Pages

04 May 2017

Terpikat Cantiknya Lurik LAWE Indonesia


Melangkahkan kaki ke JCC untuk mengunjungi INACRAFT 2017 "The Magnificence of Yogyakarta" minggu lalu, membuat saya terpesona. Sungguh, bangga Indonesia punya karya-karya yang menarik. Hari itu banyak warga negara asing juga yang berkunjung. Mereka sangat antusias dan nggak bisa menyembunyikan kekagumannya. Sama lah kayak saya, tapi perasaan saya bercampur rasa bangga sebagai orang Indonesia.
Apalagi ketika sampai di booth LAWE Indonesia. Kebanggaan dan kecintaan saya pada kain tradisional Indonesia makin bertambah.

Hadir sebagai brand yang mengkhususkan diri mengeksplore sekaligus melestarikan kain lurik dari kota Yogyakarta, membuat Lawe nggak cuma berkembang sendiri. Produk-produk Lawe yang juga bisa ditemui di salah satu displaynya di Grand Indonesia, memiliki banyak orang-orang di belakangnya. Dengan melalui berbagai proses, Lawe Indonesia semakin mengembangkan diri. Membuka banyak pelatihan keterampilan untuk perempuan di berbagai daerah. Berperan serta dalam mendukung Ibu rumah tangga untuk terus berkarya.

Kembali ke kain lurik. Kain tradisional khas Yogyakarta ini memang udah lekat banget dengan kehidupan masyarakatnya. Baju, stagen dengan warna-warna gelap sepertinya udah abadi. Founder Lawe, Ibu Adinindyah membuat lurik tampil warna-warni seperti yang kita lihat sekarang, selain tetap mempertahankan warna-warni asli juga tentunya. Lawe hadir dengan produk dan pilihan warna yang makin memikat. Siapa pun bisa memakai dan menggunakan produknya. Malah sudah beberapa kali bekerjasama dengan negara-negara luar dalam penyediaan souvenir.



Kalau dulu penggunaan kain lurik sangat terbatas, sekarang malah semakin variatif. Lawe membuat berbagai produk yang bisa kita gunakan sehari-hari. Mulai dari produk yang mempercantik rumah seperti table runner, sarung bantal  sampai produk yang bisa kita bawa-bawa kayak dompet, tas, pouch kosmetik, pouch serba guna, tempat handphone, pashmina sampai gantungan kunci, bandana dan ikat rambut. *Banyak lagi deh, saya lupa namanya*. Yang lucu-lucu juga ada. Boneka kura-kura, jerapah, gajah, kepiting dan banyak lagi. Semuanya lucuu.. *ya ampuuun. Gemeess!*




Oh ya, harga produk Lawe cukup terjangkau. Untuk pernak-pernik lucu harga mulai 15K. Sedangkan untuk Tas, ada yang harganya 950K. Ini karena bahannya dipadukan dengan kulit asli. Ada juga yang lebih mahal sih, kayak Bed Cover. Tapi, sesuailah ya dengan kepuasan memiliki produknya. Jahitannya rapi dan kuat.





 Pengen bawa pulang semuanyaaa! ^^


Keistimewaan produk Lawe, adalah paduan warnanya yang memikat. Ragam corak warna lurik yang terinspirasi dari kekayaan fauna Indonesia seperti burung Rangkong Badak, Kacamata Sangihe atau Cekakak Jawa dan beberapa burung lainnya, dituangkan dalam motif lurik yang colorfull. Untuk pemanisnya, lurik dipadukan juga dengan kain polos dengan berbagai tone warna yang berbeda. Ungu, biru, hijau, kuning, merah, abu-abu.. semuanya bikin lurik jadi makin cantik. Jujur aja ya, saya sampai bingung waktu memilih mau beli motif yang mana. Sampai semuanya dikeluarin.. Mbak yang jaga sabar banget. Pasti deh udah sering menghadapi pembeli yang galau.. hahahaaa.
Ohya, akhirnya karena nggak bisa memutuskan pilih yang mana, saya ambil tempat handphone-nya dua. Baru rasanya lega.. ^^




Buat yang suka fashion, jangan khawatir. Ada kain lurik yang siap untuk dijadikan baju juga loh. Satu lembar kain yang disiapkan Lawe, bisa jadi satu potong baju yang bakal bikin kita makin bergaya. Atau kalau mau seragaman sama teman, kakak, adik atau pasangan, boleh juga. Tambah aja kainnya. Biar puas dijadikan model apa aja. Cari model yang unik, pasti luriknya bakal makin gaya.

Kemaren saat ketemu dengan Mba' Fitria Werdiningsih, Marketing unit bisnis Lawe Indonesia, saya todong langsung buat foto. Model bajunya bisa untuk inspirasi model kain lurik. Tambah aksesories jadi tambah keren. Suka deh, sama gayanya Mba' Fit. *thanks ya mba' :)



Kan seneng ya, kalau dilihat sama orang-orang di negara tetangga. Trus jadi pada tau kalau itu kain khas tradisional kita. Hitung-hitung ikut mempromosikan dan ikut melestarikan lurik. Ada hal lain lagi sih. Dengan membeli, berarti kita juga ikut meningkatkan taraf hidup perempuan-perempuan hebat penenun lurik. Karena kain lurik dikerjakan dengan tangan. Bukan mesin. Mereka bisa menambah penghasilan keluarga, menyekolahkan anak-anak dan eksistensi mereka dalam berkarya tetap terjaga.


Yang mau lihat koleksi LAWE, cek sosial media di bawah ini ya :

LAWE Indonesia

Instagram : @laweindonesia
Twitter     : @laweindonesia
Facebook: Lawe Indonesia














4 comments:

  1. Produk LAWE luucuuuu dan gemezin

    ReplyDelete
  2. Bersyukur bisa bawa pulang tas ransel nya. Ini tas nya kuat bgtt deh, bahannya tebal , jahitannya kuat. Tapi msh mupeng sama bahan dan selendang nya

    ReplyDelete
  3. unik produk-produknya, warnanya pun kekinian pas buat sehari-hari

    ReplyDelete

Hai komentar kadang-kadang di moderasi untuk menghindari komentar spam ^^
Terima kasih sudah berkunjung ya.. :)