Pages

16 March 2011

Mama, jangan bikin mukena..

Mungkin judulnya agak aneh ya?Jangan takut,karena aku nggak bakalan nyuguhin cerita yang aneh,apalagi tentang mukena,penutup aurat kita(perempuan tentunya).

Dulu,ketika putri kecilku belum sebesar sekarang,aku membuatkannya sebuah mukena.
Wajahnya terlihat lucu dengan mukena baru,motif bunga-bunga berwarna biru.
Bangga sekali dia memakai mukena itu,hingga membuat ibu-ibu menyerbu kerumahku.

Waktu berlalu,aku  semakin larut dengan mukena-mukena itu.Mungkin karena sudah suka melihat hasilnya,aku jadi menikmati setiap proses pembuatannya,walaupun agak terganggu,karena aku tak punya pembantu.
Sabtu,minggu,selalu digunakan untuk hunting bahan baku.
Anak-anak selalu kutitipkan dirumah tanteku.
Saat pesanan melonjak,waktu terasa kian singkat,aku tak pernah masak,bahkan berbedak pun aku tak sempat.
hehehe....inilah hal yang membuat sesak.

Lalu,setelah itu,aku dilanda kejenuhan yg amat sangat.
Rasanya berat sekali memulai,padahal teman-temanku sudah tak sabar menunggu mukena yg akan kujual.
Sehari-hari aku bermain dengan anak2ku,menemani belajar,menulis cerita,ataupun menggambar.

Kini,mereka sudah agak besar.
Aku mulai merasa ada kerinduan untuk mulai membuat sesuatu.Aku ingin mulai lagi,bisik hati kecilku.
Saat anak2 duduk santai didekatku, perlahan kubisikkan :

"EH....,MAMA  MAU BIKIN MUKENA LAGI NIIH..
"TEMAN MAMA SUDAH BANYAK YANG PESAN..

dan sama sekali aku tak mengira apa jawaban mereka atas perkataanku...:

"HAAAAA....,KAKAK NGGAK MAU MAMA BIKIN MUKENA LAGIIIIII......
'KAKAK NGGAK MAU DITINGGAL BELANJA LAGIII........

dan siadekpun ikut menyela...

"TAU NIH...,SIMAMA...
"BIKIN TERUS....,BIKIN TERUS...
NANTI AKU NGGAK BISA PELUK-PELUK MAMA LAGII....
JAHIT TERUS,JAHIT TERUS....SAMPAI BANYAK-BANYAK...
mukanya cemberut ...merengut....

Aku bengong mendengar kata-kata mereka,walaupun dengan bahasa seadanya,tapi itulah isi hati mereka.
Lalu...pelan2 kujelaskan, aku ingin membuat mereka bangga bahwa mamanya bisa berkarya.
Ternyata tak butuh waktu lama meyakinkan mereka,tentu saja dengan janji akan memakai konsep baru yg lebih seru hingga mereka setuju.
Diakhir pembicaraan mereka berkata  :

"TAPI ..JANGAN LUPA YA MA,KITA HARUS TETAP BERCANDA-CANDA...

Kepeluk erat mereka sebagai  tanda aku akan setia pada kata-kata,dan ketika mereka terlena kugelitik pinggangnya,
"HAHAHAAA....HAHAAAAAHA...."mereka terus tertawa-tawa..dalam tawanya mereka berkata :

"SELAMAT BIKIN MUKENA YA ...MA...
aku tersenyum lega.

No comments:

Post a Comment

Hai komentar kadang-kadang di moderasi untuk menghindari komentar spam ^^
Terima kasih sudah berkunjung ya.. :)