10 December 2019

PEREMPUAN BERDAYA INDONESIA MAJU



Pada suatu pagi saat mampir di sebuah minimarket, saya bertemu seorang teman lama. Teman sesama wali murid ketika anak kami masih TK. Waktu terasa begitu cepat, karena sekarang, anak-anak sudah duduk di kelas 10. Hm, rasanya masih terbayang betapa gemasnya melihat mereka memakai seragam TK. 

Karena lama tak bertemu, kami memutuskan untuk melanjutkan cerita, sambil menikmati bubur ayam di warung yang terletak di sebelah minimarket. Membuka obrolan dengan menanyakan kegiatan masing-masing. Apalagi, sekarang anak-anak sudah remaja, tentu banyak sekali pengalaman tentang betapa serunya mendampingi mereka.

Selain tugas rumah tangga, yang setiap hari tak pernah berubah, ternyata kami berdua punya kegiatan lain yang juga sama. Sama-sama punya usaha online. Saya memproduksi perlengkapan foto untuk baby newborn, teman saya menerima pesanan kue-kue. Menyenangkan memang, bisa bebas berkarya tanpa ada hambatan. Meski tak bisa dimungkiri, masih banyak perempuan lain yang masih terbatas langkahnya, dan kami termasuk yang beruntung.

Ya, saya ingat teman saya yang lain. Situasinya tidak seperti kami. Bukan sekali dua kali, saya mendengar keluhan karena keinginannya tidak mendapat dukungan dari suami. Pekerjaan rumah tak menyisakan sedikitpun waktu untuk berkarya. Padahal, perekonomian keluarga butuh pemasukan lebih. Jadi, ya.. sementara terima nasib. Padahal, andaikan perempuan diberi kesempatan untuk melakukan hal yang disukai, pasti akan membuat mereka jadi lebih berdaya. Ikut serta membantu meningkatkan ekonomi keluarga.

Sebenarnya, seberapa jauh sih, perempuan butuh dukungan untuk membuatnya maju dan merasa nyaman berkarya?


Saya jadi teringat acara #VIVATALK yang saya ikuti tanggal 3 Desember lalu, VIVA Networks bersama  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menggelar sebuah diskusi tentang "Perempuan Berdaya Indonesia Maju, Perempuan di Era Digital" di hotel Millenium, Jakarta, dalam rangka menyambut Hari Ibu.





Berdasarkan uraian yang disampaikan oleh Bapak Eko Bambang Subiantoro, Chief of Research at POLMARK dan Aliansi Laki laki Baru, diperlukan keterbukaan laki-laki sebagai fundamental kemajuan perempuan. Perempuan membutuhkan pasangan yang dapat membuatnya maju. Apalagi dengan masuknya era digital. Semua orang memiliki akses untuk mendapat informasi seluas-luasnya. Perempuan memiliki kesempatan untuk berkarya dan berdaya, bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk keluarga, bahkan negara.

Sudah banyak, kan.. perempuan-perempuan sukses yang mendapatkan peluang dari UMKM. Makanya sayang banget, kalau saat ini, masih ada yang belum memanfaatkan peluang dengan maksimal.

Hambatan yang dialami perempuan untuk berdaya






Selama ini, lingkungan sangat berperan dalam membentuk sikap seseorang dalam kehidupannya.  Beruntung kalau kita hidup dalam keluarga yang mendukung kesetaraan. Tidak membeda-bedakan laki-laki dan perempuan. Laki-laki dan perempuan berhak mendapatkan peluang yang sama. 

Sayangnya, sebagian masyarakat masih menganggap bahwa laki-laki dan perempuan dibatasi oleh norma-norma. Laki-laki tidak pantas melakukan tugas-tugas perempuan. Atau laki-laki, tidak boleh ikutan cuci piring, jangan ngasuh anak. Tugasnya hanya bekerja di luar rumah. Urusan rumah tangga, sepenuhnya dibebankan pada istri.
Pekerjaan dibedakan menurut gendernya. Capedee!

Padahal, di masa ini, kerjasama dalam rumah tangga dapat membuat keluarga menjadi bahagia. Istri butuh mendapatkan waktu untuk mengembangkan potensi dirinya. Mewujudkan impian-impian yang selama ini didambakan, tanpa khawatir tugas-tugas rumahnya terbengkalai. Dengan bantuan suami, semua tetap terlaksana dengan baik. Dengan hubungan yang baik, tentunya visi setiap pasangan untuk membentuk keluarga bahagia dapat tercapai. Kerja jadi semangat, perekonomian bangkit, Indonesia semakin maju.


Perempuan Bisa Memberdayakan Orang Sekitarnya


Pada sesi yang menghadirkan Diajeng Lestari, founder HIjUP, Perempuan, menurutnya sangat berpotensi untuk meraih kesuksesan bila pandai memanfaatkan tehnologi di era digital. Perempuan tidak hanya mampu memajukan dirinya sendiri. Tapi juga mampu memberdayakan perempuan lain di sekitarnya.  Seperti HIjUP yang digawanginya. Niatnya adalah untuk memajukan perempuan-perempuan yang serius menekuni usaha. Dengan membangun bisnis bersama dan saling menguntungkan, kesuksesan akan lebih mudah diraih.




Semoga dengan masyarakat kita makin sadar, untuk tidak lagi membuat sekat-sekat antara laki-laki dan perempuan. Secara kodrat memang berbeda, tapi dalam hal mendapatkan kesempatan, perempuan juga memiliki hak yang sama.

Semoga perempuan Indonesia semakin maju, ya. Dimulai dari keluarga kecil kita di rumah. Dimulai dari keluarga saya, dan keluarga teman-teman semua.

Dengan berkarya, kita akan berdaya.








No comments:

Post a Comment

Hai komentar kadang-kadang di moderasi untuk menghindari komentar spam ^^
Terima kasih sudah berkunjung ya.. :)