Pages

19 March 2011

The Mask Of Monkey...

Aku melihatnya setiap berhenti dilampu merah,kemanapun aku pergi,seolah-olah dia menguasai,pertigaan,perempatan,dia selalu ada,dimanapun.,tak pagi tak siang tak malam,kasihan.Dengan rantai dileher,pasrah kemanapun si"Bos"menariknya kekiri ,kekanan,bahkan berputar-putar,kadang dengan dandanan bak artis Rock n Roll,kadang seperti seniman tradisional kadang dengan baju berumbai-rumbai semarak warna-warni,bersepeda,berpayung bak penari..

Ada yang melihatnya dengan wajah suka,lalu melempar kepingan koin atau bila beruntung ia akan mendapatkan selembar ribuan dan masuk kekaleng si"bos,dan aku miriiis..

Sedih juga melihat ia menjadi tulang punggung si-bos,sedih membayangkan perasaannya(meski ia hanya seekor hewan),mungkin aku terlalu berlebihan,apa mungkin ia punya perasaan?tapi setidaknya ia juga sama seperti kita,punya rasa lelah,.punya rasa takut dan rasa bingung,mengapa ia harus selalu dipertontonkan apa hebatnya bila semua yang dilakukannya ,ia lakukan karena rantai besi yang terlilit dilehernya.apa hebatnya bila ia harus melakukannya dibalik sebuah topeng berwajah bayi lucu,menutupi ekpresi ketakutannya,kebingungannya dan si-bos dengan santainya duduk ,menghisap rokok,bersandar dipagar,dgn sebuah topi menutupi wajahnya dari teriknya sinar matahari.Lalu dengan segera menarik rantai itu bila ia merasa simonyet terlalu lamban.Dari cerita yang kudengar,untuk menjadi seperti itu ,ia harus mendapatkan training khusus.Sejak kecil,ia harus tidur berdiri dengan tangan diikat kebelakang,dan tali dikepala seperti orang bunuh diri saja.ia juga harus didopping dengan jamu ramuan ,ia harus menjalani serangkaian latihan berat ,melompat,berbalik dan dengan tangan terikat.
Dan penderitaan itu terus berlanjut sampai ia siap untuk dipertontonkan.Kurasa ia harus menjalani hidup seperti itu sampai ia tak mampu lagi bernafas.Sampai ia tak mampu lagi menghasilkan.

Setiap lewat didepannya,aku memperhatikan wajah si-bos ,aku menampakkan wajah marah dan hampir selalu mendoakan semoga si-bos mendapat mimpi buruk dalam tidurnya,semoga dalam mimpinya itu ia menjadi pelakon utama nya.dan simonyet menjadi bos nya.Supaya ia merasakan perlakuannya sangatlah tdk menunjukkan kecintaan kepada mahluk Allah.,kadang doaku itu menjadi semacam omelan berbuntut panjang,tak berhenti sepanjang jalan.
Lelah melihat penindasan itu terus menari-nari didepan mata,tapi kadang kudoakan juga semoga si-bos mendapat pekerjaan yang layak dan dengan rela melepaskan simonyet itu menjadi mahluk yang lucu secara alami...tanpa harus memakai topeng lagii.
semoga ia bisa sadar dan memahami bahwa selama ini ia salah memaknai kecerdasan hewan pasungannya itu,semoga..Ahh..,,.begitu banyak kata semoga ku yang ingin kusampaikan padanya,pada setiap pemain setia bertopeng  dilampu merah itu,semoga ia tak lagi menjadi tempat bergantung mental-mental yang tak siap bertarung.(hingga mereka menjadi manusia yang seringkali harus mematikan naluri kebaikan dalam  jiwanya  sendiri..)..,semoga suatu hari nanti ia tak lagi ada dilampu merah itu.Semoga..

No comments:

Post a Comment

Hai komentar kadang-kadang di moderasi untuk menghindari komentar spam ^^
Terima kasih sudah berkunjung ya.. :)