16 September 2019

MENGENAL LEBIH JAUH DITJEN AHU KEMENKUMHAM



Hai, teman-teman.. kali ini kita ngomongin tentang layanan Ditjen AHU, yuks.
Mungkin masih ada yang belum tahu tentang apa saja layanan yang ada di Direktorat  Jenderal Administrasi Hukum. Tak kenal maka tak sayang, kan..

Sebagai warga negara yang baik, sudah semestinya kita tau, apa-apa aja yang harus dimiliki oleh setiap warga negara. Keberadaan kita di negeri ini, haruslah benar-benar sah sebagai warga negara Indonesia. Nggak masalah sih, kalau kita terlahir dari orang tua yang memang asli orang Indonesia. Tapi, kalau salah satunya adalah warga negara asing, tentunya masalah kewarganegaraan bukanlah hal sepele.

Belum lama ini ada beberapa kejadian yang sempat menjadi sorotan. Masih ingat nggak, cerita tentang Gloria Natapraja Hamel? Terlahir dari pasangan Prancis dan Indonesia, gadis manis ini batal bertugas dalam pengibaran bendera pada HUT ke 71 RI  karena masalah status kewarganegaraannya yang bukan WNI.

Dari dunia olahraga pun demikian. Ada juga atlet-atlet asing yang karena lamanya mengabdi di Indonesia, memilih untuk naturalisasi menjadi WNI. Yang terbaru adalah Otavio Dutra, pesepakbola Persebaya berdarah Brazil. Atau, yang sempat ramai, Bebby Wenda. Karena diduga merupakan tokoh separatis Papua, kewarganegaraannya dicabut karena sudah tinggal lebih dari 5 tahun di negara lain tanpa melapor.

Bila melihat kasus di atas, masalah kewarganegaraan ini bisa menimbulkan kekacauan ya..
Itulah sebabnya penting banget memastikan bahwa urusan administrasi hukum sudah diurus sebagaimana mestinya.

Apalagi bila menyimak kisah Gloria, memiliki orang tua yang berbeda kewarganegaraan tentu membuatnya harus memilih kewarganegaraan di usia 18 tahun. Untuk mendapatkan hal itu, banyak persyaratan administrasi hukum yang harus dilalui.

Btw, mungkin di antara kita ada yang mikir kewarganegaraan itu ngurusnya di Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Ternyata enggak lho..
Urus dokumen kewarganegaraan itu adanya di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum (Ditjen AHU) Sesama unit eselon I Kemenkumham yang sudah dibentuk sejak tahun 2000 lalu, pemekaran dari Direktorat Hukum dan Perundang-undangan.

Direktorat Hukum dan Perundang-undangan ini tidak hanya dimekarkan menjadi Ditjen AHU, melainkan menjadi dua. Rekan sesama pemekaran adalah Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan yang fokus pada penyusunan peraturan perundangan-undangan.
Sedang Ditjen AHU lebih ke tugas pelayanan hukum pada masyarakat, mencakup hampir semua bidang hukum secara umum.



Dengan luasnya pelayanan hukum yang Ditjen AHU, sang pemimpin saat ini, Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Cahyo Rahadian Muzhar, dibantu tugas oleh satu orang Sekretaris Jenderal dan lima orang Direktur. Para direktur tersebut mengurusi pelayanan untuk bidang Pidana, Perdata, Tata Negara (urusan kewarganegaraan tadi), Otoritas Pusat Hukum Internasional, dan tentunya Teknologi Informasi. Mereka semuanya ini bersinergi mewujudkan visi “masyarakat memperoleh kepastian hukum"

Nah, kalau menurut teman-teman, selain administrasi kewarganegaraan, apa saja administrasi hukum yang biasanya kita butuhkan?

Coba deh cek ricek di situsnya ahu.go.id, ada beberapa pelayanan administrasi hukum yang sudah bisa diakses semakin mudah oleh masyarakat, di antaranya:




1. Aneka administrasi Penunjang Kemudahan Berusaha Beberapa tahun belakangan, pemerintah menggenjot kinerja kemudahan berusaha (ease of doing business). Salah satu kontribusi AHU dengan mempercepat pembentukan badan usaha. Dengan layanan AHU Online, pendirian dan pengintegrasian CV (Comanditaire Venootschap) dan Perseroan Terbatas bisa secara digital. Tidak hanya mendaftarkan badan usahanya, kalau mau pesan nama perseroannya juga bisa melalui AHU Online.

 2. Membangun Organisasi atau Perkumpulan Tak hanya membuat CV atau PT, kita-kita yang mau membangun organisasi baik tujuan profit maupun non-profit bisa mendaftarkannya secara online. Semua jenis perkumpulan, di antaranya bentuk Yayasan, Koperasi, dan Partai Politik (Parpol). Seperti badan usaha, boleh banget kalau mau pesan nama melalui AHU Online.

 3. Pengurusan Wasiat Kalau punya aset atau harta yang ke depannya bisa bermanfaat buat keturunan kita, atau justru bisa disalahgunakan pihak lain, atau punya potensi konflik, ada baiknya membuat wasiat dan mendaftarkan ke Ditjen AHU. Bikinwasiatnya tetap di depan Notaris tetapi sebaiknya dilengkapi dengan pelaporan melalui AHU Online.



 4. Fidusia Pernah ndak sih teman-teman beli kendaraan bermotor, atau barang elektronik melalui mekanisme utang piutang? Kalau ada rencana untuk beli barang melalui mekanisme utang piutang ini, ada baiknya teman-teman mempelajari cara mendapatkan jaminan fidusia. Jangan sampai sudah susah-susah bayar lalu dengan mudah ditarik barangnya.

 5. Pelayanan Notaris Masing – masing layanan di atas mungkin saja butuh pelayanan dari notaris.
 Nah, Ditjen AHU juga yang berkaitan dengan para notaris. Mulai dari pendaftaran notaris dan pendaftaran ujian pengangkatan notaris.

Secara total ada 93 jenis layanan hukum yang dilayani oleh Ditjen AHU. Sebanyak 47 di antaranya sudah bisa dilayani melalui aplikasi AHU Online atau bisa diakses melalui ahu.go.id, dengan layanan berbasis online. Sementara 43 layanan sisanya masih manual.

Jadi, ternyata layanannya ada banyak banget, ya. Nggak cuma masalah kewarganegaraan aja,

Semoga ini bisa menjadi informasi yang berguna buat teman- teman.









14 September 2019

PESONA KERAJINAN INDONESIA DI PAMERAN KRIYA NUSA 2019


Suatu siang di sebuah acara di Kembang Goela Resto,

"Seberapa Indonesia, kah, kamu?" Suara Yosh Aditya sang pemandu acara, menyapa seluruh tamu undangan yang hadir pada 9 September 2019 lalu. 
Mendengar pertanyaannya, semua menjawab dengan spontan. "Indonesia banget laah.."

Sudah pasti dong, ya. Siapa yang nggak cinta sama tanah airnya sendiri.




Tapi masalahnya, bukan soal cinta tanah air yang ditanyakan Yosh. Tapi, sejauh mana, kita sebagai warga negara Indonesia, mencintai produk-produk hasil buatan tangan bangsa sendiri. Mulai dari ujung kaki, sampai ujung kepala. Nah, lho!

Makanya, waktu itu, Yosh bikin games tentang seberapa Indonesianya kamu. Pesertanya adalah, siapa yang berani maju dan nunjukin apa aja produk Indonesia yang dipakai saat itu. Yang terbanyak pakai produk dalam negeri, dialah yang menang.

Seru deh..




Teman-teman ada yang pakai batik, tas kulit, bros, jilbab, lurik dan baju tradisional suku Asmat. Mereka semua berhak memenangkan hadiah yang disiapkan panitia.

Saya nggak pakai buatan Indonesia? Hehehe, pakai dong. Waktu itu saya cuma pakai dua item yang terlihat Indonesia banget. Yaitu sepatu batik dan gelang batu souvenir dari Candi Borobudur. Baju sih bikin sendiri. Tapi  udah yakin aja gak bakal menang, jadi gak maju.

Teman-teman suka pake produk dalam negeri?

Hayoo, coba diingat-ingat lagi. Kalau masih banyak menggunakan produk luar, mungkin itu karena kita belum mengenal produk Indonesia yang nggak kalah kerennya dengan produk luar. Bahkan, karena keindahannya, banyak turis yang rela berburu kain-kain tradisional di daerah yang terpencil. Mereka begitu menghargai setiap proses yang dilalui para pengrajin. 

Bagaimana dengan kita?

Di acara Temu Netizen #Kriyanusa2019 yang saya hadiri bersama teman-teman dari Blogger Crony Community kemarin, senang sekali bisa mengikuti bincang-bincang bersama narasumber Bapak Widodo Muktiyo (Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo RI), Ibu Euis Saedah (Sekretaris Jenderal Dekranas), Ibu Triana Rudiantara (Ketua Bidang Humas, Promosi, dan Publikasi KriyaNusa), dan Ibu Septriana Tangkary (Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman Kemkominfo RI). 




Turut hadir juga Kak Yosi Project Pop yang akan sharing tentang kecintaannya pada produk Indonesia.

Bincang-bincang hari itu adalah tentang kemajuan yang dialami pelaku UKM di Indonesia. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, UKM di daerah-daerah dari seluruh Indonesia siap untuk mengambil peran melalui dunia digital, ikut serta meramaikan e-Commerce dengan produk yang berkualitas.

Ibu Septriana Tangkary bahkan memamerkan outfit yang dipakainya hari itu. Tas yang dibuat oleh korban bencana Tsunami Banten, dan juga baju yang dibuat dari kain perca yang cantik. Melihat penampilannya yang keren, rasanya ikut bangga.


Dengan  makin mudahnya masyarakat Indonesia mengakses internet, maka semakin terbuka lebar jalan bagi para pelaku UKM untuk mengenalkan produknya secara luas. 

Wah, seneng banget ya.. berarti sekarang akan lebih mudah bagi kita, untuk mendapatkan berbagai kerajinan Indonesia. Nggak perlu datang langsung ke tempatnya.



PAMERAN KERAJINAN KRIYA NUSA 2019



Kita patut bersyukur karena keragaman budaya yang ada, membuat kerajinan yang dibuat setiap daerah  jadi memiliki  ciri khas masing-masing. Mulai dari motif tenun, songket, bahkan batik pun muncul dengan keragamannya masing-masing. Jenis produknya pun berkembang pesat. Mulai dari souvenir, aksesories dan pelengkap penampilan seperti topi, ikat pinggang, syal, tas dan juga sepatu.

Pengen tau nggak, gimana beragamnya produk kerajinan Indonesia?

Buat teman-teman yang ingin mengenal lebih jauh betapa cantiknya produk kerajinan Indonesia, ada pameran yang sayang banget kalau dilewatkan. Mulai tanggal 11 sampai 15 September 2019, akan ada Pameran Kerajinan Kriya Nusa 2019 yang diselenggarakan oleh DEKRANAS yang akan menampilkan berbagai macam kerajinan dari berbagai daerah di Balai Kartini, Jl. Gatot Soebroto kav. 37, Jakarta Selatan 12950.

Mengambil tema "Peningkatan Daya Saing Produk Kerajinan Melalui Pengembangan Kreativitas dan Kewirausahaan" Dekranas mengukuhkan bahwa produk kerajinan Indonesia memiliki kualitas yang patut dibanggakan dan dapat diterima di mata dunia. 

Peserta pamerannya sendiri melibatkan 246 stand yang terdiri dari :

  • KEMENTERIAN dan BUMN yang akan menampilkan 37 stand
  • DEKRANASDA menampilkan 170 stand yang terdiri dari 34 propinsi
  • INDIVIDU 25 stand
  • MITRA 8 stand
  • ASOSIASI 6 stand   

Produk yang dipamerkan terdiri dari berbagai kategori. Yaitu :

  • Tekstil
  • Keramik
  • Serat Alam
  • Batu-batuan
  • Logam
  • Kayu
  • Bahan Baku Alam
  • Bahan Baku Alam Olahan
  • Lukisan

Banyak banget ya, kategori produknya..
Coba lihat foto-foto di bawah ini. Semua bikin lapar mata ^^

(Foto Dok : Daffana)

(Foto Dok : Daffana)


(Foto Dok : Daffana)

Dengan kerajinan yang berkualitas dan beragam seperti ini, bisa banget jadi modal Indonesia untuk sukses di pasar internasional. Tahun lalu aja, ekspor produk kerajinan nasional menghasilkan 1,2 juta dolar AS bagi devisa Indonesia. Semoga di tahun ini dan yang akan datang, semakin meningkat, ya.

Yuk, sama-sama kita dukung supaya produk Indonesia semakin disukai masyarakat dunia.Tanamkan kecintaan untuk 100% mencintai produk-produk Indonesia dan bangga menggunakannya. Kalau bukan kita, siapa lagi, kan?




Jadi, gimana, sudah siap berkunjung ke pamerannya?