02 November 2019

PENTINGNYA MENDETEKSI PENYAKIT STROKE SEJAK DINI


image : Pixabay.com

Menjalani hari-hari dengan badan sehat dan bugar, adalah nikmat yang luar biasa. Bisa lari pagi tanpa napas tersengal, atau bisa jalan kaki tanpa keluhan sakit, adalah anugerah yang harus disyukuri. Soalnya, sedikit saja ada bagian tubuh yang sakit, bisa membuat kita jadi nggak nyaman. Konsentrasi jadi berkurang dan menyebabkan pekerjaan jadi terbengkalai. Begitu mahalnya kesehatan, hingga ketika sakit menyerang, kita bahkan mau melakukan apa saja untuk mendapatkan kembali nikmatnya sehat.

Sering terjadi, kita baru menyadari betapa berharganya nikmat sehat, setelah penyakit datang menyerang. Baru tersadar, kenapa ya, nggak menjaga pola makan. Kenapa ya, nggak membiasakan diri berolahraga. Kenapa ya, nggak cepat-cepat memeriksakan diri  ke dokter. Padahal, penyakit bisa dicegah, bila kita waspada dengan gejala-gejala yang disampaikan tubuh.


WASPADA BAHAYA PENYAKIT STROKE


Banyak penyakit yang muncul disebabkan gaya hidup yang tidak sehat dan pola makan yang tidak dijaga. Apalagi,  bila ditambah dengan beban pikiran yang bisa menyebabkan stress. Penyakit mudah sekali datang, Rasanya, sudah tak terhitung berapa kali kita mendengar, penyakit darah tinggi yang berlanjut menjadi stroke, menyerang orang-orang yang kita cintai. Orang-orang di lingkungan kita. seperti saudara, teman, kenalan, atau tetangga.
Padahal, penyakit stroke kini menjadi penyebab kematian nomor dua di dunia, setelah penyakit jantung. Begitu bahayanya karena selain menjadi penyebab kematian, stroke juga menjadi penyebab disabilitas. Penderita stroke yang selamat akan mengalami kecacatan yang permanen. Kejadian cacat permanen yang menimpa penderita stroke ini, kini menduduki urutan nomor tiga di dunia. Hm, benar-benar nggak boleh dianggap sepele, ya.

Dalam rangka memperingati Hari Stroke Sedunia 2019 yang jatuh pada tanggal 29 Oktober 2019 lalu, saya dan teman-teman bloggger kesehatan, mendapat kesempatan untuk mengikuti bincang-bincang seputar pencegahan dan pengendalian faktor risiko penyakit stroke. Narasumber yang hadir adalah Direktur P2PTM, Ibu Cut Putri Arianie dan Dr.dr.H. Al-Rasyid SpS(K) dari Departemen Neurologi FKUI-RSCM Jakarta.


foto bersama narasumber dan teman blogger


Stroke adalah suatu tanda klinis yang berkembang cepat, akibat gangguan otak fokal dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih yang dapat menyebabkan kematian. Menurut WHO tahun 2014, stroke adalah terputusnya aliran darah ke otak. Umumnya akibat pecahnya pembuluh darah ke otak, sehingga menyebabkan pasokan nutrisi dan oksigen ke otak berkurang.

Dari tahun ke tahun, kejadian stroke di Indonesia terus mengalami peningkatan. Padahal, untuk mengenali gejalanya bukanlah hal yang sulit. Karena itulah Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia atau PERDOSSI melakukan sosialisasi kepada masyarakat, untuk mengenali gejala stroke dengan mudah. Cukup dengan mengingat singkatan SeGeRa Ke RS.

Slogan SeGeRa Ke RS ini adalah :


  • Senyum tidak simetris, atau mencong ke satu sisi, tersedak, dan sulit menelan air minum secara tiba-tiba.
  • Gerak separuh anggota tubuh melemah secara tiba-tiba. Biasanya tubuh bagian kanan.
  • BicaRa pelo, atau tiba-tiba tidak dapat berbicara, tidak mengerti kata-kata  dan bicara tidak nyambung.
  • Kebas atau baal, kesemutan separuh badan.
  • Rabun, pandangan mata kabur, terjadi tiba-tiba.
  • Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya. Gangguan  fungsi keseimbangan seperti terasa berputar dan gerakan sulit dikoordinasi,


Apabila gejala-gejala seperti ini terlihat, segeralah ke Unit Gawat Darurat rumah sakit terdekat. Nggak harus menunggu gejala seperti ini muncul semua, ya. Berapapun gejala yang muncul, segera ambil tindakan.  Jangan sampai lebih dari dua jam. Karena penanganan stroke memiliki waktu yang terbatas. Periode emas stroke hanya 4,5 jam untuk mengurangi risiko kematian dan kecacatan permanen. Selain itu, diperlukan juga waktu untuk pemeriksaan melalui CT Scan untuk mengetahui jenis strokenya. Jadi, jangan lalai, ya. Bawa secepatnya. Jangan lakukan hal-hal yang tidak terbukti secara medis. Pasien stroke membutuhkan penanganan cepat karena harus berpacu dengan waktu.

CEGAH STROKE DENGAN CARA MUDAH


Untuk mencegah stroke, diperlukan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatannya. Mulailah dari diri sendiri. Rajin berolahraga setiap hari. Bisa dengan melakukan aktivitas bersepeda, jalan kaki atau senam ringan, atau aerobik 3 kali seminggu. Selain itu terapkan perilaku CERDIK seperti yang selalu dikampanyekan oleh Kemenkes.

CERDIK :

Cek kesehatan secara berkala

Enyahkan asap rokok

Rajin beraktivitas fisik

Diet sehat dengan kalori seimbang

Istirahat cukup

Kelola stress



Jangan lupa untuk selalu memeriksa tekanan darah dan pemeriksaan kolesterol secara rutin. Deteksi dini sangat diperlukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
Perbanyak konsumsi buah dan sayur dan batasi makanan yang menyebabkan tekanan darah naik.  Batasi juga makanan yang banyak mengandung garam.   Nggak apa-apa deh, buat jaga-jaga, ya.. Bagaimanapun, kesehatan lebih penting.  Lebih baik mencegah, daripada kita menyadarinya saat semua sudah terlambat.









5 comments:

  1. Mendeteksi semua penyakit sejak dini memang sangat penting ya Mbak, karena bagaimanapun juga mencegah lebih baik dari pada mengobati.

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah, informasi yang sangat bermanfaat sekali Mbak termikasih banyak.

    ReplyDelete
  3. Penyakit stroke memang perlu banget diwaspadai ya Mbak, karena merupakan salah satu penyakit ya parah.

    ReplyDelete
  4. Mendeteksi dini penyakit stroke memang sangat diperluka ya Mbak, agar kita bisa segera berkonsultasi kepada dokter jika ada yang mengganjal.

    ReplyDelete
  5. Terimakasih banyak sudah berbagi ilmu ang sangat bermanfaat untuk semua orang ini Mbak.

    ReplyDelete

Hai komentar kadang-kadang di moderasi untuk menghindari komentar spam ^^
Terima kasih sudah berkunjung ya.. :)