Pages

17 March 2011

Tok mak,the soulmate of tok bah..

Tok mak.Begitulah kami selalu memanggilnya.
Mengenangnya juga sesuatu yg sangat istimewa bagiku,seperti juga tok bah (sang soulmate) ia juga
nenek yang sangat spesial.Hatinya baik dan sangat dermawan.
Murah hati,paling suka memberi,minimal sesisir pisang selalu ia hadiahkan untuk anak-anak yang bermain didepan rumah.
Senyumnya menawan,tutur katanya lembut dan santun,suka bersyair,pantun dan kadang menari dgn gemulai.
Ia selalu tekun belajar.bahkan sampai menua pun ia masih setia melancarkan bacaannya yang terbata-bata.
Katanya dulu,ia sangat ingin sekolah,ia satu-satunya  anak perempuan,abang-abangnya selalu didulukan untuk urusan sekolah,jadi tok mak harus memendam keinginannya utk menjadi perempuan yg pintar.
Tapi nyatanya untuk urusan lain ia memang pintar,menenun kain songket,merenda dan banyak lagi yg ia bisa.

Hobbynya membuat kue.Dulu setiap lebaran tiba,baru beberapa hari saja kue yang berkaleng-kaleng ukuran besar,habis tak bersisa.Ternyata ia rajin memberikan kue kering itu sabagai buah tangan tamu pulang,padahal penat membuatnya belum lagi hilang.Akhirnya hari berikutnya hidangan berganti dengan makanan berat, semacam lontong,nasi lengkap dengan rendang dan sebagainya.
Meskipun secara rutin dpt kiriman dari anak-anaknya,tapi ia bersikeras untuk bangun dipagi buta,sibuk membuat kue,memaksa untuk menitipkan kue bikinannya diwarung dekat sekolah.Gitu-gitu tok mak punya karyawan setia,dia memberi upah pada anak kecil kesayangannya,tentu saja bukan hanya upah,tapi juga kasih sayang dan sederet fasilitas lainnya.Dan bila ditanya mengapa ia harus susah-susah bikin kue,alasannya hanya supaya anak sekolah itu kenyang perutnya.(alasan yang hebat ya?)
Kue-kue itu memang sangat besar ukurannya tak sebanding dengan harganya.
Kalau sedang banyak persediaan selai,kadang ia suka mengoleskannya tebal-tebal dan aku,waktu itu dengan muka heran sibuk menanyakan..."Atok...,kenapa selainya dioles tebal-tebal?(soalnya aku juga mau hehe.).
katanya.." Eh...,tak apo cu...,biarlah kita kasi ke budak-budak tu(maksudnya anak-anak) kita dah biasa makan...budak-budak tu kan,jarang.(sekarang aku tau...ternyata yang ia kejar hanya  amal)

Tok mak orang yg selalu ingin belajar.Secara rutin ia memanggil guru ngaji mengajar dirumah.
Ia selalu ikut bersama cucu-cucunya,kurasa ia juga secara  sengaja menularkan semangat belajar pada cucu-cucunya..
Bahkan tukang kebun setianya (namanya tukijo) juga sering disuruh belajar.
Herannya ia tetap tak bisa menyebutkan Alhamdulillah selalu saja..Ngalhamdulillah....hahahaaa...

Tok Mak juga mewarisi darah bangsawan,semua sikapnya yg teratur
,sangat terlihat dari cara duduknya dan sikap lainnya(hanya kami para cucunya yang aneh.,banyak yg koboy,hahaaha)
Kulit bersih,tutur kata halus,senyumnya sangat menawan,selalu mengingatkan kami, bahwa rambut sesuatu yang harus dirawat,dikasih santan  atau minyak kelapa(hiiiii....aku tak suka..baunya..)
Kalau kami sedang lengah dijamin santan  itu akan meluncur dgn bebasnya diatas kepala.
Tapi memang terbukti,meskipun usianya tua tetap tak ada uban  dikepalanya. Sangat Manjur dan mujarab.

Tok Mak sangat suka lagu melayu.Kalau kita mau setel kaset,jangan harap bisa langsung mendengarkan.
Dia langsung menyodorkan kaset kesayangannya,"Cu....kaset atok duluan ya...2 kali putar jadilah....hahahaa..
maka mengalunlah lagu tanjung katung itu 2 kali putaran(skrg menurutku,tindakannya itu mungkin supaya kami tak menyanyikan lagu-lagu barat itu..,mgkn spy kami lebih cinta lagu daerah sendiri...hehe...kok baru nyadar ya?,sungguh terlalu)

Tok mak,juga sangat peduli dengan keadaan sekitar.Dulu kalau jalan didepan rumah mulai berlubang.
Dia mengumpulkan pemuda sekitar untuk gotong royong, dan sudah tentu segala makanan dan minuman bikinannya sendiri selalu hadir,begitu pekerjaan baru dimulai,saking seringnya ia memanggil pemuda-pemuda itu sampai kadang ada yg protes.Katanya...: "Hehe...mak cik...,kalau kita terus yang nutup lobang,nanti orang PU bakal gak ada kerjaan..,trus dengan santai tok mak ku menjawab..
."Eh...,biarlah...tak apa,kan nanti yang lewat anak-anak kecil sini juga,biar lancar dia naek sepeda...hehehe...
Tok mak selalu punya jawaban untuk setiap pertanyaan.

Dulu,ketika semua orang bisa bebas menentukan nomor rumah sendiri,nomor yang tersisa hanya tinggal nomor 13,tak ada yang mau angka itu(ingat Friday the 13 kali ya?)akhirnya tok mak yang bersedia katanya...angka 13 itu bagus,sesuai dengan jumlah gerakan yg ada didalam sholat.Tok mak emang paling bisa :)

Hal lain yang sangat membekas adalah sikap hidupnya yang selalu selaras dengan tok bah.
Siapapun tamu yang datang kerumah selalu harus diajak makan.Kalau ditolak ,mereka akan berkecil hati,merajuk,kata orang melayu.Mereka selalu sibuk,memuliakan tamu.
Tok mak juga sangat menghargai silaturahmi.  Ia bahkan rela berjalan kaki menempuh jarak yg jauh,hanya
untuk bertemu saudara-saudaranya.Jika ada saudara yang datang dari jauh ,ia selalu memberikan sehelai kain sebagai tanda mata.Tak peduli kain sarung yg dipakainya hanya itu-itu saja(ia tak suka menumpuk2 kain dilemari,tapi anehnya kain itu tetap saja seperti tak berkurang).
Ia juga selalu menyenangkan hati anak-anak yang masih kecil.aku ingat dia suka membungkus koin menjadi satu lalu digulung rapi.Senang sekali rasanya mendapat koin itu.
Bila saudara yang datang membawa anak kecil,ia selalu memberikan "ampaw"nya tak peduli sekaya apa orang yg datang.Katanya:Setiap anak itu kesenangannya sama,tak ada yg berbeda.

Mengenang Tok Mak dan Tok Bah memang tak ada habisnya,selalu manis utk dikenang.
bagiku mereka selalu seimbang,tetap Funky dan tetap pula terjaga akhlak dan pribadinya.
Banyak nilai2 keindahan,kerendahan hati,keluhuran budi pekerti,bahkan sikap  pantang menyerah untuk belajar.
juga semangat untuk selalu menyenangkan hati dan menyayangi  orang lain.
Tapi tetap bergembira dan bahagia dalam kehidupan pribadinya.

Meskipun mereka telah lama pergi , kenangan  tentang mereka takkan pernah hilang,keindahan pribadi mereka akan  selalu terbayang diingatan,mereka telah meninggalkan masa-masa indah itu dihati kami.
mengisi jiwa kami dengan budi pekerti.Yah,mereka memang teladan  bagi kami.
Mereka akan selalu menempati tempat yang istimewa dihati kami cucu-cucunya.
Tok Mak dan Tok Bah...begitulah kami memanggilnya....


No comments:

Post a Comment

Hai komentar kadang-kadang di moderasi untuk menghindari komentar spam ^^
Terima kasih sudah berkunjung ya.. :)