Pages

21 March 2018

TEMUKAN VALUE YOUR LIFE BERSAMA ONGGY HIANATA


( image : Pixabay.com )


Value Your Life. Kata orang, bahagia adalah pilihan. Kita sendiri lah yang membuat kehidupan kita berharga. Yang memutuskan apakah akan menjalani hidup dengan bahagia atau menjadi murung selamanya, ketika menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan.

Sekilas, secara teori memang mudah. Apa susahnya sih, untuk tetap berpikir positif. Apa susahnya sih, untuk berpikir jernih dan membuang rasa kalut jauh-jauh. Ngomong sih memang mudah, yes. Tapi, pernah nggak, membayangkan sejenak berada di posisi orang yang sedang menghadapi masalah? Nggak semudah itu juga menerapkan seperti apa yang orang-orang sarankan. Nggak semudah  yang mereka bilang "value your life" bila pada kenyataannya kita merasa seluruh harapan nyaris musnah.

Setiap orang memang diciptakan dengan ketahanan yang berbeda-beda. Saya sendiri pun, selalu butuh teman curhat yang bisa memberi saya saran menurut sudut pandangnya. Saya cukup beruntung, pada saat saya butuh kata-kata menyejukkan, selalu ada yang memberikan saya kekuatan. Tapi, tentu tidak dengan yang lain. Rasanya, sudah banyak berseliweran berita tentang kasus-kasus bunuh diri. Tua, muda, mereka tidak bisa menemukan jalan keluar dari persoalan dan  nekat mengakhiri hidup. Tentang "value your life" semua hanya tinggal kenangan.

Tapi, banyak orang juga yang ketika memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Malah mendapatkan secercah harapan. Bangkit dari keterpurukan dan membangun kembali hidupnya. Menjadi lebih baik, menghargai hidup, menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya.

Hal inilah yang saya dengarkan langsung dari kisah hidup seorang pria berusia 30 tahun bernama Yulianto, SE. Alumni A-Life Changing Bootcamp , di Ev Hive Cafe, Jakarta Pusat pada tanggal 14 Maret lalu. Mendengarkan kisahnya membuat saya merasa ngeri. Terlilit utang sebanyak 200 juta, membuatnya kalut. Nekat dan berniat menjatuhkan diri dalam perjalanan kereta jurusan jakarta - Bogor. Beruntung sebelum hal itu dilakukan, wajah sang Ibu melintas di benaknya. Membayangkan ibunya menghadapi tuntutan utang sebanyak itu, rasanya nggak tega. Seketika dirinya sadar dan berusaha bangkit sekuat tenaga.

Lain lagi dengan kisah keluarga Dr. Erry Gautama dan Dr. dr. Anggraini Dwi S, Sp. Rad (K), sebagai pasangan suami istri berprofesi dokter, mereka adalah sosok yang berhasil dalam karirnya. Namun, dalam rumah tangga, perjalanannya nggak semulus yang orang kira. Bahkan dalam menjalin hubungan dengan anak-anak pun, dijalani dengan penuh kesulitan.

Begitu juga dengan keluarga Ir. Sudarmono Djoko Nugroho dan Dra. Ary Hellya Kurniati Apt, sebagaimana layaknya kehidupan berumahtangga, kadang ada beberapa hal yang sulit diterima oleh pasangan. Nah, dalam hal ini, masalah kesenjangan dalam pendapatan seringkali menimbulkan konflik yang berujung pada pertengkaran. Pokoknya suasana jadi nggak nyaman. Rumah tangga mereka bahkan sempat berada di ambang perceraian. Sampai kemudian sesuatu mengubah kehidupan mereka. Saran dari teman-teman untuk mengikuti  Value Your Life - A Life Changing Bootcamp yang didirikan Bapak Onggy Hianata Chunnardy, menjadi titik balik bagi kehidupan mereka. Kini mereka lebih bahagia.





VALUE YOUR LIFE - A LIVE CHANGING BOOTCAMP WITH ONGGY HIANATA





Jujur, nama Bapak Onggy Hianata masih terdengar asing di telinga saya. Namun, begitu melihat kiprahnya, seketika saya langsung merasa kurang update. Masa sih, saya bisa terlambat tahu, ada sosoknya yang begitu inspiratif.  

Onggy Hianata Chunnardy adalah pria kelahiran Tarakan, Kalimantan Timur, 6 Maret 1962. Masa kecil dilaluinya dengan hidup sangat sederhana. Sang Ayah, Ong Tjoi Moi adalah seorang pegawai di sebuah toko kelontong. Pendapatannya yang tidak seberapa membuat kehidupan keluarga dengan sembilan anak, mengalami kesulitan keuangan. Karena pendapatan yang sedikit, Onggy kecil, terpaksa masuk sekolah pada saat teman-temannya sudah duduk di kelas 3 SD.

Sebagai seorang ayah, Ong Tjoi Moi banyak memberikan petuah kepada Onggy. Pecutan semangat, pantang menyerah dan setia pada integritas adalah warisan yang diberikannya pada Onggy. Hingga akhir hayat ayahnya, Onggy tetap memegang teguh pesan dari orang yang sangat dicintainya.

Perjalanan hidup yang keras, keterbatasan ekonomi, membuat Onggy ingin mengubah hidup. Saat usianya remaja. dirinya sudah berpikir untuk pindah ke Surabaya. Meski sulit untuk meyakinkan keluarga, pada akhirnya, dengan uang tabungan dan sumbangan dari Kakak-kakaknya, Onggy mendapat ijin untuk melanjutkan sekolah. Dengan catatan, biaya hidup harus ditanggung sendiri.

Hidup di Surabaya membuatnya harus berjuang. Sambil kuliah, Onggy berjualan jagung bakar, menjadi pemasok buah, membuat kerupuk dan malangnya, semua usaha yang dijalaninya tidak berjalan lama. Onggy berulangkali gagal. Beberapa kali ditipu pembeli. membuat semua tabungannya habis tak bersisa. Onggy sampai pada titik marah pada keadaan. Namun akhirnya dia sadar, apapun keadaannya, dia harus tetap bangkit. Onggy harus berpikir menembus batas. Kehidupannya harus terus berlanjut.

Singkat cerita, Onggy menikah dan menjadi karyawan di sebuah pabrik benang. Tapi, karena darah bisnisnya begitu kuat mengalir, Onggy berpikir untuk resign dan membangun usahanya sendiri. Menikmati kehidupan bersama keluarga. Tapi, nggak semudah apa yang dibayangkan. Kehidupannya justru makin sulit. Menjadi pengangguran dan sempat diusir karena nggak bisa bayar uang kontrakan. Kemudian hidup menumpang di rumah saudara perempuannya.

Pada satu titik, Onggy bertekad untuk bangkit dan berjuang sekuat tenaga untuk mengubah keadaan. Anaknya nggak boleh hidup miskin seperti apa yang pernah dilaluinya. Lewat usaha yang nggak kenal menyerah, akhirnya Onggy bisa bernapas lega. Usaha penjualan koin emas dan kesempatan untuk membuka usaha di bidang pendidikan yaitu Edunet International. mengubah hidupnya. Dengan niat untuk membantu banyak orang keluar dari kesulitan, Onggy mendirikan training bootcamp Value Your Life.


MENDIRIKAN BOOTCAMP A LIFE CHANGING


Value Your Life - A life Changing Bootcamp didirikan pada tanggal 14 Februari 2003. Kegiatan yang diikuti oleh peserta dari 75 negara ini, dilaksanakan di Puncak selama 3 hari. Dalam waktu 3 hari inilah, peserta digembleng untuk menemukan nilai-nilai hidupnya.  Mencintai dan menghargai kehidupan yang dimiliki. Dan bangkit dari segala kekecewaan. Banyak peserta yang mengalami perubahan dalam hidupnya. Menyadari potensi yang selama ini dimiliki. Kehidupannya menjadi lebih baik dan siap untuk meraih kesuksesan.

Bootcamp yang diadakan setiap tahun sekali ini, selalu laris diikuti peserta dari berbagai negara, padahal jarang banget ya, kita lihat iklannya. Ternyata, testimoni peserta lah yang menjadi berita dari mulut ke mulut. Banyak orang merasa terbantu dan mengalami perubahan dalam hidupnya. Mental mereka menjadi lebih tahan banting dan selalu berpikir positif. Edunet International memberi jalan kepada orang banyak, untuk lebih menghargai hidup yang dimiliki.


Duh, saya dan teman-teman mendadak pengen ikutan bootcamp juga. Rasanya, pengen banget menjadi orang yang selalu positif dan siap untuk meraih sukses. Seperti gayung bersambut, Pak Onggy memberi kabar yang sama sekali tidak kami duga. Kami yang hadir pada saat itu akan diundang secara khusus untuk mengikuti bootcamp selanjutnya secara gratis. GRATIS! 

Whuaaaaaa..., seketika suasana mendadak riuh. Sama sekali nggak nyangka, kalau kami bisa mengikuti bootcamp. Speechless!


FILM TERBANG MENEMBUS LANGIT




Kisah hidup Pak Onggy Hianata, ternyata memberi inspirasi seorang Fajar Nugros dan Demi istri Production, untuk dituangkan dalam film Terbang Menembus Langit.

Diperankan oleh Dion Wiyoko sebagai Onggy dan Laura Basuki sebagai istri yang selalu mendukung apapun keadaannya. Didukung oleh Baim Wong, Delon Thamrin dan beberapa artis terkenal lainnya. 

Saya dan teman-teman mendapat kesempatan untuk menonton screening film ini di XXI Plaza Indonesia. Filmnya baguuus.. Kisah hidup yang pahit berhasil digambarkan dengan manis. Beberapa kali saya mengusap air mata. Kadang menangis, kadang ketawa. Sama lah seperti hidup kita.. Eeaa..

Film ini akan diputar serentak pada tanggal 19 April nanti. Jaga tanggalnya ya.. 
Kisah inspiratif ini akan membuka mata dan menyadarkan kita bahwa Value Your Life itu, benar-benar ada di tangan kita.














No comments:

Post a Comment

Hai komentar kadang-kadang di moderasi untuk menghindari komentar spam ^^
Terima kasih sudah berkunjung ya.. :)