Pages

08 October 2016

BELAJAR LETTERING DAN DOODLE




Saya suka sekali dengan dunia hand lettering dan doodle. Seperti yang ditekuni oleh dua teman blogger, Emak Gaoel Winda Krisnadefa dan Mbak Tanti Amelia. Dari hari ke hari, mereka selalu saja membuat saya terkagum-kagum. Mata jadi segar kalau hasil karya mereka lewat di timeline facebook saya. Pokoknya saya jadi fans berat mereka.

Itulah sebabnya, ketika mereka mengisi acara di Smesco beberapa waktu lalu, saya ngebet banget pengen ikutan. Pengen tau, ilmu apa sih yang bikin tulisan mak Gaoel itu kece banget. Kayaknya apa yang doi bikin tuh, selalu perfect. Begitu juga dengan doodlenya mbak Tanti Amelia, ya semua pada tau lah ya.. tjakeep! Makanya saya pengen banget bisa gambar seperti dia.

BELAJAR HAND LETTERING DENGAN WINDA KRISNADEFA





Menulis lettering seperti yang dibuat oleh Emak Gaoel, sekilas memang terlihat mudah. Tapi, coba deh. Ketika tangan mulai pegang kuas dan mulai menulis di atas kertas, baru terasa banget susahnya. Mungkin karena biasa pegang ulekan ya.. ;D

Tulisan kok jadi terlihat kaku dan nggak ada seninya sama sekali. Datar nggak ada 'rasa'. Padahal kalau saya lihat ya, tulisan-tulisan hasil karya emak gaoel, selalu memunculkan rasa. Hm, mungkin karena si emak, menulis dengan cinta. Sedang saya, menulis dengan galau..hahaha. *apalaah^^

Tapi beneran lho.. saya nggak bohong. Menulis huruf sesuai dengan instruksi gerak yang diajarkan itu nggak mudah. Perlu latihan dan latihan. Setidaknya sampai jari-jemari lemas. Saya sendiri masih kesulitan menulis huruf b, g, j, p, q, w dan z. Sedangkan huruf-huruf favorit saya adalah r dan i. Enak banget nulisnya.

Tantangan menulis dengan kuas atau brush itu adalah saat kita memainkan ujung kuas untuk membentuk garis sambungan. Soalnya goresannya harus tipis. Sesuai prinsip lettering, saat kuas turun, tulisan tebal, saat kuas naik, tulisan harus tipis, 

Ya, belajar kayak gini memang nggak bisa buru-buru. Apalagi kalau pengennya langsung cepet bisa. Nggak bakalan deh. Soalnya dalam masa latihan yang terus menerus itulah nanti, kita akan menemukan sendiri gaya tulisan yang memang kita banget.

Saya sudah menghabiskan dua buku kotak untuk belajar nulis huruf dan berlembar-lembar kertas. Hasilnya? tetap aja belum bisa dibilang bagus. Sambungan hurufnya masih kaku dan ragu-ragu.

Tapi saya nggak  berhenti begitu aja Setelah belajar dengan susah payah dan hasilnya mengecewakan, akhirnya saya bisa juga menghasilkan karya yang bisa saya sebut lumayan meski tulisannya masih..uhuk-uhuk. Dan di balik karya yang tersimpan di frame ini, ada kisah di mana saya panik, ketika kuas dengan tinta hitam nggak sengaja kegores. Hadeeh, gara-gara tinta setitik rusak deh semuanya. 



Jadi, cerita sebenarnya begini. Tadinya tulisan itu dibuat di kertas berbeda. Seperti yang saya ceritakan di atas tadi, nggak sengaja kuasnya menggores. Perasaan saya coretannya itu ganggu banget. Mestinya coretan nggak sengaja itu bisa saya jadikan gambar atau tulisan juga, tapi saya males. Nggak pengen nambah apa-apa lagi. Akhirnya kertasnya saya gunting. Kalau ngulang lagi sayang kertasnya. Harganya belinya lumayan. Itu aja boleh minta sama mak Winda.. huahaha. *nggak modal ;D

Setelah kertasnya digunting, saya tempelin di kertas yang tinggal satu-satunya. Nah, kemudian tinggal cari cara biar tempelannya gak keliatan. Ambil kuas dan mulai gambar daun-daun dan bunga. Kemudian jadi deh.. Pas dipasang di frame ternyata menurut saya kece juga. Nggak sia-sia saya berguru :)

Nah, kalau tentang doodle, nggak sesusah belajar lettering. Tinggal gimana hebatnya imajinasi kita aja sih.

BIKIN DOODLE BERSAMA TANTI AMELIA


Kalau ngeliat mbak Tanti Amelia ngedoodle itu seru banget. Di mana aja, kapan aja, kertas dan spidol selalu ada. Lagi di acara gathering pun, kadang narasumber lagi ngomong, digambarin ama dia. Kita yang ada di sebelahnya jadi sibuk melirik-lirik gambarnya yang kece.
Selain ngedoodle, kadang nyempetin foto juga sih. kayak gini .. ;D


Mbak Tanti tuh ya, jangankan gambar, materi yang lagi dijabarkan pun, bisa ditulisnya jadi sesuatu yang menarik. Beda banget sama saya yang tulisannya cuma bisa dimengerti oleh saya. *pahamkan maksudnya? :D

Nah, jadi waktu di Smesco itu, mbak Tanti ngajarin Kawaii Doodle. Cara bikinnya gampang dan gambarnya bisa kita bikin sesuai dengan tema yang kita inginkan. Misalkan pengen tema Kue. Bikin aja sekelompok bahan-bahan pembuat kue kayak gula, tepung, telur, butter, susu, trus dikasih mata dan mulut yang bikin gambar-gambar tersebut ada karakternya. Bisa lucu, bisa mewek. Ya, terserah aja sih.

Kelompokkan gambar-gambar tersebut jadi satu. Boleh tumpuk, boleh ke kiri atau ke kanan. Terserah aja. Nggak ada aturan dalam menggambar. Nggak ada benar atau salah. Semua bebas berimajinasi. Warna pun boleh sesukanya kita. Bebas sebebas-bebasnya.

Hasil ngedoodle saya waktu itu bisa dilihat dari foto yang di atas itu ya.. Lumayanlah sebagai pemula.. :)

Konon katanya, menggambar atau mewarnai itu bisa bikin kita lebih rileks lho. Sekaligus meredakan stress juga. Cocoklah buat kita-kita yang pengen me time dengan cara yang berbeda. Lumayan kan bisa menghasilkan sesuatu. Syukur-syukur suatu hari nanti, kesenangan ini bisa jadi sumber pemasukan.. *Aamiin YRA



Dan, inilah para peserta belajar bareng hari itu. Seru karena banyakan ketawanya dan bikin pengen ikutan lagi.

Buat dua Bu guru kece, makasih banget ya.. udah mau berbagi ilmu dengan kita-kita.. Sukses selalu untuk kalian berdua.. #kisskiss














1 comment:

  1. Dua seniiman kita (mak Winda + mak Tanti) ini memang menginspirasi bangeet. Aku masih males nih latihannya, padahal enjoy banget lettering n doodling.

    ReplyDelete

Hai komentar kadang-kadang di moderasi untuk menghindari komentar spam ^^
Terima kasih sudah berkunjung ya.. :)