Pages

09 May 2019

Maltofer untuk Penuhi Kebutuhan Zat Besi Segala Usia


"Duh, gawat nih. Kemaren nyimpen dompet di mana ya, perasaan di sini,deh! Kok, sekarang nggak ada?"

Pernah merasa seperti ini nggak?
Lupa habis nyimpen barang di mana. Padahal udah yakin banget, tau persis letaknya di mana. Ujung-ujungnya, langsung bilang 
"Yah, gini deh, faktor U memang nggak bisa dibohongin.."

Tuh, kan.. cari pembenaran sendiri ;D
Memang sih. seringkali tanpa disadari, selalu ada aja yang nyeletuk, kalau faktor U begitu mengganggu keseharian kita. Padahal, ada faktor lain juga yang berperan hingga kita kurang konsentrasi. mudah lelah dan jadi susah mengingat.

Nah, Jumat 3 mei 2019 lalu, bertempat di Graha Pengayoman Kemenkumham, saya mengikuti acara Seminar Kesehatan yang diadakan oleh Maltofer Woman Community. Tema acaranya "Cegah Anemia Sedini Mungkin" Peran Penting Zat Besi dalam 1000 Hari Kehidupan Pertama (Golden Age) dengan narasumber dr. Herbowo A.F Soetomenggolo, Sp. A (K)




Di acara inilah saya jadi
tau, kalau kekurangan zat besi bisa menyebabkan banyak hal. Dan yang paling penting lagi, kekurangan zat besi bisa menimpa siapa saja dan umur berapa aja. Wanita dewasa, ibu hamil, manula dan anak-anak bahkan memiliki resiko tinggi untuk terkena anemia. Dan akibat dari anemia ini bisa merugikan banget loh. Sedihnya lagi, kekurangan zat besi (ID) adalah kekurangan gizi yang paling umum di seluruh dunia yang hampir mempengaruhi 3 miliar orang.  Apakah teman-teman salah satunya? Semoga enggak ya.. 

Btw, gejala anemia atau kekurangan zat besi ini apa aja ya?
Kalau saya sih sering banget ngerasain pandangan gelap kalau berubah posisi dari duduk lalu berdiri.



Menurut penjelasan dari dr. Herbowo, banyak gejala lain yang menunjukkan seseorang kekurangan  zat besi. Kadang gejala yang muncul nggak terlalu diambil pusing. Sering sakit kepala, mudah lelah, telapak tangan dan kelopak mata bawah terlihat pucat, kuku mudah patah, lidah kasar, hilang konsentrasi hingga terjadi penurunan prestasi atau suka mengunyah es batu dan gangguan tumbuh kembang pada anak bisa merupakan gejala kekurangan zat besi. Kalau teman-teman merasakan gejala seperti ini, harus segera diatasi ya. Jangan dianggap enteng.

Bahaya Kekurangan Zat Besi Pada Anak


Zat besi sangat diperlukan untuk pembentukan otak anak. Bahkan sejak dalam kandungan, di 1000 hari pertama kehidupan sang bayi. Kekurangan zat besi yang berkelanjutan dapat berdampak pada gangguan tumbuh kembang dan fungsi motorik. Bila terus mengalaminya akan menyebabkan penurunan IQ dan kemampuan akademis di sekolah. Duh, jangan sampai deh. Apalagi, perkembangan otak akan bersifat permanen sampai usia remaja. 

Karena peran yang begitu penting inilah, ibu hamil harus memperhatikan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya. Memperhatikan kandungan gizi yang terdapat dalam makanan yang dikonsumsi, rasanya jadi satu kewajiban deh. Demi masa depan anak kelak. Demi perkembangan otak janin, ibu hamil harus banget makan makanan yang mengandung zat besi. Di antaranya adalah daging sapi, daging ayam, kacang-kacangan dan sayuran hijau.

Soalnya, kebutuhan zat besi wanita hamil meningkat secara signifikan. Pada kehamilan di trimester ketiga, kebutuhan zat besi meningkat hingga 10 x lipat dari biasanya. Dan pada trimester ketiga ini terjadi defisiensi zat besi terjadi hingga 40%. Saat seperti inilah nggak boleh lengah.

Memang, bagi sebagian orang  (termasuk saya ketika hamil dulu) nggak mudah untuk melahapmakanan begitu saja, khususnya pada masa awal kehamilan. Rasa mual benar-benar menghilangkan selera makan. Baru mencium aromanya aja udah pengen keluar isi perut. Padahal, kita harus makan buat dua orang. Makannya pun bukan hanya sekadar kenyang. 

Andai saya tau betapa pentingnya zat besi sejak 1000 hari pertama kehidupan anak, pasti saya akan makan semua makanan yang bergizi. Soalnya, kata dokter Herbowo, zat besi yang tidak tercukupi saat golden age itu nggak akan bisa tergantikan. Meski kita mencoba mengejar ketertinggalan itu dengan susah payah, hasilnya nggak akan sama. Hiks, sedih juga. Tapi, meskipun nggak sama, tetap lebih baik bila kita terus berusaha mencukupi kebutuhan tubuh.


Maltofer untuk Cukupi Kebutuhan Zat Besi



Kebutuhan zat besi pada ibu hamil yang meningkat 10 x lipat, menyebabkan ibu hamil membutuhkan lebih banyak makanan yang mengandung zat besi. Nah, biasanya makanan dengan kaya zat besi aja nggak cukup. Ibu hamil butuh suplemen yang bisa mencukupi kebutuhan zat besi sehari-hari.

Di acara seminar kesehatan ini, saya bisa mengenal lebih jauh tentang Maltofer. Suplemen zat besi dengan kandungan zat besi jenis Iron (III) Polymaltase Complex, yang melepaskan kandungan zat besi secara aktif dan terkontrol sesuai dengan kebutuhan ke dalam tubuh, sehingga tidak terjadi penumpukan zat besi yang dapat menyebabkan luka lambung, mual, gangguan jantung dan susah BAB.

Yang paling saya suka, maltofer ini tersedia dengan rasa cokelat yang enak. Tersedia dalam 4 pilihan,  yaitu :

  • Maltofer tablet kunyah - Chew, tablet kunyah pertama di Indonesia yang bisa dikonsumsi segala usia. 
  • Maltofer Fol, diperkaya dengan asam folat yang penting untuk ibu hamil
  • Maltofer Syrup, kemasan sirup isi 150 ml dengan kandungan 1 mL= 10 mg Fe untuk anak dan dewasa
  • Maltofer Drops, kemasan tetes isi 30 ml untuk bayi dan anak.
Maltofer aman dikonsumsi bersama dengan makanan dan minuman ataupun obat-obatan dan nggak menimbuklan stress oksidatif.


Selain pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi yang mengandung zat besi, ternyata ada kebiasaan juga yang harus diubah agar zat besi terserap sempurna oleh tubuh. Kebiasaan mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein ternyata menghambat penyerapan zat besi.

Banyak orang (termasuk saya *tadinya) menikmati makan dengan segelas teh es. Rasanya emang enak banget ya.. tapi segelas  teh es itu membuat seporsi makanan yang sarat protein, serat dan juga karbohidrat jadi hanya berfungsi mengenyangkan. Zat besinya nggak nyangkut ditubuh. Rugi banget ya..

Karena hal ini juga, kemaren saya sempat bertanya ke dokter Herbowo, sebaiknya kapan waktunya kalau kita pengen menimati segelas teh. Katanya, boleh aja minum teh atau kafein lainnya, tapi jangan berdekatan dengan waktu makan. Misalnya di sore hari. Jadi, makan siang kita sudah terserap zat gizi pentingnya.

Hm, oke deh. Jadi, mulai hilangkan  kebiasaan minum teh es pada saat makan ya. Supaya tubuh kita mendapatkan zat besi yang cukup dari makanan yang kita makan.



Jangan lupa sediakan juga Maltofer  untuk membantu mengatasi anemia atau kekurangan zat besi di kotak obat, ya.











1 comment:

  1. oh begitu ya bunda ternyata bukan semata-mata faktor u penyebab lupa

    ReplyDelete

Hai komentar kadang-kadang di moderasi untuk menghindari komentar spam ^^
Terima kasih sudah berkunjung ya.. :)