26 September 2017

PERJALANAN MEWUJUDKAN IMPIAN





Tak terasa anak-anak saya sekarang sudah beranjak remaja. Si Kakak sudah di kelas X dan Adek duduk di kelas VIII. Khusus buat Kakak, sekolah di SMK pilihannya benar-benar membuat dia happy. Jurusan Tata Boga adalah impiannya sejak lama.
Saya masih ingat ketika dulu, saat saya masih rajin-rajinnya baking dan sibuk menerima pesanan kue ulang tahun, Kakak yang ketika itu berumur 3,5 tahun, ikutan sibuk dengan segala pernak-pernik kue. Kalau ada pesanan satu kue, pokoknya  saya mesti bikin satu kue kecil untuk dia hias sendiri. Belepotannya jangan ditanya deh.  Heboh..hehehe.
Ketika duduk di kelas dua SD, Kakak sudah ikutan eskul Cooking Class. Nah, di masa ini dia bener-bener enjoy banget. Bisa dibilang, hari eskul adalah hari yang selalu ditunggu-tunggu. Apalagi kalau hari praktek. Semangat banget. Beberapa yang saya ingat, materi cooking class Kakak waktu itu ada praktek membuat sop buah, nasi goreng, lumpia keju, martabak tahu, onde-onde, kue cubit  dan lain-lain. Untuk anak usia SD, bisa membuat makanan seperti ini, tentu saja membuat rasa percaya dirinya meningkat. Untuk seorang ibu seperti saya, jelas membuat hati bahagia dan bangga.
Lain di SD, lain lagi cerita SMP. Setiap hari libur, bisa dipastikan Kakak ada di dapur. Sibuk belajar membuat cilok kesukaannya. Kalau bosan cilok, ganti dengan cilor, cilung, cireng dan cimol. Kalau awal-awalnya keras dan nggak enak, lama-lama dia bisa menemukan takaran yang tepat. Jajalan ala Kakak rasanya enak. Sampai-sampai saya memberinya gelar Ratu Aci karena kesukaannya mengolah tepung aci.
Eh, ternyata, gak cuma mengulik aci aja, Kakak jatuh cinta sama rasa pedas seblak. Setiap sabtu sore, ngajak temennya beli seblak di RT sebelah. Trus tanya-tanya deh gimana cara buatnya. Untungnya Si Ibu baik banget. Kalau Kakak beli, dia disuruh masak sendiri dan dikasih tau  bumbu yang harus dimasukin. Hasil berguru dengan Ibu penjual seblak, membuatnya pandai membuat seblak yang enak. Sekarang ibu penjual seblaknya udah pindah sih.  Tapi, Kakak beruntung, ilmunya sudah diwariskan.

KERJA SINGKAT DI BISNIS CENTER





Hampir tiga bulan bersekolah di SMK, pengalamannya semakin bertambah. Dua minggu yang lalu, Kakak bertugas di bisnis center selama seminggu. Dengan satu orang teman di kelas X, dibantu dua kakak kelas, mereka mengelola Café sekolah. Pagi-pagi mereka membuat kue yang akan dijual. Selama seminggu, mereka kerjasama membuat menu yang berbeda. Ada brownies, roti, pizza dan aneka cake.
Banyak cerita yang saya dapatkan dari pengalamannya. Rasa lelah membuat berloyang-loyang kue, melayani pembeli, mencuci piring yang menggunung  dan membuat orderan minuman, sampai kaki yang pegal karena naik turun tangga mengantar pesanan guru-guru. Nggak Cuma itu, sepulang sekolah, mereka harus belanja dulu ke pasar, lalu balik lagi ke sekolah untuk menyimpan belanjaan sebagai persiapan bahan untuk menu keesokan harinya. Begitu sampai di rumah, tepaaar.. hahahah. Kasian sih. Meski capek, tapi anaknya seneng banget.
Setiap malam saya selalu menjadi pendengar setianya. Memasang ekspresi kagum, saat dia cerita tentang pengalamannya pertama kali mengoperasikan mixer dan oven yang besar.
“mixernya itu Ma, gedee bangeet! Nggak kayak mixer kita.. Pokoknya berkali-kali lipat besarnya mixer kita” tangannya dilengkungkan memeragakan besarnya mixer.
“Apalagi ovennya Ma.., Mama tau nggak, Kakak bikin brownies tuh 4 loyang yang gede. Bikin roti ada kali, 100 buah. Pokoknya ovennya canggih banget!“  

Saya mengangguk-angguk, membayangkan dia bekerja dengan benda-benda besar yang canggih itu. Diam-diam terharu. Betapa waktu begitu cepat berlalu.



DULU BAJU SEKARANG PERALATAN RUMAH TANGGA


Pengalaman singkat bekerja di bisnis center sepertinya memang membawa perubahan dalam diri Kakak. Kalau dulu suka banget searching aksesories dan baju lucu di toko online, sekarang ada perubahan besar. Yang dicari adalah peralatan rumah tangga, khususnya perlengkapan masak. Hahaha.. keren ya.
Kalau dulu sibuk melototin baju, sekarang sibuk mencari satu set panci dan pisau yang lengkap. Kakak tuh pengennya punya perlengkapan dapur dengan warna senada. Untungnya, kalau mencari peralatan rumah tangga seperti keinginannya nggak perlu susah-susah. Di website mataharimall  semuanya ada dan banyak pilihan. Tinggal sesuaikan dengan harga yang diinginkan.





Untuk pisau juga banyak pilihan. Kata Kakak, pisau itu barang wajibnya anak Tata Boga.  Harus punya lengkap, kuat dan nyaman dipakainya. Nggak kayak pisau saya yang cuma ada dua. Hahaha..






Saya yakin, ke depannya, pencarian online di mataharimall  ini  akan terus berlanjut ke peralatan lain. Mungkin piring saji untuk pelajaran tata hidang atau cetakan kue atau yang lainnya.  Selagi ada rejeki, hayuuk aja..  Kakak memang butuh peralatan yang memadai untuk mendukung kegiatannya.

Mengingat kembali masa kecilnya hingga saat ini, rasanya waktu mengalir begitu cepat. Senang melihatnya berproses dari waktu ke waktu. Dari yang tidak tau apa-apa, menjadi tau ini itu. Meski perjalanannya masih sangat panjang, setidaknya dia melakukan semua karena memang suka. Kadang saya berpikir, andai saya nggak peka pada apa yang diinginkannya, mungkin dia nggak akan belajar secepat ini.




Mungkin dia nggak akan bisa melampaui dirinya melakukan sesuatu di luar perkiraan. Seperti pengalamannya mengelola bisnis center yang membuat dia nggak sabar untuk punya bisnis café sendiri.



“Ah, rasanya nggak sabar menyaksikan impian itu tercapai.. Semoga Allah kabulkan ya, Nak..”
( saya ucapkan Aamiin dengan hikmat..)

09 September 2017

Sharp Cooking Battle & Cooking Demo With Chef Deny Gumilang di Signature Park Grande


Jelang sore, tanggal 26 Agustus 2017 lalu, saya menjejakkan kaki ke Signature Park Grande Cawang, untuk menghadiri acara Sharp Cooking Battle & Cooking Demo bersama Chef Deny Gumilang, Master Chef Indonesia. Acara yang diadakan di halaman Signature Park Grande ini, sukses bikin saya gak konsen dan gak bisa diam di tempat. Kenapa? Hm, pasti  karena saya nggak bosan-bosannya melirik appartemen di sebelah, sih. Selain itu tergoda juga buat ngintip area kolam renang sambil menikmati semilir angin yang berhembus. Sempat juga ngerumpi sama teman-teman. Untungnya, acara gak langsung dimulai. Jadi, saya tetap dapat mengikuti acara dan mengenal lebih jauh produk-produk dari SHARP yang bikin ngiler emak-emak.




Sebagai penunjang kesuksesan dalam hal masak memasak, pasti deh kita pengennya yang bisa memudahkan. Saya misalnya, kalau bisa masak pake magic jar, kenapa harus repot pakai kukusan? Kalau bisa menghaluskan bumbu pakai blender, kenapa maksa pake ulekan? Hari gini, pengennya yang praktis dan bisa menghemat waktu. Iya, kan..


Bersyukurnya kita hidup di masa kini, Keinginan untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga selalu dimengerti oleh kecanggihan tekhnologi. Saya selalu

03 September 2017

JADIKAN HOBI SEBAGAI PELUANG UNTUK SUKSES


Saat ini, usaha di bidang kreatif menjadi sebuah usaha yang bisa mendatangkan peluang. Apalagi bila dikerjakan sesuai passion dan hobi. Peluangnya sangat menjanjikan.

Sejalan dengan  industri kreatif nasional yang saat ini tengah berkembang pesat. Data dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengungkapkan bahwa tahun 2016 lalu, produk-produk industri kreatif Indonesia bisa meraih pemasukan hingga Rp. 852 triliun. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa industri kreatif memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi terhadap kemajuan negara kita. Sudah saatnya potensi yang dimiliki oleh pelaku industri kreatif di Indonesia ini dengan serius dikembangkan agar membuahkan hasil yang maksimal.





Saya menatap kagum pada hasil karya yang dipajang di meja display. Betapa tidak,  saya sendiri adalah pecinta seni atau yang sekarang lazim disebut crafter. So, mengagumi karya, sama dengan mengagumi engagement yang tercipta saat karya itu tengah dirupa oleh penciptanya. 

Seperti usaha yang sedang dijalani oleh Evelyn Gasman, narasumber dari acara yang diadakan oleh Astragraphia yang saya ikuti pada hari Rabu, tanggal 23 Agustus 2017 lalu, di Hotel All Sedayu, MOI Kelapa Gading tercipta dari sebuah hobi. Yes, hobi berbasis kreatifitas yang kemudian malah berkembang menjadi sebuah usaha.

Saat ini, banyak orang yang