Pages

15 March 2011

Minggat

Aku tercekat,saat kata-kata itu menyeruak 
"Apa sih masalahnya ?
aku tak dapat mencerna apa yg diucapkan Melani sahabatku,dihari sepagi itu.
"Aku harus minggat Vin. aku harus , Supaya aku tau kedalaman cinta suamiku.
Melani terus bicara meledak-ledak membuatku bingung.


Mell....,kamu sahabatku...mas Haryo juga sahabatku.
aku tau kedalaman cinta kalian itu sama..tak perlu diragukan.
Kalian sudah lama bersama, aku yakin ini cuma salah paham.


"VIN...aku sudah tak bisa lagi merasakan cintanya,
bahkan, bicarapun aku tak sempat,aku bahkan tak tau ,apa aku masih ada dihatinya.
lalu Melani menangis.Aku jatuh iba,kupeluk dia..
"Aku merindukan dia Vin...aku sangat rindu,.dia terlalu sibuk,dia bahkan sudah lupa memeluk aku.
Aku Lelah .


<Yap....kata2 itulah yg selalu kudengar saat seseorang tak sanggup lagi menahan beban perasaan sebuah kata2 sakti,perwakilan setiap jiwa yg resah.>


Mell...aku memahami perasaanmu,aku yakin ini hanya salah paham.
Sekarang kamu tenang dulu ,nanti aku akan bicara dengan mas Haryo,tentang semua yang kamu inginkan..
Melani hanya diam,.aku tau ia butuh teman.


Tak lama berselang aku sudah bicara dgn mas Haryo,aku bisa merasakan kecemasan dari suaranya yg bimbang.
.Katanya ia akan datang ,membawa sejuta cinta utk Melani..aku lega,semua pasti bisa diselesaikan.


Aku masih terus berdiri didepan jendela.
.menatap hujan yang makin deras,angin semakin kencang,petir menyambar.
aku cemas menanti kedatangan mas Haryo,takut kalau ia tak datang..
Tiba-tiba aku mendengar Melani berteriak-teriak histeris dengan handphone masih tergenggam
,Ia pingsan.
Aku tak tau apa yg harus kulakukan saat seseorang diujung sana berkata..
.Haryo tewas tertimpa pohon tumbang.
Tangisku pecah,disusul Melani yang terus saja pingsan.
Ia mengalami shock berat..hatinya tak kuat. Semua gelap,hanya hujan yg masih terus mendekap.


Kini...dua tahun peristiwa minggat itu lewat.
Aku harus merelakan perginya dua orang sahabat.
Haryo harus menghadap sang khalik.
Dan Melani...,huuuuuuhff...dadaku sesak.
Otaknya tak kuat,ia terus menyesali diri.Menyesal karena minggat saat ajal suaminya mendekat
,merubah hidupnya 180 derajat.,Ia terus didera rasa bersalah,hingga Tuhan mengambil semua ingatannya...
Melani berakhir dirumah sakit jiwa.


Kemarin aku menjenguk dia..,kulihat ia sedang berdansa,tapi tidak dengan siapa-siapa,senyumnya sangat bahagia...
Melani...Tak perlu berpikir tentang apa-apa,bahkan tentang minggatnya..
ia terus berdansa,tertawa,hanyut dalam angannya.


Hidup memang penuh rahasia..

No comments:

Post a Comment

Hai komentar kadang-kadang di moderasi untuk menghindari komentar spam ^^
Terima kasih sudah berkunjung ya.. :)