13 April 2018

Menjalin Kebersamaan Bersama Viva.co.id di Dunia Fantasi Ancol

anak-anak para blogger yang sekarang menjadi teman :)


"Yeaay, kita ke Dufan lagi.." antusias suara anak-anak langsung happy begitu saya kasih tau, bakalan main ke Dufan bersama teman blogger dan viva.co.id

Obrolan pun berganti topik seputar wahana-wahana yang ada di Dufan. Seperti flashback. anak-anak mengulas kembali kenangan saat terakhir kali ke Dufan, tahun 2015. Waktu itu masih banyak wahana yang belum sempat dicoba karena keterbatasan waktu. Nah, kesempatan kali ini sepertinya akan dimanfaatkan untuk balas dendam.. ;D

Pesona Dunia Fantasi memang seperti memiliki magnet tersendiri. Apalagi

12 April 2018

Terpikat Kerajinan Khas Nusantara di Telkom Craft Indonesia 2018



Memasuki kawasan Jakarta Convention Center yang menggelar acara Telkom Craft Indonesia 2018, sejak tanggal 23 hingga 25 Maret lalu, membuat saya sangat bersemangat. Bagaimana tidak, acara yang diadakan untuk kedua kalinya ini, melibatkan sekitar 400 UMKM yang telah melalui serangkaian proses untuk bisa ikut serta dalam pameran Telkom Craft kali ini. Jadi, walau cuaca panas menyengat, tak menyurutkan langkah untuk segera menuju pintu masuk. Rasanya tak sabar untuk menyaksikan secara langsung berbagai

08 April 2018

3 Langkah Jitu Mendapatkan Kulit Wajah yang Sempurna



Memiliki wajah yang cerah, bersinar dan bebas kilap tentunya menjadi impian setiap orang, khususnya perempuan. Sayangnya, tidak semua orang cukup beruntung bisa memiliki kulit wajah yang sempurna. Akan tetapi, Anda bisa melakukan yang terbaik untuk mendapatkan kulit wajah seperti yang Anda inginkan. Misalnya, rutin menggunakan produk perawatan yang sesuai dengan jenis kulit Anda. Bagi Anda yang memiliki jenis kulit normal, Anda bisa mencoba memakai cream dari Ponds White Beauty. 

Seri produk perawatan wajah dari Ponds yang ini didesain khusus untuk usia di bawah 30 tahun. Dengan formula

Tips Memulai Usaha Kue Nastar Agar Menghasilkan Banyak Keuntungan





Jika berbicara mengenai camilan istimewa, pasti tidak bisa jauh dari berbagai jenis kue kering, yang sekarang ini banyak dijual di pasaran. Contohnya saja kue nastar yang menjadi primadona di antara banyak kue kering lainnya. Apalagi menjelang hari raya lebaran.

Ternyata, banyaknya permintaan dari masyarakat membuat beberapa orang memanfaatkan dengan baik kesempatan tersebut, untuk memulai sebuah usaha. Bisnis makanan satu ini ternyata masih berpeluang besar untuk sukses di pasaran, apalagi untuk masyarakat Indonesia yang mayoritas mempunyai kebiasaan menyediakan cemilan dalam berbagai kegiatan santainya.

Di tengah banyaknya jenis kue-kue baru yang sekarang ini bermunculan, ternyata berbagai kue kering masih menjadi incaran banyak orang. Hal itulah yang membuat beberapa orang yakin memulai usaha bisnis kering walaupun sudah banyak masyarakat yang memproduksinya. Bagi yang berminat untuk memulai bisnis tersebut perlu adanya pengetahuan. Walaupun terkadang sepele tetapi di tengah banyaknya persaingan saat ini pasti membutuhkan strategi-strategi khusus.

29 March 2018

NYAMANNYA MEWARNAI DENGAN GOLDFABER DARI FABER CASTELL




Teman-teman suka mewarnai gambar? Kalo, iya.. berarti kita sama! Saya lebih suka mewarnai dari pada menggambar. Konon katanya, mewarnai bisa meredakan stress. Pikiran jadi rileks dan mengasah kreativitas dan meningkatkan konsentrasi.

Kegiatan mewarnai, juga bisa memperbaiki mood lho. Kalo mood lagi jelek ambil aja pensil warna, trus mulai deh padukan warna-warna pada gambarnya. Dengan sendirinya mood akan terbangun lebih baik. Tapi, jangan salah juga, mood seketika akan berubah kalau pensil warna yang kita gunakan mudah patah. Keras ketika diaplikasikan dan warna gak muncul. Duilaaah.. rasanya pengen gigit pensilnya! 

Tapi, untuk masalah pensil warna yang bikin mood jelek ini, saya udah nemuin solusinya. Hari Sabtu tanggal 24 Maret 2018 lalu, saya ikutan workshop bersama Faber Castell dan Kumpulan Emak2 Blogger. Bertempat di Plaza Senayan,  saya dan teman-teman blogger mencoba mewarnai dengan pensil warna Goldfaber dari Faber Castell.

Pertama melihat kemasannya

28 March 2018

PEDULI TUBERKULOSIS UNTUK MEWUJUDKAN INDONESIA SEHAT


Suatu siang, di acara Lokakarya Blogger di Kemenkes yang membahas tentang penyakit Tuberkulosis, tenggorokan saya mendadak tercekat. Mata berkaca-kaca dan perlahan-lahan sudut mata saya basah. Saya menyekanya diam-diam. Ada rasa yang tak kuasa saya tahan, ketika mendengar pengalaman seorang mantan penderita Tuberkulosis MDR.

Pak Edi namanya. Seorang lelaki berperawakan kurus tinggi, hadir di depan saya dan teman blogger untuk membagikan kisahnya ketika bergelut dengan Tuberkulosis MDR. Dua tahun pengobatan dilaluinya dengan susah payah.

Bukan rahasia lagi kalau hal terberat yang dialami oleh orang yang positif menderita Tuberkulosis adalah ketika harus berhadapan dengan lingkungan sekitar. Jangankan lingkungan, terkadang keluarga dekat pun terang-terangan ambil jarak. Inilah yang dialami Pak Edi. Seketika dirinya menjadi orang asing. Jangankan berinteraksi, peralatan makan dan minumnya pun diberi tanda agar tak bercampur dengan yang lain.

Sayangnya, di tengah-tengah pengobatan, ketika merasa dirinya sudah agak baikan, Pak Edi menghentikan pengobatan.  Padahal untuk pengobatan TBC, minum obat sama sekali tidak boleh terlewat. Fatal akibatnya karena pengobatan harus diulang. Hal ini membuat waktu berobat semakin panjang.

Selain waktu pengobatan menjadi makin panjang, penderita Tuberkulosis juga mengalami resisten obat. Artinya, TBC yang diderita sudah mengalami kebal obat. Ini yang paling susah. Harga obatnya pun lebih mahal. Untuk pengobatan Tuberkulosis MDR, selisihnya 200 kali harga obat TBC biasa.

Pak Edi sangat menyesal karena kelalaiannya membuat dirinya harus membayar dengan mahal. Bukan dalam bentuk uang, karena biaya pengobatan TBC gratis, alias ditanggung pemerintah. Tapi kelalaiannya membuat ia harus menjauh lebih lama dari keluarganya. Dan yang paling membuatnya terpukul, istri  yang selalu setia merawatnya tutup usia. Dengan suara terbata-bata Pak Edi menuturkan kesedihannya tentang kepergian istri tercinta.

Akhirnya, dengan segenap daya dan upaya, Pak Edi bisa melalui semua cobaan dan berhasil menyelesaikan pengobatannya dalam waktu dua tahun. Dirinya mengantongi sertifikat yang menyatakan dirinya sudah sembuh dan bebas dari TBC. Saat ini, Pak Edi dan beberapa teman mantan penderita TBC mengabdikan diri di rumah sakit untuk memberikan semangat kepada pasien TBC untuk menjalani pengobatan dengan intensif. Senang sekali mendengarnya. Selamat ya, Pak Edi.. 



UPAYA PENCEGAHAN TUBERKULOSIS 



Pak Edi adalah sebagian penderita TBC yang beruntung, masih diberi kesembuhan. Tapi, pada kenyataannya, masih banyak penderita TBC yang harus berakhir hidupnya karena kematian. Dalam kesempatan workshop yang menghadirkan Dr. Pandu Riono sebagai narasumber. Ada fakta yang membuat hati cukup miris. Indonesia termasuk negara dengan kasus TBC paling banyak.

Mengapa demikian? Ternyata, karena pada umumnya, penderita TBC terlambat ditangani. Belum ada kesadaran dari masyarakat untuk waspada pada penyakit TBC. Apalagi, daerah yang paling banyak terserang TBC adalah daerah dengan pemukiman yang padat. Contohnya di beberapa tempat di Jakarta. Kebiasaan merokok, kondisi tempat tinggal yang kurang layak, seperti minim cahaya matahari, ventilasi dan kebiasaan yang kurang menjaga kebersihan membuat kuman TBC dengan mudah menular.

Yang dikhawatirkan bila penderita TBC merasa lelah dan bosan dengan pengobatan. Misalnya untuk pengobatan TBC yang sensitif terhadap obat, pengobatan memakan waktu selama 6-8 bulan yang terbagi dalam dua tahap. Yaitu tahap awal setiap hari 2-3 bulan dan tahap lanjutan 3 kali seminggu selama 4-5 bulan. Jika dalam masa pengobatannya pasien TBC berhenti minum obat, muncul lagi masalah baru. Dampaknya akan menyebabkan pasien TBC mengalami resistan obat.

Pengobatan yang tidak tuntas menyebabkan resistan.
  • Penyakit tidak sembuh dan tetap menularkan kepada orang lain. 
  • Selain itu, penyakit akan bertambah parah dan bisa berakibat pada kematian.
  • Obat Anti TBC (OAT) biasa tidak dapat membunuh kuman, sehingga pasien tidak bisa disembuhkan
  • Pengobatan lebih lama. sekitar 2 tahun
  • Biaya pengobatan mencapai 200 kali lipat

Bayangkan, pengobatan TBC yang tidak tuntas bisa menyebabkan kematian. Udah gitu masih beresiko menular kepada orang lain..



ELIMINASI TUBERKULOSIS dengan TOSS, TEMUKAN TUBERKULOSIS, OBATI SAMPAI SEMBUH




Untuk mengatasi kasus TBC yang semakin meningkat, pemerintah mengambil langkah sigap dan melakukan berbagai upaya untuk mengeliminasi TBC selamanya. Di antaranya, melakukan upaya jemput bola atau ketok pintu. Dengan kata lain, penderita TBC harus ditemukan. Diajak untuk melakukan pemeriksaan dan menjalani pengobatan sampai tuntas. Istilahnya TOSS : Temukan Tuberkulosis, Obati Sampai Sembuh. Tapi, petugas kesehatan juga tidak bisa bekerja sendirian lho, mereka butuh informasi dari masyarakat. Masyarakat juga dituntut kesadarannya untuk memeriksakan diri apabila mengalami gejala-gejala batuk yang diiringi gejala lainnya.

Gejala-gejala yang harus diwaspadai dan adalah :
  • Gejala utama - Batuk lebih dari dua minggu (berdahak maupun tidak berdahak)
  • Demam meriang  dengan suhu yang tidak terlalu tinggi
  • Berkeringat tanpa sebab, terutama pada sore dan malam hari
  • Batuk berdahak dapat bercampur darah
  • Nyeri dada
  • Nafsu makan menurun
  • berat badan menurun


Apabila ada anggota keluarga atau bahkan tetangga yang mengalami gejala seperti di atas, segera lah memeriksakan diri. Soalnya, penyakit TBC cepat sekali menular. Kumannya bisa terbang bebas di udara melalui bersin, batuk, bahkan ketika beryanyi. 

Di bawah ini, adalah faktor resiko memudahkan penularan TBC :

  1. Pasien TBC paru dengan kuman positif pada dahaknya
  2. Jumlah percikan dahak dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut
  3. Kontak erat dengan pasien TBC
  4. Tinggal di daerah padat penduduk
  5. Orang yang bekerja dengan bahan kimia yang beresiko menimbulkan paparan infeksi paru
  6. Daya tahan tubuh yang rendah, seperti HIV/AIDS, usia lanjut, Anak dan pada orang dengan malnutrisi. HIV merupakan faktor resiko yang paling kuat bagi yang terinfeksi TBC menjadi sakit TBC
  7. Hanya sekitar 10% yang terinfeksi TBC akan menjadi sakit TBC

Mengingat begitu mudahnya kuman TBC menular, diperlukan upaya yang tepat untuk memeranginya. Cara yang paling mudah dan murah adalah dengan menjaga etiket batuk.

ETIKET BATUK

- Menggunakan masker pada saat berada di tempat umum. 
- Mengarahkan mulut ke lengan bagian dalam apabila batuk. Jangan menutup mulut dengan telapak 
  tangan ya.. cara ini hanya akan membuat kita menularkan kumannya ke berbagai tempat. Apalagi        kalau abis itu salaman sama teman. Kasihan teman kita kan.. kalau kondisinya sedang tidak fit, bisa    ikutan sakit juga. 
- Menutup hidung dan mulut dengan tisu atau sapu tangan
- Segera buang tisu yang sudah dipakai
- Cuci tangan dengan sabun dan dengan menggunakan air mengalir


Dengan menjaga etiket batuk, berarti kita sudah melindungi diri dan orang lain juga dari penyakit.


Selain menjalankan etiket batuk, ada hal lain yang sangat penting untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya bersama untuk mencegah kuman TBC bersarang.
Caranya  dengan menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat. Di antaranya :
  • Menjemur alat tidur
  • Membuka jendela dan pintu setuap pagi agar udara dan sinar matahari masuk
  • Makan makanan bergizi
  • Tidak merokok dan minum minuman keras
  • Olahraga secara teratur
  • Untuk pasien TBC, minumlah OAT / Obat Anti TBC secara lengkap dan teratur sampai sembuh
  • Pasien TBC harus menutup mulutnya pada waktu bersin dan batuk.
  • Tidak membuang dahak di sembarang tempat, tetapi dibuang di tempat khusus dan tertutup



Upaya mengeliminasi penyakit Tuberkulosis memang memerlukan kerja keras dari berbagai pihak. Kita, sebagai warga negara yang ingin hidup dalam lingkungan yang sehat, juga harus ikut peduli dalam mensukseskannya demi mewujudkan Indonesia sehat. Lakukan pencegahan dengan menerapkan gaya hidup sehat. Jaga etiket batuk dan lapor ke petugas kesehatan masyarakat bila menemukan warga dengan gejala TBC yang tidak mau memeriksakan diri, Terakhir, bila ada anggota keluarga atau teman yang menderita TBC, dukunglah agar melakukan pengobatan hingga tuntas. Pengobatan yang tuntas, akan melenyapkan penyakit TBC dari kehidupan kita selamanya.




















21 March 2018

TEMUKAN VALUE YOUR LIFE BERSAMA ONGGY HIANATA


( image : Pixabay.com )


Value Your Life. Kata orang, bahagia adalah pilihan. Kita sendiri lah yang membuat kehidupan kita berharga. Yang memutuskan apakah akan menjalani hidup dengan bahagia atau menjadi murung selamanya, ketika menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan.

Sekilas, secara teori memang mudah. Apa susahnya sih, untuk tetap berpikir positif. Apa susahnya sih, untuk berpikir jernih dan membuang rasa kalut jauh-jauh. Ngomong sih memang mudah, yes. Tapi, pernah nggak, membayangkan sejenak berada di posisi orang yang sedang menghadapi masalah? Nggak semudah itu juga menerapkan seperti apa yang orang-orang sarankan. Nggak semudah  yang mereka bilang "value your life" bila pada kenyataannya kita merasa seluruh harapan nyaris musnah.

Setiap orang memang diciptakan dengan ketahanan yang berbeda-beda. Saya sendiri pun, selalu butuh teman curhat yang bisa memberi saya saran menurut sudut pandangnya. Saya cukup beruntung, pada saat saya butuh kata-kata menyejukkan, selalu ada yang memberikan saya kekuatan. Tapi, tentu tidak dengan yang lain. Rasanya, sudah banyak berseliweran berita tentang kasus-kasus bunuh diri. Tua, muda, mereka tidak bisa menemukan jalan keluar dari persoalan dan  nekat mengakhiri hidup. Tentang "value your life" semua hanya tinggal kenangan.

Tapi, banyak orang juga yang ketika memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Malah mendapatkan secercah harapan. Bangkit dari keterpurukan dan membangun kembali hidupnya. Menjadi lebih baik, menghargai hidup, menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya.

Hal inilah yang saya dengarkan langsung dari kisah hidup seorang pria berusia 30 tahun bernama Yulianto, SE. Alumni A-Life Changing Bootcamp , di Ev Hive Cafe, Jakarta Pusat pada tanggal 14 Maret lalu. Mendengarkan kisahnya membuat saya merasa ngeri. Terlilit utang sebanyak 200 juta, membuatnya kalut. Nekat dan berniat menjatuhkan diri dalam perjalanan kereta jurusan jakarta - Bogor. Beruntung sebelum hal itu dilakukan, wajah sang Ibu melintas di benaknya. Membayangkan ibunya menghadapi tuntutan utang sebanyak itu, rasanya nggak tega. Seketika dirinya sadar dan berusaha bangkit sekuat tenaga.

Lain lagi dengan kisah keluarga Dr. Erry Gautama dan Dr. dr. Anggraini Dwi S, Sp. Rad (K), sebagai pasangan suami istri berprofesi dokter, mereka adalah sosok yang berhasil dalam karirnya. Namun, dalam rumah tangga, perjalanannya nggak semulus yang orang kira. Bahkan dalam menjalin hubungan dengan anak-anak pun, dijalani dengan penuh kesulitan.

Begitu juga dengan keluarga Ir. Sudarmono Djoko Nugroho dan Dra. Ary Hellya Kurniati Apt, sebagaimana layaknya kehidupan berumahtangga, kadang ada beberapa hal yang sulit diterima oleh pasangan. Nah, dalam hal ini, masalah kesenjangan dalam pendapatan seringkali menimbulkan konflik yang berujung pada pertengkaran. Pokoknya suasana jadi nggak nyaman. Rumah tangga mereka bahkan sempat berada di ambang perceraian. Sampai kemudian sesuatu mengubah kehidupan mereka. Saran dari teman-teman untuk mengikuti  Value Your Life - A Life Changing Bootcamp yang didirikan Bapak Onggy Hianata Chunnardy, menjadi titik balik bagi kehidupan mereka. Kini mereka lebih bahagia.





VALUE YOUR LIFE - A LIVE CHANGING BOOTCAMP WITH ONGGY HIANATA





Jujur, nama Bapak Onggy Hianata masih terdengar asing di telinga saya. Namun, begitu melihat kiprahnya, seketika saya langsung merasa kurang update. Masa sih, saya bisa terlambat tahu, ada sosoknya yang begitu inspiratif.  

Onggy Hianata Chunnardy adalah pria kelahiran Tarakan, Kalimantan Timur, 6 Maret 1962. Masa kecil dilaluinya dengan hidup sangat sederhana. Sang Ayah, Ong Tjoi Moi adalah seorang pegawai di sebuah toko kelontong. Pendapatannya yang tidak seberapa membuat kehidupan keluarga dengan sembilan anak, mengalami kesulitan keuangan. Karena pendapatan yang sedikit, Onggy kecil, terpaksa masuk sekolah pada saat teman-temannya sudah duduk di kelas 3 SD.

Sebagai seorang ayah, Ong Tjoi Moi banyak memberikan petuah kepada Onggy. Pecutan semangat, pantang menyerah dan setia pada integritas adalah warisan yang diberikannya pada Onggy. Hingga akhir hayat ayahnya, Onggy tetap memegang teguh pesan dari orang yang sangat dicintainya.

Perjalanan hidup yang keras, keterbatasan ekonomi, membuat Onggy ingin mengubah hidup. Saat usianya remaja. dirinya sudah berpikir untuk pindah ke Surabaya. Meski sulit untuk meyakinkan keluarga, pada akhirnya, dengan uang tabungan dan sumbangan dari Kakak-kakaknya, Onggy mendapat ijin untuk melanjutkan sekolah. Dengan catatan, biaya hidup harus ditanggung sendiri.

Hidup di Surabaya membuatnya harus berjuang. Sambil kuliah, Onggy berjualan jagung bakar, menjadi pemasok buah, membuat kerupuk dan malangnya, semua usaha yang dijalaninya tidak berjalan lama. Onggy berulangkali gagal. Beberapa kali ditipu pembeli. membuat semua tabungannya habis tak bersisa. Onggy sampai pada titik marah pada keadaan. Namun akhirnya dia sadar, apapun keadaannya, dia harus tetap bangkit. Onggy harus berpikir menembus batas. Kehidupannya harus terus berlanjut.

Singkat cerita, Onggy menikah dan menjadi karyawan di sebuah pabrik benang. Tapi, karena darah bisnisnya begitu kuat mengalir, Onggy berpikir untuk resign dan membangun usahanya sendiri. Menikmati kehidupan bersama keluarga. Tapi, nggak semudah apa yang dibayangkan. Kehidupannya justru makin sulit. Menjadi pengangguran dan sempat diusir karena nggak bisa bayar uang kontrakan. Kemudian hidup menumpang di rumah saudara perempuannya.

Pada satu titik, Onggy bertekad untuk bangkit dan berjuang sekuat tenaga untuk mengubah keadaan. Anaknya nggak boleh hidup miskin seperti apa yang pernah dilaluinya. Lewat usaha yang nggak kenal menyerah, akhirnya Onggy bisa bernapas lega. Usaha penjualan koin emas dan kesempatan untuk membuka usaha di bidang pendidikan yaitu Edunet International. mengubah hidupnya. Dengan niat untuk membantu banyak orang keluar dari kesulitan, Onggy mendirikan training bootcamp Value Your Life.


MENDIRIKAN BOOTCAMP A LIFE CHANGING


Value Your Life - A life Changing Bootcamp didirikan pada tanggal 14 Februari 2003. Kegiatan yang diikuti oleh peserta dari 75 negara ini, dilaksanakan di Puncak selama 3 hari. Dalam waktu 3 hari inilah, peserta digembleng untuk menemukan nilai-nilai hidupnya.  Mencintai dan menghargai kehidupan yang dimiliki. Dan bangkit dari segala kekecewaan. Banyak peserta yang mengalami perubahan dalam hidupnya. Menyadari potensi yang selama ini dimiliki. Kehidupannya menjadi lebih baik dan siap untuk meraih kesuksesan.

Bootcamp yang diadakan setiap tahun sekali ini, selalu laris diikuti peserta dari berbagai negara, padahal jarang banget ya, kita lihat iklannya. Ternyata, testimoni peserta lah yang menjadi berita dari mulut ke mulut. Banyak orang merasa terbantu dan mengalami perubahan dalam hidupnya. Mental mereka menjadi lebih tahan banting dan selalu berpikir positif. Edunet International memberi jalan kepada orang banyak, untuk lebih menghargai hidup yang dimiliki.


Duh, saya dan teman-teman mendadak pengen ikutan bootcamp juga. Rasanya, pengen banget menjadi orang yang selalu positif dan siap untuk meraih sukses. Seperti gayung bersambut, Pak Onggy memberi kabar yang sama sekali tidak kami duga. Kami yang hadir pada saat itu akan diundang secara khusus untuk mengikuti bootcamp selanjutnya secara gratis. GRATIS! 

Whuaaaaaa..., seketika suasana mendadak riuh. Sama sekali nggak nyangka, kalau kami bisa mengikuti bootcamp. Speechless!


FILM TERBANG MENEMBUS LANGIT




Kisah hidup Pak Onggy Hianata, ternyata memberi inspirasi seorang Fajar Nugros dan Demi istri Production, untuk dituangkan dalam film Terbang Menembus Langit.

Diperankan oleh Dion Wiyoko sebagai Onggy dan Laura Basuki sebagai istri yang selalu mendukung apapun keadaannya. Didukung oleh Baim Wong, Delon Thamrin dan beberapa artis terkenal lainnya. 

Saya dan teman-teman mendapat kesempatan untuk menonton screening film ini di XXI Plaza Indonesia. Filmnya baguuus.. Kisah hidup yang pahit berhasil digambarkan dengan manis. Beberapa kali saya mengusap air mata. Kadang menangis, kadang ketawa. Sama lah seperti hidup kita.. Eeaa..

Film ini akan diputar serentak pada tanggal 19 April nanti. Jaga tanggalnya ya.. 
Kisah inspiratif ini akan membuka mata dan menyadarkan kita bahwa Value Your Life itu, benar-benar ada di tangan kita.














19 March 2018

Daftar Harga Pie Susu Bali Termurah yang Bisa dijadikan Referensi



Pie susu Bali memang menjadi salah satu oleh-oleh khas Bali yang wajib dibeli untuk orang tersayang. Harga pie susu Bali ini sangatlah bervariasi, sehingga kita dapat memilih yang sesuai dengan kehendak dan selera. Sedangkan untuk varian rasa yang dijual di pasaran, cukup banyak yang  bisa kita jadikan pilihan. Harganya pun beragam ya. Sehingga di balik harganya yang beragam, kita dapat melakukan pemilihan pada paket cita rasa yang ingin dibeli nantinya.

Untuk membeli pie susu Bali, supaya tidak kehabisan, maka kita harus datang pagi hari. Atau bisa juga melakukan pemesanan terlebih dahulu dengan cara melalui telepon, sehingga hal ini akan sangat memudahkan  pada saat ingin melakukan pembelian agar tidak kehabisan stok yang ada di pasaran, karena memang untuk stok yang dijual di pasaran sering kali kehabisan, maka kita harus bergerak cepat agar tidak kehabisan oleh-oleh pie susu Bali.

Sebelum memutuskan untuk membeli, ada baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu harga pie susu Bali  yang ada di pasaran, hal ini akan membantu kita untuk bisa melihat jenis paket dalam melakukan pembelian. Dengan begitu kita bisa melakukan perbandingan harga dari penjual yang satu dengan penjual yang lainnya. Agar bisa menemukan penjual pie susu yang paling tepat dan tentunya memberikan harga yang paling sesuai atau paling murah diantara pada penjual yang lainnya.

Berikut ini ada beberapa daftar harga yang bisa kita ketahui sebelum memutuskan untuk membeli pie susu Bali, yaitu sebagai berikut ini :

Harga untuk pie susu Bali original Rp 2.750/pcs toping.

Untuk rasa almond, kismis, keju, dan coklat Rp 3.000/pcs untuk 1 box.

Untuk varian rasa campur Rp 103.250 (ada 5 varian rasa yaitu untuk rasa original, choco, keju, kismis serta almon).

Untuk rasa original Rp 96.250.

Sedangkan untuk pemilihan paket rasanya pun kita dapat melakukan pemilihan sesuai dengan yang diinginkan dengan berbagai varian rasa yang pas dengan selera.

Banyaknya varian rasa yang ada, membuat kita lebih leluasa dalam menentukan varian rasa yang diinginkan. Karena memang untuk oleh-oleh dari Bali, kue yang memiliki ciri khas berbentuk bulan pipih inilah yang menjadikan banyak para wisatawan tergiur untuk bisa membawa oleh-oleh makanan yang memiliki toping dan memiliki rasa yang renyah pada saat di gigit.

Supaya tidak kehabisan stok, maka melakukan pembelian di pagi hari atau bahkan melakukan pemesanan terlebih dahulu adalah hal yang dapat teman-teman lakukan agar tetap bisa membawa oleh-oleh berupa pie susu Bali yang tentunya memiliki cita rasa yang berbeda dengan jenis makanan oleh-oleh lainnya.

Dengan daftar harga pie susu Bali yang ada di atas, semoga dapat sedikit membantu teman-teman agar bisa  menemukan oleh-oleh yang halal dengan harga yang sesuai dan rasa yang enak.

Selamat berbelanja Pie susu Bali ya..

10 March 2018

JAKARTA FOOD SECURITY SUMMIT 2018, BERSAMA DUKUNG KETAHANAN PANGAN INDONESIA



Hari Kamis, tanggal 8 maret 2018 lalu, bertempat di Jakarta Convention Center - Senayan, Jakarta, saya menghadiri acara pembukaan Jakarta Food Security Summit (JFSS) yang ke 4. Acara yang rutin diadakan oleh KADIN Indonesia, setiap dua tahun sekali ini digelar dua hari, mulai tanggal 8 - 9 Maret. Dihadiri oleh Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan para undangan dari berbagai kalangan dengan jumlah sekitar 1500 orang. 

Tema yang diangkat pada JFSS-4 tahun ini adalah "Pemerataan Ekonomi Sektor Pertanian, Peternakan dan Perikanan Melalui Kebijakan dan Kemitraan" terdiri dari dua bagian, yaitu seminar nasional dan pameran pangan nasional. Mengenai pameran pangan ini, seluruh masyarakat bisa datang tanpa dipungut biaya. Kapan lagi kan, bisa lihat sejauh mana perkembangan ketahanan pangan negara kita.

Belum lama ini, topik yang cukup hangat dibicarakan di kalangan Ibu-ibu, adalah tentang merangkaknya harga beras. Naiknya cukup lumayan. Kalau dipikir-pikir, gimana nggak jadi topik hangat ya, beras kan kebutuhan pangan yang nggak bisa ditawar-tawar. Setidaknya untuk wilayah yang belum terbiasa untuk mengganti makanan pokok nasi, kenaikan harga terasa cukup mengganggu. 

Ini sesuai banget dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Bapak Jusuf Kalla. Beliau bilang,  "Kita boleh tidak punya baju, tapi kita tidak boleh kekurangan pangan." 
Masalah pangan  adalah masalah dunia. Indonesia harus bisa menjaga agar ketahanan pangannya tetap kondusif. Jangan pesimis.

Iya sih, kita nggak boleh pesimis. Yakin, kalau Indonesia bisa menjaga ketahanan pangan dengan baik.

Bapak Jusuf kalla juga bercerita tentang India yang kini menjadi negara yang berhasil meningkatkan hasil pangannya. Padahal lahan mereka terbatas. Mereka berhasil membalikkan keadaan. Yang dulunya mengimpor gandum, sekarang malah bisa ekspor gandum. Bukannya nggak mungkin, Indonesia bisa mencontoh mereka.

Nah, bicara tentang mencukupi kebutuhan pangan dan menjaga agar harganya tetap stabil, ternyata negara kita menghadapi banyak tantangannya lho. Di antaranya tentang lahan yang semakin sedikit. Padahal jumlah penduduk semakin bertambah. Belum lagi masalah ketersediaan air, perubahan iklim dan sumber daya manusianya yang belum memadai dan berbagai masalah lainnya.

KADIN Indonesia, melalui  JFSS yang merupakan wadah lintas sektor, baik swasta, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, badan internasional, kalangan akademik dan para petani bersama-sama menyusun langkah untuk meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kesehteraan petani melalui praktik pertanian yang baik dan ramah lingkungan. 


PETANI SEJAHTERA PANGAN SELALU TERSEDIA


(pict : Pixabay.com)

Kadang, kita suka lupa ya, orang-orang yang sangat berjasa dalam kehidupan kita, adalah para petani yang terus bekerja untuk mencukupi kebutuhan kita. Bayangkan kalau petani nggak mau lagi menanam padi. nggak mau lagi menanam tebu, kopi dan berbagai komoditi lainnya. Bayangkan kalau mereka nggak kuat menghadapi tantangan seperti lahan yang terkena banjir. Mudah putus asa dan banting setir melakukan pekerjaan lain. Kita mau makan apa? 

Petani, peternak atau orang-orang yang berkecimpung di dalamnya perlu banget didukung. Hingga saat ini KADIN Indonesia berhasil membangun kemitraan dengan 24 perusahaan untuk memberikan bantuan pendanaan. Hingga saat ini, sebanyak 430 ribu petani sudah merasakan manfaatnya. Nggak hanya mendapatkan pembiayaan, tapi juga mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan.

Keterlibatan perusahaan memang sangat diperlukan. Misalnya, untuk melakukan riset dan inovasi. Biaya untuk melakukan riset nggak mungkin dilakukan petani. Sama halnya dengan inovasi. Dengan pengetahuan yang terbatas, mungkin agak sulit untuk diwujudkan. Melalui kemitraan, perusahaan dan berbagai sektor yang terlibat di dalamnya, bisa melakukan transfer ilmu kepada para petani, memberikan bibit unggul, dan berbagai solusi untuk setiap masalah yang dihadapi. Dengan berbagai kemudahan ini, petani akan semakin produktif dan hasil pangan akan meningkat. Bila hasil meningkat, sudah pasti dong, petani akan sejahtera. :)


MENGINTIP PAMERAN PANGAN JFSS 2018













Pameran Pangan JFSS 2018 ini, diikuti berbagai kelompok kerja dari berbagai komoditi. Mulai dari pertanian, perikanan, peternakan dan industri. Berbagai informasi bisa dengan jelas kita dapatkan melalui bilboard yang dipasang di setiap stand pameran. Melalui kerjasama berbentuk kemitraan dengan perusahaan besar, kelompok kerja mendapatkan pendampingan , pendanaan dan kepastian dalam pendistribusian hasil panen.





Pameran pangan ini juga dilengkapi dengan aneka booth yang menyediakan icip-icip gratis. Ada booth Garuda Food, So Good, Sunpride dan banyak lagi. Semua icip-icip yang disediakan selalu laris manis. Habisnya, memang enak sih. Saya aja, jadi ikut bangga. Senang rasanya, menyadari bahwa dari setiap makanan yang kita makan, ada jerih payah para petani dan peternak yang menggantungkan harapan di sana. Dengan makin banyaknya jenis makanan yang diciptakan, tentunya akan memerlukan banyak bahan baku. Pak tani dan peternak jadi makin semangat.




Pameran ini juga dikunjungi oleh siswa dari sekolah-sekolah di Jakarta. Rasanya senang aja melihat mereka memiliki ketertarikan dan bertanya tentang banyak hal. Semoga melalui JFSS 2018 ini, siswa-siswa yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa ini, bisa memberikan kontribusi berupa inovasi dan ide-ide cemerlang, untuk menjadikan Indonesia negara  yang kaya akan hasil pangan. 


Sampai jumpa di JFSS dua tahun mendatang ya.. Tetap optimis!























03 March 2018

LOGO BARU SO GOOD, LEBIH SEGAR DAN SARAT MAKNA UNTUK KELUARGA INDONESIA




"Besok bawa bekal apa, Ma?"

Ini pertanyaan rutin dari anak-anak saya, setiap kali menyiapkan keperluan sekolah di malam hari.

"Ayam pedas manis So Good, mau nggak?" Tanya saya lagi. Sebenarnya, ini pertanyaan yang nggak perlu sih, karena tanpa ditanya pun mereka sudah pasti mau.

"Mau bangeeet!  Kakak mau yang gede ya, Ma.."

Tuh, saya bilang juga apa... Jawabnya selalu begitu.. ;D

**

Menyiapkan bekal untuk anak-anak sekolah, pasti sudah jadi rutinitas para ibu sehari-hari. Sebisa mungkin, anak  jangan jajan di sekolah. Selain nggak terjamin kebersihannya, kita juga nggak tau apa  aja kandungan yang terdapat di dalamnya. Tahu sendiri, hari gini, orang semakin banyak akal untuk mencari keuntungan tanpa peduli dampak yang ditimbulkannya. Padahal, kandungan gizi merupakan syarat penting yang sebaiknya ada di dalam porsi makan anak-anak. Apalagi untuk anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Pentingnya gizi yang masuk ke tubuh anak kita, memang menjadi faktor penentu tubuh kembangnya fisik mereka nanti. Ibaratnya sih, seperti berinvestasi di awal. Baik di masa kini, akan baik juga di masa depannya. Insya Allah.

Sejalan dengan pentingnya memperhatikan gizi untuk keluarga, So Good yang sudah hadir sejak tahun 1999, dengan logo berbentuk kotak dengan sentuhan warna biru tua dan hijau ini, terus berinovasi dan berkomitmen untuk selalu menghadirkan produk-produk berprotein berkualitas tinggi, yang kaya kandungan gizi, lezat, higienis, dan praktis dengan harga terjangkau.

Sekian lama ikut berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi protein hewani keluarga Indonesia, di tahun 2018 ini, So Good membawa perubahan dalam penampilannya. Lebih baik, lebih segar dengan makna yang dalam. Nggak percaya? Sini, saya jelasin.. :)


LOGO BARU SO GOOD YANG SARAT MAKNA


Hadir sebagai narasumber dalam acara launching Logo Baru So Good, pada tanggal 27 Februari lalu, di The Hook - Jakarta Selatan, Bapak Soegiono selaku Head of Marketing & New Business Development dari PT. So Good Food, Bapak Andi Prasetyo selaku Head of Japfa Foundation, Maria Harfanti sebagai Duta Gizi Japfa Foundation dan Prof. Hardinsyah MS PhD- Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia. 




Dalam acara yang serius tapi santai ini, saya dan teman-teman blogger berkesempatan untuk mengenal lebih jauh tentang So Good. Sekaligus mendapat ilmu bagaimana menyajikan menu dengan gizi yang seimbang.

Nah, menu seimbang inilah yang terdapat dalam logo baru So Good. Logo yang dulunya berbentuk kotak dengan sentuhan warna biru  tua dan hijau, kini dipertajam dengan lingkaran berwarna emas. Warna emas ini melambangkan TRUST. Lingkaran emas yang artinya, So Good selalu ingin menjaga kualitas dan terpercaya.



Lingkaran emas dan logo kotak So Good dibuat dengan background berwarna hijau yang segar. Benar-benar fresh dan natural. Warna hijau ini bermakna So Good ingin memberikan pembaharuan yang segar dan dinamis untuk setiap inovasi yang So Good ciptakan.


Di dalam logo berbentuk lingkaran emas, terdapat juga berbagai simbol-simbol yang merupakan sumber inspirasi bagi So Good dalam penciptaan produk-produknya. Ada simbol sumber protein berupa : ayam, daging, ikan, udang, dan telur. Semua protein ini sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk memenuhi gizi seimbang. Seperti yang kita ketahui bersama, So Good mengolah berbagai protein hewani ini dengan aneka jenis dan rasa yang lezat.

Selain simbol protein hewani, ada juga peralatan memasak dan topi Chef, maknanya : So Good ahli dalam memberikan pengalaman gizi kuliner protein hewani yang seimbang.

Simbol lainnya berupa wajah yang tersenyum dan jempol tangan, Ini menandakan rasa puas, senang dan bahagia dari para pelanggan karena So Good berhasil menghadirkan produk-produk berprotein yang berkualitas dan memiliki rasa yang lezat.

Hm, nggak cuma logo aja lho yang berwajah baru, di setiap kemasan So Good ada product story yang menjelaskan tentang manfaat produk bagi keluarga Indonesia. Selain itu, slogan So Good pun kini berubah. Dulu, slogan yang kita kenal adalah "So Good is Very Good" sekarang berganti menjadi - Lebih Baik So Good. Rasanya, lebih mudah diingat karena menggunakan bahasa Indonesia, ya..

Pokoknya, logo baru So Good ini betul-betul berisi banyak makna.




KUNJUNGAN DUTA GIZI JAPFA fOUNDATION KE PABRIK SO GOOD








Duta Gizi Japfa Foundation, Maria Harfanti juga berbagi cerita tentang kunjungannya ke pabrik So Good yang terletak di Cikupa - Tangerang. Dalam kesempatan ini, Maria Harfanti, ingin tau lebih jauh tentang proses apa aja yang dilakukan oleh So Good, untuk menghasilkan produk Chicken Nugget yang berkualitas dan tanpa pengawet. 

Dalam video kunjungannya, saya dan teman-teman jadi bisa ikut melihat, bahwa ayam-ayam yang disiapkan, adalah ayam-ayam pilihan, tanpa suntuk hormon, bebas formalin dan tanpa bahan pengawet. Proses produksinya juga sangat higienis dan dilakukan dengan pengawasan yang ketat.

Mengapa produk-produk So Good bisa awet lebih lama?



Ternyata, jawabnya adalah karena produk So Good Chicken Nugget dan sejenisnya, telah melalui proses pemasakan dengan suhu 170 derajat celsius. Proses pemasakan ini memakan waktu tidak kurang dari 3 menit, dan langsung dibekukan secara cepat dengan menggunakan IQF (Individual Quick Frozen). IQF ini untuk menjamin kesegaran,, kelezatan dan nutrisi yang terkandung di dalam produk So Good.

Setelah kunjungan Maria ke pabrik So Good, semua rasa penasarannya terjawab sudah. Duta Gizi Japfa Foundation ini, makin mantap untuk terus memilih So Good untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbangnya. Sebagai duta gizi, tentunya Maria memiliki tanggung jawab dalam mensosialisasikan pola hidup sehat dan pentingnya gizi seimbang kepada masyarakat.


Bicara soal gizi seimbang, khususnya gizi dari protein hewani, sebenarnya berapa sih kebutuhan asupan protein perhari yang ideal?

Nah, berikut ini penjelasan dari Prof. Hardinsyah MS PhD tentang estimasi kecukupan gizi perhari untuk keluarga Indonesia.


  • Kebutuhan protein 1.0-1.5 g/kg BB atau 35-72g/ anak sekolah & remaja/ hari
  • Kebutuhan protein hewani 7-15g/hari atau 1-2 porsi 960-120g)/hari
  • Protein untuk anak 1-8 tahun dianjurkan lebih tinggi dari yang dikonsumsi oleh orang dewasa.




Prof. Hardinsyah juga menjelaskan bahwa, protein hewani sangat penting bagi tubuh karena memiliki manfaat yang sangat banyak. Manfaat protein hewani menjaga pertumbuhan sel-sel organ tubuh dengan baik dan memperbaiki sel tubuh yang rusak, meningkatkan daya tahan tubuh, membentuk dan meningkatkan fungsi otak sehingga dapat membantu anak-anak berprestasi.

Untuk memilih produk protein hewani yang baik, pilihlah produk yang memenuhi standar utama, diolah dari daging segar, kemasan yang baik dan utuh. Perhatikan juga jaminan halal dari MUI dan lembaga yang berwenang.



Memilih produk protein yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, tentu saja nggak bisa disepelekan ya.., sebagai ibu, kitalah yang bertanggung jawab. Jalankan pola hidup sehat dan menu gizi seimbang. Semoga generasi masa depan yang sedang kita besarkan saat ini, selalu tumbuh sehat, cerdas dan membanggakan. (Aamiin)




[*foto sebagian dari  dokumen So Good dan milik pribadi]







26 February 2018

AJARKAN ANAK CERDAS FINANSIAL SEJAK DINI


(image : Pixabay.Com)


"Mama lagi liat apa'an? Online Shop, ya.."

Sontak saya kaget ketika Si Adek mendekatkan wajahnya ke hp yang saya pegang. Rasanya seperti tercyduk. Buru-buru, saya beralih ke menu lain.

Uugh, saya memang baru aja sekrol-sekrol sebuah website sepatu. Tapi, nggak niat beli sih, cuci mata doang.. :D

Seketika saya teringat pesan Mbak Roslina Verauli, M.Psi yang menjadi narasumber dalam acara, Citi Parenting Talkshow : Cerdas Finansial Sejak Dini yang saya ikuti beberapa waktu lalu.
Terkadang, terjebak dalam situasi sedang belanja online di depan anak, (baik belanja beneran atau hanya cuci mata aja) ternyata bisa membawa dampak yang kurang baik pada anak.  Khususnya dalam hal bijak mengelola uang.

Loh, memangnya anak-anak harus sudah bisa mengelola uang?

Hm, sebenarnya seberapa penting sih, mengajarkan anak tentang pentingnya mengelola keuangan?
Penting aja, atau penting banget? Pertanyaan ini bikin kita kepo ya..


BERAWAL DARI KEBIASAAN ORANG TUA



Seperti kata pepatah, buah nggak akan jatuh jauh dari pohonnya. Orang tua yang punya kebiasaan menghamburkan uang, akan membuat anak-anaknya memiliki sifat yang sama. Demikian juga sebaliknya. *langsung introspeksi*

Bertempat di SDN Ragunan 12 - Jakarta Selatan, pada Kamis 15 Februari 2018 lalu, Citi Indonesia melalui payung kegiatan kemasyarakatannya Citi Peka (Peduli dan Berkarya), bersama Prestasi Junior Indonesia menyelenggarakan Citi Parenting Talkshow yang bertajuk "Cerdas Finansial Sejak Dini."

Dalam talkshow ini, hadir sebagai narasumber Management Advisor Prestasi Junior - Robert Gardiner, Director & Country Head Corporate Affairs Citibank Indonesia - Elvera N. Makki dan Roslina Verauli, M.Psi - Psikolog Anak.





**

"Ibu-ibu..., ayo ngaku! Siapa yang punya jilbab  warna pink lebih dari satu?" tanya Mbak Roslina Verauli yang akrab disapa Mbak Vera, kepada peserta talkshow yang juga wali murid SDN 12 Ragunan.

Pertanyaan seperti itu, bisa dipastikan lah ya, pasti banyak Ibu-ibu yang punya jilbab pink lebih dari satu. Ada baby pink, pink fuschia, pink ini, pink itu..kadang beda-beda beberapa tone warna aja.

"Nah, itu ya, kenapa coba' punya jilbab banyak warna gitu?" cecar Mbak Vera lagi..

Hahahah, swear. Pengen ngakak deh. Langsung ingat, di rumah punya jilbab yang warnanya mirip-mirip. 

Trus juga, ditanyain soal tas, soal sepatu. Soal cicilan dan banyak lagi. Pokoknya, semua pertanyaan yang memang fakta dan nggak bisa dibantah. Jadi, Ibu-ibu cuma ketawa nyengir, berasa disentil.

Intinya, Mbak Vera mengajak Ibu-ibu untuk menyadari, sebenarnya sudah bijakkah kita membelanjakan uang? Sudah tahu kah kita memilah, mana yang jadi kebutuhan atau hanya keinginan.

Ternyata banyak faktor yang membuat seseorang membelanjakan uangnya bukan karena benar-benar butuh. Bisa jadi hanya karena ingin pengakuan, merasa nyaman atau ingin mendapatkan penghargaan. Bisa aja sih, diikutin kalau uangnya unlimited. Belanja apa aja, sesukanya. Tapi, pada akhirnya, uang tetap nggak bisa memenuhi ruang kosong yang ada di hati. Selama kita nggak tahu apa yang kita inginkan. Ya, percuma.

Parahnya, kebiasaan membelanjakan uang hanya karena keinginan akan membuat seseorang terjebak dalam masalah serius. Standar hidup jadi semakin meningkat seiring banyaknya uang yang dimiliki. Tiba-tiba terjebak dan seakan terus berlari di Hedonic Treadmill. Capek banget. Banyak uang tapi nggak bahagia-bahagia.

Puncaknya, perilaku seperti itu akan menular pada anak. Orang tua lupa bahwa apa yang dilakukannya menjadi ladang ilmu bagi anak. Mereka meniru. Mereka akan menganggap uang adalah sesuatu yang harus dibelanjakan. Mereka jadi konsumtif. Orang tuanya lupa mengajarkan bahwa uang nggak datang begitu saja. Jatuh dari langit, atau tinggal metik di pohon.

Dari itu semua, sebenarnya ada sesuatu yang lebih penting. Kita nggak punya jaminan apakah keadaan kita akan baik selamanya. Roda berputar. Bisakah anak-anak kita survive kelak, jika kita lupa menanamkan betapa pentingnya "sedia payung sebelum hujan.."
Sebagai orang tua, tentunya semua pengen baik-baik aja, dong. Tapi, nggak ada ruginya kan kalau kita menanamkan hal baik untuk anak-anak kita kelak..


MENABUNG SUPAYA BERUNTUNG




Yap, benar banget.. menabung akan selalu menjadikan kita beruntung. Menabung membuat kita punya target dan tujuan yang ingin dicapai. Ajarkan anak-anak sedini mungkin untuk memiliki kebiasaan menabung. Caranya : 

  • Berikan anak uang saku. Jangan uang jajan 
kenapa? Kata Mbak Vera sih, kalau kita ngomongnya uang jajan, anak cenderung akan menganggap, uang jajan adalah uang yang harus dihabiskan. Nah, kalau uang saku, (disertai dengan penjelasan) anak akan mendapat pemahaman bahwa uang saku adalah uang yang bisa di gunakan secukupnya. Sebagian untuk membeli sesuatu, sebagian untuk ditabung.

Kalau anak pengen jajan mulu gimana dong? Udah gitu, minta beliin mainan terus.. 
Hihii, ini pertanyaan dari Ibu-ibu peserta yang pusing anaknya minta jajan terus.

Untuk masalah anak yang pengen jajan terus, menurut Mbak Vera, orang tua sebaiknya introspeksi. Barangkali, kita kurang kreatif dalam memenuhi kebutuhannya. Eksplor terus apa yang bisa kita berikan untuknya. Atau, mungkin kita yang sedang kurang perhatian sampai-sampai anak jadi bete. Coba luangkan waktu sebentar, peluk dan ajak main. Siapa tahu, itulah yang sedang dibutuhkannya.

  • Menabung di celengan yang lucu
Celengan yang lucu, bisa menambah semangat anak untuk menabung. Biarkan anak memilih sendiri bentuk tabungan yang disukainya. Mau bentuk ayam, bebek, kelinci atau little poni, belikan aja. Jangan maksain beli sesuai dengan tokoh kesukaan orang tuanya. 

Untuk anak yang udah mulai ngerti menabung di Bank, ajak anak untuk buka rekening. Dijamin deh, anak seneng banget bisa punya buku tabungan sendiri.

  •  Menabung untuk melakukan kebaikan
Ajarkan anak untuk menyisihkan sebagian uang tabungan, untuk membantu orang yang membutuhkan. Asah empatinya agar kelak anak nggak hanya memikirkan diri sendiri. Membiasakan anak melakukan hal ini akan membuat anak merasa bangga akan dirinya. 


  • Investasi kecil-kecilan dari uang tabungan
Untuk membentuk kemandirian dan jiwa wirausaha pada anak, tawarkan untuk menggunakan sebagian uang tabungannya untuk modal usaha sederhana. Hasil penjualannya bisa ditabung.

Dulu, ketika anak-anak masih SD, mereka suka jual kue bikinan saya ke sekolah. Kadang bawa martabak mini, kadang bolu cokelat. Bawanya nggak banyak sih, karena tujuannya hanya untuk mengenalkan anak tentang wirausaha. Hasilnya bisa ditabung. Lumayan kan, kecil-kecil, udah punya penghasilan sendiri.



Dengan melakukan hal-hal di atas, pelan tapi pasti kita sudah mengajarkan anak cerdas finansial sejak dini. Hidup sederhana atau hemat bukan berarti pelit, kan.. tapi,  bijak menggunakan uang. 
Ibu-ibu setuju, kan?



MENGINTIP SISWA BELAJAR BISNIS



Usai mengikuti Talkshow, saya dan teman-teman menuju ruang kelas untuk menyaksikan siswa belajar bisnis sederhana. Setiap siswa difasilitasi sebuah tablet yang bisa digunakan untuk belajar interaktif secara berkelompok. Dibimbing oleh tim Citi Volunteers yang terdiri dari tim Prestasi Junior dan karyawan Citibank Indonesia.

Suasana belajarnya seru. Anak-anak diminta untuk memilih berbagai macam usaha atau bisnis yang mereka kenal di lingkungan mereka. Ada Toko Roti, Pangkas rambut, dan sebagainya. Ada gamenya juga. Terlihat jelas mereka sangat antusias. Ya iyalah ya, anak-anak jaman now, dekat banget sama gadget, jadi, program edukasi " Digital Financial Literacy for Children"  disampaikan lewat gadget yang akrab dalam keseharian mereka. 




Melalui pendanaan dari Citi Foundation, kegiatan yang merupakan penyelenggaraan tahun kedua yang diimplementasikan sejak Oktober 2017,. Program ini melibatkan 2.947 siswa dari 12 sekolah dasar di 5 kota besar di indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang dan Denpasar. 

Dengan memberikan edukasi bagi anak-anak dan orang tua sekaligus, Citi Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia tidak hanya ingin meningkatkan pengetahuan keuangan pada anak, tetapi mengajak orang tua untuk membentuk budaya pengelolaan keuangan yang sehat di rumah.





Nah, nggak ada kata terlambat untuk memulai kebiasaan baik. Yuk, ajarkan anak cerdas finansial sejak dini.































































27 January 2018

MALAM BERTABUR HADIAH UNTUK PELANGGAN JNE, JLC AWARD 2018





Dulu, salah satu hal yang bikin saya  selalu happy adalah, kalau saya menerima paket yang diantar ke rumah dengan selamat. Rasa deg-degan saat menunggu paket melebihi deg-degan ketika dulu menunggu pacar. Khawatir kalau paketnya nggak sampai atau nyasar. 

Makanya, menggunakan jasa pengiriman yang terpercaya rasanya nggak bisa ditawar-tawar lagi, deh. Daripada bikin galau. Mending cari aman aja. Seperti menggunakan jasa pengiriman JNE. Dengan leluasa kita bisa tahu keberadaan paket yang akan kita terima, atau sebaliknya. Pokoknya, konsumen dilayani dengan baik.

Tapi, jaman Now, pelayanan JNE kepada konsumen ternyata nggak sebatas memastikan kiriman sampai dengan selamat dan tepat waktu aja lho. Banyaknya aktivitas kita dalam melakukan pengiriman ternyata bisa mendapat apresiasi juga. Ada benefit yang menanti dari setiap transaksi. 

Hm, apa aja ya, benefitnya?

Jujur, saya sendiri nyesel banget telat mengetahui informasi ini. Ternyata, setiap konsumen yang bertransaksi menggunakan JNE bisa mendaftar untuk menjadi member JLC, atau JNE Loyalty Card. Keuntungannya,

SOLUSI PROTEIN SO GOOD UNTUK KELUARGA INDONESIA


Mau tahu makanan yang nggak pernah ditolak sama anak-anak, selain cokelat dan es krim?
Hm, jawabannya sih gampang banget. Sediain aja produk makanan olahan dari SO GOOD. Banyaknya varian dari SO GOOD memang selalu menggoda selera. Mulai dari Chicken Wings, Chicken Spicy, Chicken Katsu, Chicken Karage sampai camilan renyah dan gurih seperti Golden Money Bag atau Otak-otak yang praktis dan lezat. Dijamin bakal susah nolak deh.. rasanya, selalu bikin pengen lagi dan lagi.

Seperti hari ini, saya mencoba SO GOOD Chicken Nugget Veggie untuk anak-anak. Saya tertarik karena di dalam Chicken Nugget Veggie ini terdapat potongan wortel dan kacang polong. Udah gitu bentuknya sayuran. Yakin deh, kalau anak kecil yang dikasih Si Veggie ini, pasti happy, karena bisa belajar aneka bentuk sayuran. 




Ternyata, dengan potongan wortel dan kacang polong di dalam daging ayamnya, rasa chicken nuggetnya jadi lebih enak. Anak-anak suka.




Bertepatan dengan peringatan Hari Gizi Nasional yang jatuh pada tanggal 25 Januari 2018 lalu, SO GOOD ikut mendukung pedoman gizi seimbang untuk keluarga Indonesia. Yaitu, asupan penting yang terkandung dalam piring makan sehari-hari kita, sebaiknya meliputi 3 macro nutrients. Karbohidrat, Lemak dan Protein. Di mana, kebutuhan protein yang harus dipenuhi adalah, 2 sampai 4 porsi per hari. Jelasnya, setiap kali makan, jumlah protein adalah 15% di dalam piring makan. Sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing.

Btw, kenapa sih harus mencukupi kebutuhan protein di dalam tubuh?

Hm, Si protein ini sangat bermanfaat untuk membantu pertumbuhan sel-sel organ tubuh kita. Selain itu juga berguna untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Protein juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh, membantu proses pertumbuhan dan membentuk otak manusia dan sel darah agar tidak mudah pecah. 

Protein juga membantu meningkatkan fungsi otak, loh.. membantu meningkatkan prestasi dan produktivitas sehari-hari..

Trus, apa jadinya kalau tubuh kita kekurangan protein?

Hiks, kekurangan protein sangat berdampak buruk bagi kesehatan. Kekurangan protein dapat menimbulkan masalah pada

13 January 2018

Yuk, Kenali Gaya dan Padu Padan Tepat untuk Jaket Kulit Wanita



( image : pixabay )

Jaket merupakan item fashion yang amat dibutuhkan oleh semua orang untuk melindungi diri dari kedinginan. Salah satu jenis jaket yang banyak disukai adalah jaket kulit. Nggak hanya pria saja, jaket kulit wanita pun juga laris manis di pasaran. Memang kesannya seperti khas pengendara motor, ya.. namun bukan berarti jaket kulit wanita selalu punya kesan demikian loh.. karena kita bisa tetap mendapatkan kesan yang berbeda jika teman-teman bisa memadupadankannya dengan tepat.

Jaket berbahan kulit banyak disukai wanita karena mampu menampilkan kesan boyish nan santai. Meski kadang, ada juga sih wanita yang  nggak suka dengan kesan yang terlalu boyish.

Nah,  berikut ini beberapa gaya yang bisa teman-teman pilih untuk dijadikan sebagai panduan:

Back to Basic - Untuk bisa bergaya dengan style yang satu ini maka teman-teman bisa memilih warna-warna gelap atau kalem misalnya hitam, putih, abu-abu sehingga tampilannya ringkas dan nggak ribet. Busana dengan cutting pas badan misalnya T-shirt, blazer, skinny long pantz atau jaket glossy kulit juga bisa.

Natural Look - natural look bisa cocok dipilih untuk tampilan kesan androgini. Dominasi warna-warna kulit misalnya, cokelat tua atau kelabu menjadikan daerah mata jadi hidup. Dalam hal ini teman-teman bisa menjadikan make up natural sebagai hal utamanya. Nantinya bisa dipadukan dengan jaket kulit dengan tema tertentu.

Boyish Shoes - menggunakan sepatu yang terkesan boyish tak melulu terlihat tomboy. Kita juga bisa memilih sepatu ala pria namun tetap terkesan feminin secara keseluruhan.

Aksesori Androgini - Kesan yang boyish akan semakin kuat dengan tambahan beberapa aksesoris misalnya gelang kulit hingga arloji atau kacamata frame hitam.

Jika teman-teman sudah memiliki gaya kesukaan, selanjutnya tinggal memadukan jaket kulit wanita  dengan beberapa item berikut ini sebagai pilihan:

Pakaian bermotif - yang pertama sangat mudah dipadukan dengan pakaian yang bermotif misalnya animal print, leopard atau lainnya. Untuk motif seperti ini akan memberikan kesan berani pada pemakainya sehingga teman-teman bisa tampil maksimal. Namun jika ingin tampil feminin, maka busana bermotif floral bisa dipilih.

Little black dress - salah satu item fashion yang disukai oleh wanita adalah little black dress. Kita bisa tetap tampil feminin dengan little black dress yang mampu memberikan kesan elegan dan chic. Sempurnakan dengan sepatu boots serta topi fedora untuk sentuhan akhirnya.

Rok dan sneakers - untuk padu padan yang satu ini, akan jadi sangat nyaman karena teman-teman bisa menggunakan sneakers. Padukan dengan rok jika ingin tampak feminin. Karena jaket kulit berwarna gelap, maka bisa menggunakan rok warna kontras. Sentuhan ini akan jadi hal yang menyempurnakan hari santai kita.

Atasan rajut - Jika di daerah teman-teman sedang musim dingin, jangan hanya pakai atasan rajut saja, namun padukan juga dengan jaket kulit andalan. Dengan tampilan ini, nggak cuma akan menghangatkan, namun tetap bisa tampil gaya.

Syal dan topi - jika teman-teman termasuk suka bermain dengan aksesoris, maka menggunakan syal dan topi juga bisa dilakukan. Untuk outfit ini hanya akan cocok digunakan ketika musim dingin mendung saja, karena jika digunakan di musim panas maka pasti akan aneh.

Itulah beberapa padu padan yang bisa  dicoba untuk menjadikan jaket kulit wanita di lemari teman-teman lebih bergaya lagi. Aneka model jaket wanita  berbahan kulit kini bisa  didapatkan di toko online terpercaya dengan harga yang terjangkau.





10 January 2018

Belajar Untuk Tidak Menunda



(Image : Pixabay.Com)

Hai, hai..
Nggak berasa ya,  hari ini udah masuk hari ke sepuluh di bulan Januari. Dan ini jadi postingan pertama di tahun 2018. Telat banget ya.. Hahaha, "better late than never". Nggak ada polisi yang patroli, kok.. ;)

Tahun 2017, saya dapat banyak banget pelajaran hidup. Suka dan duka tentu saja ada. Bahkan saya mendapatkan pencapaian luar biasa yang nggak pernah saya duga. Alhamdulillah rasanya bersyukur banget. Meski ada juga sih beberapa penyesalan yang muncul karena beberapa persoalan yang mestinya bisa diselesaikan. Tapi, sekali lagi, saya harus mengingat bahwa segala sesuatu itu, kalau memang harus terjadi, ya.. terjadi. Kita gak bisa menghindar. Sudah jalannya begitu. Jadi kita hanya bisa belajar dan mengambil hikmah dari satu kejadian. Belajar supaya bisa lebih dewasa dalam menyikapi persoalan apapun.

Pelajaran penting lainnya yang harus saya sikapi dan segera ubah, adalah kebiasaan menunda. Entah mengapa, kebiasaan menunda saya semakin memburuk. Kadang untuk hal yang sepele pun saya tunda juga. Sama seperti ketika saya membaca sebuah tulisan lama, milik sahabat blogger saya Astin Astanti  pengalamannya tentang menunda, (meski dalam bentuk berbeda)  persis banget seperti yang saya alami. Seperti kemaren, rasanya kesel dan marah sama diri sendiri.

Sebelumnya, nggak sengaja saya melirik ke bawah meja belajar di kamar anak-anak. Nggak seperti biasanya, Si adek menumpuk beberapa buku pelajarannya di bawah meja. Dalam hati saya udah berpikir, kayaknya dia buru-buru saat mengeluarkan buku pelajaran dari dalam tas. Saya sudah ingin memindahkan buku-buku tersebut ke rak atas. Tapi, entah mengapa nggak jadi saya lakukan. Saya menundanya. Padahal sudah sempat terlintas di pikiran, "ini kalo tiba-tiba banjir, bisa basah semua nih, buku.."

Hm, mungkin ada yang bertanya, apa rumah saya pernah kebanjiran?

Banjir yang saya maksud, bukan seperti banjir yang datang pada saat curah hujan sangat tinggi pada musimnya. Ini banjir yang datang dari selang mesin cuci yang lupa diarahkan ke kamar mandi. Beberapa kali sempat terjadi. Akibatnya membuat heboh. Airnya masuk sampai ke kamar. Menyebabkan rak buku yang bahannya terbuat dari serbuk kayu padat, jadi lembab. Dua, tiga kali kena genangan air lama-lama jadi rusak dan gak bisa dipakai lagi. Kesalnya saya, jangan ditanya.. :(

Balik lagi ke masalah tadi, pikiran yang sempat terlintas ternyata benar-benar terjadi beberapa jam kemudian. Saat mesin cuci sedang dalam proses mengeringkan, air yang keluar dari selang yang tidak pada tempatnya, tumpah ruah memenuhi dapur, masuk terus ke tempat yang lebih rendah. Yaitu kamar anak-anak.

Tanpa ampun airnya menggenang dan membasahi buku di tumpukan paling bawah. Mengorbankan dua buku paket yang cukup tebal, kumpulan kertas ulangan dan dua  buku catatan. Sulit menjelaskan bagaimana perasaan panik saya saat menyelamatkan buku-buku itu. Lengkap dengan rasa marah pada diri sendiri. Menyesal karena mengabaikan apa yang sempat terlintas di pikiran. Menyesal karena menunda memindahkan selang ke tempat yang seharusnya.

Karena kelalaian saya, usai membersihkan bekas banjir, saya jadi punya pekerjaan tambahan. Buku-buku yang basah harus dikeringkan. kalau nggak cepat dikeringkan, lembarannya akan jadi lengket satu sama lain. Hari gini susah banget cari buku. Apalagi buku pinjaman dari sekolah. Nggak mungkin saya bisa mencari gantinya dalam waktu singkat.

Akhirnya, sepanjang siang saya menyetrika lembar demi lembar buku supaya cepat kering. Hair driyer nggak bisa diharapkan karena lembar buku yang basah akan mudah robek. Huuft, saya harus mengganti kelalaian saya dengan waktu yang tersita. Andai saya mendengar bisik hati saya.. andai saya bergerak lebih cepat pasti semua nggak akan terjadi.

Lihat kan betapa buruknya akibat suka menunda..

Sebenarnya, masih banyak lagi penundaan lain yang kalau dihitung-hitung sangat merugikan dan membuat lelah. Bisa dibilang saya sudah bosan dan nggak mau kejadian lagi.

Akhirnya saya putuskan, sudah saatnya saya melawan monster penunda yang bersarang di dalam diri saya. Saya nggak akan membiarkan diri saya menunda-nunda lagi.

Mulai dari saat ini, besok dan seterusnya..