Pages

26 January 2019

KETIKA KAMU PATAH HATI




Kalau bisa memilih, semua orang pasti ingin selalu merasa bahagia dalam hidupnya. Nggak perlu ada rasa sedih dan kecewa. Kalaupun ada air mata, yang ada hanya air mata bahagia. 

Duh, senangnya hidup seperti itu, ya..

Tapi, itu kan nggak mungkin. Namanya hidup, perasaan kita akan selalu menimbulkan reaksi terhadap suatu peristiwa. Seperti kulit yang akan merasa sakit kalau kegores, begitu juga hati. Kita perlu memaknai berbagai rasa. Misalnya, merasakan betapa sedihnya dikecewakan, akan membuat kita nggak mau
mengecewakan orang lain. Atau kita perlu merasakan sakitnya kegagalan, agar kita tau artinya bersungguh-sungguh.

Kalau perasaan yang patah hati gimana? Hm, sejujurnya saya menulis ini, karena baca status anak muda yang sedang patah hati. Dia yang patah hati, saya yang sedih. Huhuhuu.. nggak tega. Karena siapapun orangnya, patah hati pasti mendatangkan perasaan nggak nyaman.

Patah hati nggak cuma soal cinta. Banyak masalah lain yang juga bisa bikin kita patah hati. Bikin perasaan nggak enak. Merasa sepi padahal sedang dalam keramaian. Merasa hidup hampa di saat orang lain bahagia. Dan buat sebagian orang, merasa sesaat hidup ini terasa berat. 

Tapi, justru saat patah hati lah, kita jadi tau betapa berartinya seseorang, setelah dia pergi. Betapa berharganya rasa cinta yang kita miliki, ketika kita sudah nggak bisa mempertahankannya.





Mungkin ini bisa sedikit membantu untuk kamu yang saat ini sedang patah hati. Please, jangan sedih ya.. percayalah, kamu nggak sendiri. Di belahan dunia ini ada banyak orang yang juga sedang berusaha mengatasi perasaannya. Dan sebagai manusia, kita memang nggak pernah tau apa yang akan terjadi. Kalau nggak jodoh, ya mau diapain juga nggak bakalan bisa jadi. 

Tetaplah yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah kehendak-Nya. Tak sehelai daun jatuh tanpa izin dari Allah yang maha kuasa. Jadi, kalau hari ini kita kebagian 'rasa' yang nggak enak, terima aja dengan ikhlas. Jangankan kita yang baru berencana mau melangkah ke jenjang yang lebih serius, ada lho pasangan yang sesaat mau menikah nggak jadi. Entah karena terhalang restu orang tua atau karena umur yang memang nggak sampai. Bayangin perasaan mereka.

Ya gitu deh, manusia memang diuji dengan banyak hal. Patah hati bisa menimpa siapa saja. Ya, seperti yang saya bilang tadi, patah hati nggak cuma soal cinta. Tapi juga pekerjaan, pertemanan, lingkungan dan lainnya. Kita yang harus kuat mental. Jangan kelamaan baper. Banyak yang lebih menderita dari apa yang kita alami.

Patah hati bikin kita pengen nangis?

Ya nangis aja. Nggak ada yang melarang kok. Menangislah sepuasnya satu atau dua hari. Lepaskan semua beban. Setelah menangis biasanya perasaan akan lebih lega. Tapi, sebelum nangis pastikan dulu kalau kita nggak punya janji penting. Malu kan, kalau harus keluar rumah dengan mata sembab. >.<

Nah, begitu perasaan udah terasa lebih lega, siapkan diri untuk move on.

Berikut ini beberapa tips yang mungkin bisa dicoba :

1. Menghindar dari semua yang mengingatkan tentangnya


Menghindar di sini bukan berarti lari dari kenyataan ya. Karena  pelarian nggak akan bertahan lama. Menghindarlah demi menjaga perasaan kita sendiri.  Bagaimanapun kita butuh waktu yang akan membuat kita merasa lebih enakan. Bisa menerima kenyataan dengan hati lapang.


 2. Sibukkan diri dengan hal-hal baru


Kalau selama ini kita jarang berolahraga, cobalah untuk mencari jenis olahraga yang cocok. Atau  membaca buku, main musik, memperdalam ilmu photografi atau menulis. Tulis apa aja yang terlintas di pikiran. Ada yang bilang, menulis adalah terapi jiwa. Jadi, coba lakukan untuk membuktikannya. Setiap orang akan beda-beda cara move on nya. Tergantung dari cara kita menyikapinya. Nggak ada jaminan juga bahwa kita 100% akan lupa dengan cepat. Apalagi kalau kita punya tipikal drama queen, pasti akan butuh waktu lama. Tapi, dengan terus berusaha, semua akan terasa lebih mudah. Lagian nggak enak jugakan menghabiskan waktu lama untuk orang yang mungkin udah bahagia bersama orang lain. 

3. Introspeksi Diri


Sebagai manusia yang memang nggak sempurna, kadang kita suka melupakan kekurangan diri. Nggak pernah mengupayakan untuk mengubah kebiasaan yang mungkin sulit untuk diterima orang lain. Memang bukan tugas kita untuk menyenangkan orang lain. Tapi, pernahkah terpikirkan, bahwa kita mungkin sangat egois, cepat marah, keras kepala atau posesif? Duh, nyebelin banget ya..
Nah, dengan introspeksi, kita akan menyadari apa yang harus diperbaiki dari kepribadian kita. Gimana dong, kalau setelah introspeksi, kita nggak nemuin kesalahan fatal dalam diri kita? Ya, alhamdulillah. Berarti salahnya ada pada pasangan kita. Anggap aja kita terlalu baik untuk dia.

4. Banyak Berdoa

Percayalah, teruskan berprasangka baik kepada Allah, agar setelah ini kamu dipertemukan dengan orang yang lebih baik. Bukankah, yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut-NYA?
Kita, nggak tau secuilpun tentang kehidupan yang terjadi di depan nanti. Jadi, satu-satunya cara adalah percaya bahwa kita dikasih persoalan karena kita mampu untuk mencari jawabannya. Percaya bahwa setelah kesulitan akan ada kemudahan dan akan selalu ada hikmah yang nanti kita petik.

Mungkin nggak akan mudah untuk dijalani. Tapi, yakin aja, ibarat musim kemarau, nggak selamanya akan kering kerontang. Pasti akan turun juga hujan yang menyejukkan. 

Kalau tiba-tiba suatu saat rasa kecewa atau sakit hati itu muncul lagi, ingatlah bahwa kamu harus meningkatkan rasa ikhlasmu. Keikhlasan yang  indah adalah ketika kita bisa melepaskan orang yang kita cintai untuk berbahagia, Meski entah dengan siapa.

Berat ya. Nggak juga sih. Asal mau cepat move on, pasti bisa. Siapkan diri untuk menjadi seseorang yang baru. Yang lebih kuat, lebih baik, lebih bersemangat, lebih oke. Yakin Allah sudah siapkan seseorang yang siap menerima dan mencintai kamu sepenuh hati seperti apa adanya dirimu.

Percayalah, kalau jodoh pasti bertemu..  :)




*all image by Pixabay

4 comments:

  1. patah hati, salah satu penyebab manusia bisa bikin bunuh diri. kala sudah mencintai lebih dalam atau buta mbak. semoga patah hati tak bikin sebuah rumah tangga hancur seperti ketika pacaran :D

    ReplyDelete
  2. Iya. Tiap orang beda-beda menyikapinya. Sayang banget kalau sampai bunuh diri. Di dunia seluas ini ada banyak harapan untuk bisa menemukan orang lain.
    Kalau untuk yang udah berumah tangga sih masing-masing sudah berkomitmen untuk membangun keluarga tanpa bayang-bayang masa lalu. Jadi gak kan hancur semudah ketika pacaran.

    ReplyDelete
  3. Patah hati yg kurasain dipenghujung 2018 adalah kegagalanku dalam tes cpns.. rasanya lebih sakit dr patah hati saat putus sama pacar mbak. Sampai skrg masih nyesek banget dan ikhlas itu nggak gampang.. tapi ada hikmahnya, aku menjadi lebih mendekatkan diri sama Allah... Dan jdi sering ngadu sama Allah..

    ReplyDelete
  4. Saya nggak kebayang malah kalau nggak patah hati dengan orang2 yang pernah saya minta pada Allah. Ada yang pemalas dan istrinya yang jadi pencari nafkah, lama2 mereka pisah juga. Ada yang kurang tangguh dan istrinya ngeluh (sama temen). Ada pula yang ternyata kesehariannya kurang baik. Haha... entah apa jadinya kalau semua doa saya didengar sama Allah. Memang semua fase kehidupan pada tiap detiknya udah diatur sama Allah. Jalani aja walau nggak dipungkiri seringkali saya tertekan dengan mulut2 dan jari kurang ajar.

    ReplyDelete

Hai komentar kadang-kadang di moderasi untuk menghindari komentar spam ^^
Terima kasih sudah berkunjung ya.. :)