Pages

25 April 2011

Amarah Dhea

Dhea merapatkan jaketnya.Dingin mulai menyapa,akhir-akhir ini cuaca memang tak menentu,sebentar,hujan ,sebentar panas. Kadang juga tak terasa hembusan angin sedikitpun,gerah.
Digenggaman tangannya,terselip selembar kertas berisi tulisan tangan yang membuat hatinya sakit.Laki-laki itu mengiriminya selembar surat,bahwa ia tak membutuhkannya lagi,bahwa kini ia pergi bersama seseorang yang lebih sempurna darinya. Haaaah...,suaranya terasa tercekat ditenggorokan,ingin teriak,tapi separuh hatinya bilang jangan. Buang-buang energi.Akhirnya Dhea tersenyum.Ia melangkah pelan,sesekali angan-angan nakal menganggu.Dhea lagi-lagi hanya tersenyum,tak sabar ,ingin segera pulang.
Tak begitu lama, ia sampai didepan pintu kamar. Pelan ia menuju lemari ,membuka sebuah laci.Entah apa yang ada dipikirannya,pandangannya terhenti pada sebuah benda yang selalu bersamanya saat ia berpetualang bersama teman-teman ,menembus hutan.Pisau lipat itu,menggodanya,kemarahan dihatinya membuat ia tak lagi berpikir panjang.Cinta telah membutakan mata hatinya,ia hanya ingin membuat luka itu lebih dalam,lebih sakit dan lebih sempurna,bahkan dengan lebih banyak darah. Dhea bergegas keluar.Setengah berlari ia  menuju satu tempat dimana ia sangat yakin bisa menumpahkan segala amarahnya,meluapkan segala sesalnya,tapi...
belum lagi jauh kakinya melangkah,tiba-tiba hati kecilnya berbisik.Jangan Dhea! hidupmu masih panjang,jangan biarkan benda itu merusak hidupmu,darah itu takkan pernah cukup untuk memuaskan hatimu. jangan biarkan dirimu melakukan sesuatu yang membuat Tuhan benci padamu,jangan Dhe...,suara itu terus memenuhi telinganya,sampai dia tak lagi bisa mendengar apapun selain suara itu,jangan...jangan...jangan
Dhea tersentak.Astaghfirullah,Tuhan, ampunkan aku.ampunkan kebodohanku,ampunkan aku Tuhan,lama Dhea menangisi kebodohannya,kekhilafan yang hampir membuatnya terjun kejurang yang paling menakutkan,berkumpul bersama orang-orang yang paling dibenci Tuhan.Setelah puas menangis,ia melangkah pulang,yakin bahwa ia takkan melakukan kebodohan lagi,tak akan, Hujan  mulai turun satu-satu,Dhea membuang pisau lipat itu sejauh ia bisa melemparkannya,setengah berbisik ia berucap "PERSETAN DENGAN CINTA,Dhea bergegas melangkah,kini dengan langkah kaki yang lebih pasti.(meski amarah itu sesekali masih menari-nari.)

07 April 2011

Semua punya shampo..

Ada cerita lucu,ketika adek,mendekat dan  mencium rambutku,yang kebetulan memang habis creambath,jadi aromanya yg menyegarkan membuat ia tergoda menciumnya.Katanya..: "ma...,rambut mama,wangi bangeet. pasti mama pake sampo baru ya? ,sambil nonton,aku menjawab ,"enggak dek,mama td pake krim strawberry . Emang wangi banget ya dek?"tanyaku.
"Oh..,fal pikir,.tadi mama pake sampo kiwi yang baru itu, yg dikamar mandi
"sampo Kiwi?" tanyaku, "iya ma,samponya aneh. fal gak jadi pake,tutupnya ada spons gitu.Baunya juga aneh. Wajahnya serius. Lho..maksudnya? olala....aku paham sekarang,pasti yang dimaksudnya sampo kiwi,adalah semir sepatu cair ukuran besar,yg td pagi kukeluarkan dari kantong belanjaan kemarin,pasti ada kesalahan. Segera aku kekamar mandi.Dan, hahaha....,ternyata aku yg salah meletakkan semir sepatu itu berjejeran dgn sampo yg baru dibeli kemarin. Iseng aku bertanya "apa fal gak liat ada gambar sepatunya?"aku tak dapat menahan senyum,emang gak pernah liat dikeranjang sebelah rak sepatu?"
"nggak perhatiin ma"jawabnya sambil membalas senyumku."waktu mandi juga gak sempat liat ma,kan udah seru cibang-cibung airnya,untung aja gak jadi pake.katanya dgn muka lucu.hehee..,
"..ya..,mama yang salah meletakkannya",jawabku, sambil berjalan menghampiri rak sepatu. Katanya lagi.,"oh..jadi kiwi itu samponya sepatu ya ma?dan aku hanya menjawabnya dengan tawa,sambil membayangkan apa yg dipikirkannya. Ternyata dia masih menyambung lagi,"manusia punya sampo,kucing punya sampo,mobil punya sampo,motor punya sampo,eh sepatu ternyata juga punya sampo,heheee...,semua punya sampoya ma?" hm.. dia membuat aku terus tersenyum.  :)

Ketika cinta terbalut dusta..

Aku pernah didusta cinta
Ketika aku masih belia, seseorang mengucapkan cinta
Padahal dia juga masih sangat muda
Jadi...kurasa itu hanya dorongan emosi semata

Ketika aku remaja
Akupun pernah didusta cinta
Hari-hari rasanya merana
Karena kekasihku mendua

Beranjak dewasa
Aku masih saja dihantui dusta
Patah hatiku jadinya

Sekarang
Dusta itupun masih meraja
Hanya sedikit berbeda
Meski CINTA selalu ada
Tetap saja dia tak terlihat nyata

Meskipun aku bergaya sekuat tenaga...
Tetap saja tak ada kata-kata
Meskipun aku jungkir balik dihadapannya
Tetap saja dia gengsi, untuk bilang : CINTA ..
Padahal matanya menyimpan banyak RASA.


(untuk sahabatku yang kini sedang mencari cinta dijiwa pasangan hidupnya...Semoga CINTA itu masih ada..)





04 April 2011

Cinta tanpa pandangan mata..

Siang ini,aku dibuat terkesima dengan kejadian dihalaman rumahku.Seorang ibu,dengan 3 anak-anak yg masih balita..,masuk kehalaman,aku sudah tau kondisinya,memang sedikit kurang beruntung ,badannya sedikit bungkuk,jalan tertatih2...,pandangan mata tak pernah fokus....,bicaranya tak jelas,hanya beberapa patah kata saja,itupun selalu berteriak2..,bila "gangguan itu datang,teriakannya terdengar seperti orang kesurupan...,,kadang anak2 sekitar,termasuk anak-anakku sampai ketakutan.
Tapi aku tak pernah melihat langsung caranya mengasuh anak2,karena selama ini ,memang baru sekali ini dia masuk kepekarangan rumah.Aku duduk menatapnya dari balik jendela...,ingin tau,bagaimana cara dia berkomunikasi dgn anak-anak itu..,wajah mereka terlihat senang...,gembira berlari-larian.. ,kemudian berhenti mengamati dan mengumpulkan buah2 mengkudu  yg berjatuhan,salah satu anak mencium buah itu....,mukanya berubah...,diikuti dgn suara teriakan mereka berempat....,satu persatu bergantian mencium buah yg bau itu.....,hehe...aku tak dapat menahan tawaku,melihat tingkah mereka...,tapi terlintas juga rasa sedih,karena pandangannya yg tak fokus....,membuat ia selalu berpaling kiri dan kanan...,sibuk,mencari suara -suara yang sedang tertawa....,tawa anak-anaknya..
Tak puas dengan kejadian itu,si ibu mencari  sesuatu yg lain lagi...,anak2 setia mengikuti,mereka berjalan kearah kolam ikan,terbungkuk2 ia mengumpulkan kerikil2 kecil yg ditaruh dibajunya....,anak2nya senang,baju siibu berubah menjadi kantung...yg bisa dipakai utk menaruh batu....,satu persatu tangan kecil itu melempar kerikil itu ke arah kolam..,mereka tertawa ,kurasa mereka tertarik dgn suara cemplungan kerikil itu....,lalu setelah kerikil habis,siibu malah punya ide lebih gila lagi...,dia mengangkat batu yang lebih besar...,lalu melemparnya kekolam.....dan....hahahaahaa....,mereka teriak-teriak kegirangan,senang melihat air menyiprat muka mereka..,aku berharap kejadian itu tak berlanjut,khawatir,ikan2 disitu mati....,dan alhamdulillah...,seolah sepakat dgn jalan pikiranku,,dia berhenti...,mereka lanjut menjelajah...,anak2 mengikuti.. dari belakang..,bergandengan.
Tiba-tiba dia berhenti dan duduk mengamati  beberapa burung gereja yg sedang bermandi pasir...,Nah..lho..,aku sedikit khawatir.burung2 itu asyik bermain ,dan seperti dugaanku...siibu duduk..,setengah berguling...,lalu memainkan kedua kakinya diatas pasir.....,anak2nya tertawa....dia melanjutkan aksinya..,membuat berbagai mimik muka yang lucu...,anak2 masih terus tertawa.....,tapi aku tak melihatnya sebagai sesuatu yg lucu.....,aku melihat kasihnya disitu....,dia menunjukkan rasa sayangnya dengan segala keterbatasannya....,diantara kedua pandangan matanya yang tak pernah fokus....,diantara ketidakmampuannya untuk bicara normal...,kelakuannya bahkan lebih anak2 daripada anaknya sendiri.....,ia....,membuat dirinya menjadi burung...,hanya demi usaha menyenangkan hati anak-anaknya..,memberikan kegembiraan pada buah hatinya....dan anak2 itupun sangat mencintainya...aku melihat cinta yang melimpah,diantara kosa kata yang tak banyak..hanya haaa...aaaa....maaa..,juga cinta yg sempurna meskipun ia tak pernah bisa menatap wajah anaknya...,ia benar-benar telah membuat anak-anak itu bahagia..,tiba-tiba sebuah pertanyaan menggangguku, bagaimana  nanti ia melewati hari2 selanjutnya saat anak2 itu sudah beranjak besar...,apakah cinta mereka masih tetap sama? apakah saat itu cinta tak bersyarat masih ada dihati mereka...?aku tak berani berpikir..terlalu jauh...,tapi kurasa...,semakin lama ia pasti akan semakin berhasil membuat cinta anak2 itu lebih besar pada dirinya..,bahasa cintanya lebih hebat dari apapun...,aku yakin ia akan semakin banyak menggoreskan kenangan dihati mereka... .....,diam-diam aku menaruh kagum padanya....,aku tak mau melepaskan pandangan,tak mau kehilangan sedikitpun  kehangatan kasih mereka....,sampai akhirnya mereka pulang..,meninggalkan halaman..,.bergandengan,.tangan ..,kali ini ia tak didepan...,ia beriringan menggandeng anak terkecil...dengan senyum diwajahnya...,tapi ..,pandangannya tetap saja entah kemana.......

03 April 2011

aku si Monster Mama...

anak-anak terus saja bertengkar.......,beginilah kalau sedang liburan....,seolah2 mereka melepas kerinduan,setelah hampir 6 harian terus berkegiatan...,,teriak sana-teriak sini...,kejar-kejaran...saling mengejek....haaaaaaaah.......,mama pusiiiiiing...sayang..
Oh...,anak-anakku....,bisakah kalian diam sebentar saja?mama sedang ingin menulis sesuatu sayang......
Dan...mereka terus saja...,berlari-larian ,lompat-lompatan diatas tempat tidur....,uyjhyghfhnvtfkfuifvyfcbvgbhhf.gnh...Stop! coba lah lihat...,hasil tangan jahil mereka ketika menyentuh keyboardku.....,sepertinya aku tak bisa meneruskan ini....,mereka terus menggodaku...,semua ide dikepalaku..sekarang sudah hilang...,ahh...ya sudahlah....,sepertinya sekarang lebih baik,kalau aku yang mengejar2 mereka....berubah menjadi MONSTER MAMA.....hahahahaaaaa.....,haaaay...anak-anak....,lihatlah aku...,si Monster Mama....aku akan membuat kalian bahagia.....hahaha.......