sing Ngangeni" di tahun 2013 lalu. Saya jadi penasaran, kira-kira tema apa ya, yang akan diangkat di tahun 2015 nanti?



Meskipun Summarecon Mal Serpong berlokasi cukup jauh dari keramaian, nampaknya tak menyurutkan langkah pengunjung untuk meluangkan waktu khusus bersama keluarga. Buktinya
sampai malam menjelang, pengunjung semakin ramai. Antrian yang panjangpun sama sekali bukan masalah.  Demi mendapatkan menu incaran, pokoknya rela antri.
Saya dan teman-teman Blogger menjelajah dari satu stand ke stand lainnya. Hilir mudik pengunjung membuat suasana semakin ramai. Makin malam makin semarak.   Selesai makan Iga bakar dan Es Palu Butung, lanjut makan Es kacang Merah, Sate dan Otak-otak. *Hohoo...Perut minta di manjain banget kayaknya.^^
iga bakar yang menggoda 
yang ini segarnya jangan di tanya.. (foto : Tri Sapta )

Setelah itu perburuan makanan berlanjut dengan kue-kue kecil khas Sulawesi dan toko oleh-oleh.
Hehee,nggak ada puas-puasnya ya? Nah, untuk memanjakan selera,  saya dan teman-teman Blogger di bekali kartu ini sebagai alat pembayaran oleh Summarecon Mal Serpong. Bayar, makan, bayar,makan.. mantapkan..^^
Tak seperti tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan uang-uangan sebagai alat bayar, tahun ini pilihan Summarecon jatuh pada kartu nan kece ini.

(ini, alat pembayaran buat pengunjung yg bisa di isi saldonya..)

 Saat duduk santai karena perut kekenyangan, tiba-tiba serombongan peserta karnaval lewat di depan saya dengan baju yang indah memikat mata. Iringan  musik terdengar sangat  meriah. Tak hanya parade, pengunjungpun di hibur dengan pertunjukan kembang api yang menghiasi langit malam. Indah sekali karena cuacapun sangat mendukung. Seru ya?Ternyata, hiburan menarik ini di suguhkan setiap hari selama festival berlangsung. Gimana nggak seru , makan sambil di hibur dengan penampilan artis-artis dan parade karnaval. Kalau saja rumah saya dekat, pasti saya bolak-balik ke festival kuliner yang keren ini.



Usai menikmati pertunjukan kembang api yang meriah, saya dan teman-teman bersiap pulang. Senang rasanya bisa menikmati Festival Kuliner Serpong tahun ini. Menikmati berbagai makanan khas yang sangat memanjakan lidah. Bangga menjadi warga negara Indonesia yang memiliki ragam budaya dan kuliner yang kaya. Bangga bisa ikut melestarikannya. Terima kasih Summarecon Mal Serpong. Sampai jumpa di Festival Kuliner berikutnya..


"Tulisan ini diikutsertakan dalam Summarecon Mal Serpong Culinary Writing Competition”